Skip to main content

Posts

Adakah sabar yang tiada berbatas?

Hanya sebagian kecil manusia yang mempunyai niat benar-benar ingin berubah dalam hidupnya. Sebahagian besarnya hanya berkata-kata daripada mengerjakannya. Kebanyakannya pula menyembunyikan sifat-sifat kurang baik dalam bawah sadarnya dan justru merasa was-was karena beranggapan orang lain pun bersifat seperti itu. Lalu apa yang dapat kulakukan kalau itu terjadi pada orang-orang didekatku? Dahulu tampak lembut sekarang tampak garang. Dahulu pandai mengalah, sekarang pandai melunjak. Yang tua belajar bersabar, tetapi yang muda lupa diri. Menunjuk-nunjukkan emosional dengan begitu merasa benar. Pandai memperlihatkan rasa tidak suka terhadap sesuatu, tetapi diri sendiri bukannya banyak kelebihan. Senantiasa menganggap diri sendiri istimewa, tetapi dengan jalan menuduh orang lain yang berbuat demikian. Kaca cermin ada banyak dimana-mana, mudah didapatkan, tetapi sedikit sekali manusia yang mampu bercermin pada dirinya sendiri. Sampai kapan dan sampai dimana adanya batas kesabaran itu, ya, A...

menjadi muslim ideal, mencari kesempurnaan islam

National Geogarphic baru-baru ini menurunkan artikel tentang Islam di Indonesia. Kadang kala terpikir juga, apakah para Islam fundamentalis hidup berbahagia dengan segala keketatan aturan hidupnya yang diklaim mengikut kesempurnaan ajaran Islam dengan menjalankan hukum Allah. Kalau ditanya secara langsung pasti jawabannya adalah iya, tanpa ada keraguan terlintas. Seperti apakah idealnya penerapan hukum Islam di Indonesia yang notabene nyaris 90% penduduknya adalah muslim. Indikasi bahwa Indonesia seharusnya berlandaskan hukum Islam sebenarnya sangat kuat, sayangnya, apakah kalau dilaksanakan suatu referendum nasional untuk memungut suara mayoritas umat Islam saja akan diperolehi kenyataan yang sama? Saya tidak punya kapasitas untuk menduga-duga hasil yang mungkin muncul dari situ. Tapi untuk membayangkan sebuah Indonesia yang islami saja sudah sangat berat, mengingat mentalitas bangsa, visi dan misi kebangsaan yang sudah cukup porak-poranda akibat ketidakbecusan pemerintahan di masa la...

Yang terbedakan dan yang terpisahkan

Terdapat sebuah negeri yang sebahagiannya tercantum dengan dihujung benua yang lebih besar dari dirinya, dan sebahagian lagi terpecah-cacah dalam bilangan pulau berpulau. Kepulauan yang dahulunya di kenal 'N'. Bahagian negeri yang berada di kepulauan secara sunatullah melindungi negeri yang tercantum dengan di hujung benua. Dahulu kala manusia-manusia berbondong berlabuh ke berbagai belahan negeri ini. Berbagai bangsa dari negeri-negeri yang jauh menyatu dan menciptakan bangsa yang baru. Setelah sekian ribu tahun terpisah dari moyangnya, bangsa ini lupa pada asal-usul dirinya, manakala bangsa-bangsa dari negeri-negeri jauh itu kembali mendatangi mereka. Bangsa baru ini cenderung mudah berpecah-belah, sehingga kini negeri yang berada di hujung benua dan negeri yang berada di kepulauan bergaduh satu sama lain. Mereka menyebut negeri mereka yang satu 'I' dan satunya lagi 'M'. Negeri yang satu telah kurun zaman berzaman melahirkan beragam budaya dan kerajaan sehingg...

Hukum Allah vs Hukum Manusia

Saya bukan pakar syariat Islam, juga bukan penghafal Quran, dan apalagi seorang pakar Islam. Tetapi sebagai umat yang berserah diri, kadang-kadang hal-hal seperti ini menjadi pikiran juga. Entah bagaimana muncul seolah-olah ada permusuhan Allah dan Manusia, antara hukum yg berasal dari Allah dan hukum yang disusun oleh Manusia. Sebenarnya pelik kalau menyebut bahwa ada hukum yang diciptakan manusia, karena hukum tidak diciptakan tapi desain, disusun, dan dikembangkan bahkan dimanipulasi untuk kebutuhan manusia. Dalam pembuatan hukum-hukum itu tidaklah semata-mata hanya akal manusia saja yang bekerja, didalam proses tarik ulur dan susun ulangnya pasti akan terlibat juga manusia-manusia yang juga beriman dan mengandalkan pertolongan atau ilham dari Allah. Allah tidaklah bermusuhan dengan Manusia, sebaliknya Manusia pun tidaklah bermusuhan dengan Allah. Hanya Syaitan bermusuhan dengan Manusia. Manusia dapat berbuat salah, dalam kesalahannya dapat dikarenakan oleh tipu muslihat Syaitan. Ka...

Musik: Antara Mendengar dan Memainkan Sesuatu yang diHaramkan

Daripada 'Abdul Rahman bin Ghunm, katanya Abu 'Ami'r atau Abu Malik Al-Asy'ari menceritakan kepada saya, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Sungguh akan terjadi satu kaum dari umatku yang menghalalkan zina, kain sutera, arak, dan alat-alat permainan musik.” (riwayat Al-Bukhari) Dari Imran bin Hushain diriwayatkan bahwa ia berkata Rasullulah SAW bersabda,”Umatku suatu saat akan tertimpa fitnah, pengubahan bentuk sebagian mereka, dan pembenaman tempat tinggal merek.” Sebagian sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah! Bilakah itu akan terjadi?” Rasullulah menjawab,”Apabila alat-alat musik dan para penyanyi telah memasyarakat dan banyak orang meminum khamar.” (At-Tarmidzi) Sekilas dua hadist diatas tampaknya telah dengan tegas memberikan peringatan keras berkenaan dengan musik. Baik mendengar atau memainkannya. Perkembangan musik saat ini sudah sangat meluas, yang terbesar tentunya ada di dunia hiburan, nyaris tidak ada hiburan tanpa diiringi musik. Disamping itu pengaruh...

Mencuri

Seringkali kita terburu-buru dalam solat, terlebih lagi selalu jadi kebiasaan saat ruku' dan sujud bacaan memuji kesucian dan ketinggian Allah malah cepat dan kurang dihayati. Rasulullah sudah pernah menasihatkan bahwa yang dimaksud dengan mencuri di waktu solat adalah orang yang ruku' dan sujud-nya tidak sempurna. Ketergesa-gesaan dalam bacaan ruku' dan sujud, barangkali termasuk 'mencuri' juga. Hikmah dari nasihat ini kupikir berkaitan dengan kehidupan. Orang yang menyia-nyiakan hidupnya adalah orang yang mengabaikan atau kurang memperhatikan pekerjaan-pekerjaan kecil. Seperti dalam solat, bacaan ruku' dan sujud adalah yang paling ringkas dan sederhana, tetapi seringkali kita teledor dalam melakukannya. Dalam hidup ini kita suka mengejar hal yang besar-besar dan meremehkan kesempurnaan dalam mengerjakan hal-hal sederhana. Kalau memang itu kita lakukan, perlulah kiranya kita untuk mawas diri dan cepat menyadarinya sebelum akhirnya kita menyesal telah melakukan ...

Back to Zero

Back 2 Zero Kembali ke titik Nol. Angka '0'atau diucapkan nol selalu berarti sebuah ketiadaan, yang dapat berarti sebuah permulaan. Bagaimana rasanya ketika kita harus memulai lagi semuanya? Seperti sebuah komputer yang di restart kembali, dan barangkali ada program-program yang perlu di install kembali. Begitulah diriku saat ini. Kembali ke titik Nol. Segala sesuatu yang telah kusiapkan, yang ingin kubangun, yang ingin kutuju, segalanya harus dimulai kembali. bagaimana rasanya kalau kita harus meninggalkan apa-apa yang sebelum ini kita miliki atau kita cita-citakan? Memulai sesuatu yang baru dari ketiadaan. Bagaimanapun, ada satu kenyataan yang tak terhindarkan. Kita harus kembali pada diri sendiri, melakukan dan bekerja untuk diri kita sendiri. Berjuang sendiri, jangan bermimpi atau berharap akan ada orang lain yang mau bermimpi bersama kita, apalagi berjuang bersama kita untuk sesuatu yang kita cita-citakan. Aku harus memulai segala sesuatunya kembali, menyusun kembali renca...

Seorang Umat yang Belajar Memahami Islam 19

Memasuki bulan ramadhan, selalunya kita dengar bahwa 'Ramadhan' adalah tamu, sesuatu yang terdengar klise dan klasik. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya kitalah yang menjadi tamu Allah dan Allah SWT menyediakan ruang tamu itu di bulan Ramadhan (yang terberkati ini). Dimana-mana ustadz dan ustadzah berlomba-lomba memberikan ceramah agama, sayangnya masih lebih banyak yang tenggelam dalam ucapan-ucapan bersifat klise, protokoler, dan seremonial tanpa kesungguhan yang datang dari dalam, dari pengalaman atau dari pemahaman dari pembacaan. Kemunduran secara material umat Islam saat ini seringkali disalahkan akibat kemunduran moral keagamaan umat Islam itu sendiri dan ini sering dilimpahkan kesalahannya pada umat semata. Kekalahan ini adalah akibat dari dalam diri umat Islam sendiri, seorang penceramah agama berkata tanpa merinci siapakah umat Islam itu, dan apakah ustadz/dzah dan ulama itu termasuk di dalamnya atau tidak? Para penceramah agama seringkali hanya mengulang-ul...

Sepotong Doa untuk Hamba

Ya Allah, Tuhanku yang Maha Mulia. Jadikanlah hambaMu ini kebaikan bagi kedua orangtua hamba, kebaikan bagi saudara-saudara hamba, kebaikan bagi teman-teman hamba, dan kebaikan bagi orang-orang disekitar hamba. Tolonglah hambaMu ini agara dapat membalas budi baik orang-orang yang telah menolong hamba, baik yang hamba ketahui maupun tidak, baik yang sengaja maupun tidak.

Malaikat dan Syaitan

Sungguh aneh mengapa 'syaitan' yang mengenal Allah dan tahu kalau azab Allah sangat keras berani membangkang. Alasannya adalah karena kesombongannya. Sungguh menakutkan rasa 'sombong' ini, mudah-mudahan kita selalu dilindungi dari perasaan sombong itu, dan kalaupun terbersit semoga kita ditolongNya agar cepat mengisyafi diri. Ini sekedar pemahaman saya bermain-main dengan pikiran yang mungkin berbahaya bagi orang yang salah mengira sebagai sesuatu yang serius dan benar. Syaitan dan Malaikat belum mempunyai 'pekerjaan' khusus mendampingi manusia sebelum Adam dan Hawa diciptakan. Pekerjaan syaitan untuk menggoda, dan pekerjaan malaikat untuk mencatat dan melaksanakan perintah Allah yang berkenaan dengan kehidupan manusia. Semuanya bermula karena Sunatullah dengan penciptaan manusia sebagai khalifah di dunia. Sesuatu hal yang barangkali kita anggap sebagai metafora di dunia fana ini besar kemungkinannya adalah sesuatu yang wujud nyata di alam akhirat kelak. Misalny...

...kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. 17:16) Indonesia . Negeriku tercinta. Sudahkah tiba waktunya untuk bangkit (menjadi sadar kembali) dari tidur panjangnya? Surah Al Israa’ ayat 16 itu benar-benar sesuai mencerminkan keadaan negeri kita ini. Tidakkah kita dengar berbagai perbincangan, diskusi dan debat di berbagai media tentang kebangkitan nasional, kebangkitan bangsa, dan kebangkitan harga diri manusia Indonesia ? Namun adakah kita dengar sejurus tentang kebangkitan ‘akhlak’ didengungkan oleh sesiapa (yang bukan penceramah agama)? Adakah kita berbicara tentang kembali kepada fitrah manusia sebagai makhluk yang ber-Tuhan? Akh, itu omong kosong saja. Mungkin dianggap naif, dengan melih...

Mondar - mandir

Sebagai seseorang yang mengaku muslim, terdapat sebuah kekangan dalam ketakutan tersesat. Banyak juga buku-buku yang menyatakan apa-apa yang disampaikannya adalah demi kemaslahatan umat semata. Dalam buku-buku semacam itu dikutip dari berbagai sumber yang menyoroti beberapa nama dan karya tulis cendikiawan muslim yang dianggap telah tersesat, sebagian dituduh kafir sebagian dituduh zindiq atau setidaknya dituduh kaum munafik. Buku-buku semacam itu disertai dengan ancaman yang dinisbatkan menurut hukum dalam Quran dan hadist, sehingga sesiapa yang membaca apalagi sampai mempelajari tokoh-tokoh 'sesat' beserta karya-karyanya akan menjadi pengikut hingga ke neraka kelak. Alangkah menakutkannya. Karena itu Aku yang sejak duduk di kelas menengah pertama menyukai bacaan bersifat keislaman, relijiusitas dan renungan-renungan spiritual, disamping membaca komik, menjadi sangat takut bersentuhan dengan subjek-subjek yang dituduhkan oleh buku-buku semacam itu. Sehingga membutuhkan waktu t...

cuma 60juta-an....

"Tertangkap tangan masa' hanya RP 4 juta (di kamar, 67 juta di mobil). Itu namanya menghina anggota DPR," demikian kata Wakil Ketua Fraksi PPP, Lukman Hakiem di DPR dalam rangka membela tersangka korupsi Amin Nasution. Dari pernyataan ini tersirat bahwa kalau korupsi cuma RP. 60jutaan itu menghina namanya, seharusnya lebih dari itu. Yah, memang sudah menjadi rahasia umum, kalau pejabat teras kita korupsinya tentu tidak sesedikit itu. Kalau cuma segitu tentu saja Indonesia kita tidak terpuruk senista sekarang ini. Kenapa para ulama belum juga tampil dengan lantang seperti Slank menyuarakan suara rakyat perihal perbuatan busuk pejabat pemerintah kita yang menyelewengkan amanah? Menunggu bukti-bukti apalagi untuk mengamalkan amar ma'ruf nahi mungkar? Apakah takut di tuduh memfitnah hanya karena tidak bisa memberikan bukti-bukti konkrit, meskipun kerusakan akibat penyelewengan itu berdampak jelas di kehidupan masyarakat?

Siapakah Allah?

Ada satu kesalahan redaksional yang selalu kita, umat islam yang awam alami tetapi tidak menyadarinya, yaitu apabila ditanya: “Siapa / Apa nama Tuhan-nya orang Islam?” “What is a moslem God’s name?” Ini adalah pertanyaan yang tidak tepat. Tidak ada yang namanya Tuhan umat Islam, yang ada adalah Tuhan seluruh umat manusia, Tuhan seru sekalian alam. Itulah jawaban yang Quran berikan. Tetapi seringkali secara spontan kita terbiasa menjawab,”Allah! Allah S.W.T!” Apakah benar nama Tuhan itu Allah? Apakah Allah itu sebuah nama? Kembali kita coba merujuk kepada Quran dan kesepakatan para ulama, bahwa Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama-nama. 99 nama Allah, itulah nama-nama Tuhan manusia, nama-nama Tuhan seru sekalian alam. Allah sendiri bukanlah sebuah nama dari Tuhan, Allah adalah Tuhan. Ini adalah masalah kesalahan redaksional penerjemahan dari bahasa Quran yang menggunakan bahasa arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Allah, illah, illahi, mer...

Kembang Zaman

Kembang-kembang zaman. Seorang muda memenungi hati, sedang matanya menatap hampa pada layar kaca yang coba menghibur dirinya. Ketika itu mega-mega terselubung sutra biru di kedalaman kencana hatinya. Dari langitnya turunlah beratus melati putih, bagai salju turun ke bumi hingga putihlah seluruh mukanya. Kemudian ia rasakan dingin yang menghunjam relung-relung mimpinya. Dalam kedinginan, aku nyatakan cintaku padamu, wahai gadis yang memiliki wajah sejuta bidadari. Menebar harum semerbak melati-melati diselubung cahaya yang memekarkan kembang-kembang zaman. Aku mengasihinya dengan cinta yang runtuhkan langit-langit keangkuhan masa. Laksana bidadari yang merenggut nafas abadi kehidupan dan melepas kelelahan perjalanan maut jiwa yang mati. Aku mencintaimu, gadis dengan biduri indah di rambut. Biuskan aku oleh keharuman budimu, yang melayangkan aku ke langit tujuh dan hempaskan aku ke buaian kasih abadi. Hilangkan akalku oleh keindahan rupa manismu yang datangkan lebah...

PadaMu Tuhan

Sukma Cinta-ku Inilah doa-ku, yang bangkit dari sukma fajar kedalaman hatiku, Meratapi desah sendu pilunya batin, Dahaga akan pinta kasih darimu, Harapkan Melati indah mengembang, Manis mengecup sejuknya sinaran mentari, Hingga menyentuh denting kalbu yang kesunyian. Inilah mohon-ku, Pada Tuan meminta belas kasihan, Mengampuni diri bila mengasihi Dinda, Puspa t'lah terkirim lewat langit, Melalui teratai-teratai putih yang mengangkasa, Dijemput sang Bayu sampai di tujuan, Terbang bersama rama-rama yang indah bercahya, Lewati arus sungai-sungai, Di antar kegelapan malam dan benderangnya siang. Inilah sembah-ku, Yang kupanjatkan pada lorong-lorong rindu hatiku, Kusembahkan air tubuhku, Hingga kerontang rongga-rongga jiwaku, Sampai terenggut nafas cintaku yang hanya satu, Oleh manisnya racun senyumanmu, Derita dalam langkah jariku, Kebekuan dalam cairan otakku, Lidah pun mengelu hingga tak terucapkan kata-kata, Tinggalka...

ketika seseorang tiada berdaya

Ketika orang tak berdaya, dan ia tak punya tempat untuk berpaling memohon pertolongan, sedangkan hatinya t’lah melupakan Sang Khaliq maka kekerasan adalah jalan pintas untuk membalas. Ketika pertolongan yang diharapkan tak kunjung tiba sedangkan jiwa seseorang itu tak mampu lagi menarik hikmah dari kejadian yang menimpa dirinya, maka sekali lagi kekerasan adalah jalan pintasnya. Si Miskin yang miskin harta sekaligus miskin jiwanya berjumpa dengan Si Kaya yang kaya harta tapi miskin jiwanya seperti Si Miskin. Si Miskin berburuk sangka, demikian pula Si Kaya berburuk sangka pula. Si Miskin karena kemiskinannya berpikir Si Kaya-lah penyebab kemiskinan-kemiskinan di dunia. Si Miskin yang karena kemiskinannya kurang makan ditambah pula miskin jiwanya pada akhirnya menjadi bermalas-malasan. Sedangkan Si Kaya karena kesuksesannya menjadi lahap makan tak kenyang-kenyang, enak kurang enak, sedap kurang sedap, sementara jiwanya tetap kosong kelaparan pada akhirnya menjadi bermalas-malasan ju...

Sebenarnya...

Sebenarnya apa sih kerjanya pemerintah kita? Mulai dari pejabat teras atas sampai ke dinas-dinas kedaerahan. Kedelai, bahan dasar pembuatan tahu dan tempe, makanan rakyat Indonesia sudah sejak lama harus dibantu oleh impor. Permasalahan ini sudah muncul sejak era Orba, sayangnya masih banyak masyarakat menilai itu masalah yang baru muncul. Begitu banyak jejak peninggalan Orba yang ibarat luka setitik dikulit kaki yang akhirnya sekarang berlubang dan membusuk. Sebenarnya apa kerja dinas-dinas pemerintah yang bertanggung jawab terhadap hal ini? Apakah hanya mengurus birokrasi dan administrasi? Mungkin. Kalau makanan rakyat seperti tahu dan tempe, pemerintah saja tidak becus mengurusnya, apalagi yang bisa diharapkan. Gonta-ganti pemerintahan pun sama saja, karena yang ditukar hanya pucuk-pucuk pimpinan, sementara masih banyak yang tak becus duduk di jajaran bawah dan lapangan. Apakah kerja pemerintah hanya menyusun undang-undang dan menambah daftar barang dan jasa untuk dikenai cukai paja...

Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 18

pernah tertanya-tanya dalam pikiran, apa yang menjadi prasyarat seseorang untuk layak menjadi pendakwah? atau kesiapan-kesiapan apa yang sepatutnya dimiliki seorang alim ulama dan ustaz-ustazah untuk layak berdakwah? Y ang sudah biasa saya dengar adalah dari sudut moralitas akhlak dan berbagai ketentuan penguasaan ilmu islam dan bahasa arab. Yang sering dinomorduakan adalah kemampuan berargumentasi, logika nalar, dan daya persuasi dari sang pendakwah. Tanpa sengaja saya memang menyukai ulasan tentang ilmu fiqih, dan berbagai metode-metode kajian hadist dan tafsir Quran. Misalnya bagaimana syarat-syarat untuk mempelajari ilmu hadist dan tafsir Quran yang berlapis-lapis dan sangat ketat unsur keilmuannya dan dituntut ketelitian yang tinggi. Setelah sedikit merenung, sampailah saya pada sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang merupakan kerinduan seorang umat untuk mendapat petunjuk dari Allah melalui alim ulama,kalau bukan melalui kata-kata dari suaranya langsung, cukuplah kiranya buku...

Bertanya tentang Jawaban?

Trafficking atawa perdagangan manusia membuktikan bahwa manusia memang tidak lagi lepas dari perbudakan. Apakah umat islam yang dahulu memperjuangkan pembebasan perbudakan akan dapat melakukan perannya kembali? Dahulu ketika umat islam dibawah pimpinan Rasulullah mendapat ancaman dan kemudian diperintahkan oleh Allah mencari perlindunganke Abbasyiah (Ethiopia), maka umat Islam berbangsa Arab mendapat perlindungan dari Raja Ethiopia itu. Dahulu ketika kesusahan Afrika memberi perlindungan kepada bangsa Arab yang beriman kepada Allah SWT. Adakah sekarang ketika bangsa Afrika yang masih sebagian besar terpecah-belah, kelaparan dan terlibat perang saudara, bangsa Arab yang beriman kepada Allah SWT mengupayakan suatu pertolongan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa Afrika? Kun Faya Kun, selalu menjadi slogan untuk menamatkan pencarian, keraguan dan pertanyaan tentang kekuasaan Allah. Alih alih seharusnya sebagai sebuah pernyataan tentang kekuasaan Allah, kata-kata ayat ini menjadi fatali...