<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002</id><updated>2011-08-01T11:03:21.426-07:00</updated><category term='poetry'/><title type='text'>Lingkar O LineaR</title><subtitle type='html'>its a place for me to do contemplation on the creation of 'thien' and 'earth'. Mengingat Dia saat berdiri, duduk maupun berbaring dan merenungkan tentang adanya langit dan bumi. (rujukan Surah Ali Imran ayat 191-192) Demikianlah manusia yang tidak mensia-siakan akal untuk berpikir yang telah diberikan oleh Sang Khaliq.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7721845978375604471</id><published>2010-03-28T16:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T17:04:21.394-07:00</updated><title type='text'>Adakah sabar yang tiada berbatas?</title><content type='html'>Hanya sebagian kecil manusia yang mempunyai niat benar-benar ingin berubah dalam hidupnya. Sebahagian besarnya hanya berkata-kata daripada mengerjakannya. Kebanyakannya pula menyembunyikan sifat-sifat kurang baik dalam bawah sadarnya dan justru merasa was-was karena beranggapan orang lain pun bersifat seperti itu.&lt;br /&gt;Lalu apa yang dapat kulakukan kalau itu terjadi pada orang-orang didekatku? Dahulu tampak lembut sekarang tampak garang. Dahulu pandai mengalah, sekarang pandai melunjak. Yang tua belajar bersabar, tetapi yang muda lupa diri. Menunjuk-nunjukkan emosional dengan begitu merasa benar. Pandai memperlihatkan rasa tidak suka terhadap sesuatu, tetapi diri sendiri bukannya banyak kelebihan. Senantiasa menganggap diri sendiri istimewa, tetapi dengan jalan menuduh orang lain yang berbuat demikian.&lt;br /&gt;Kaca cermin ada banyak dimana-mana, mudah didapatkan, tetapi sedikit sekali manusia yang mampu bercermin pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan dan sampai dimana adanya batas kesabaran itu, ya, Allah ya Rabb? Hanya engkau yang memilikinya. Karena itu kumohon agar Engkau turunkan setitik saja 'kesabaran' bagi umat-umatMu yang hidupnya penuh amarah yang tiada mereka sendiri sadari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7721845978375604471?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7721845978375604471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7721845978375604471' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7721845978375604471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7721845978375604471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2010/03/adakah-sabar-yang-tiada-berbatas.html' title='Adakah sabar yang tiada berbatas?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-8701403586097313292</id><published>2009-10-30T16:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:20:08.158-07:00</updated><title type='text'>menjadi muslim ideal, mencari kesempurnaan islam</title><content type='html'>National Geogarphic baru-baru ini menurunkan artikel tentang Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;Kadang kala terpikir juga, apakah para Islam fundamentalis hidup berbahagia dengan segala keketatan aturan hidupnya yang diklaim mengikut kesempurnaan ajaran Islam dengan menjalankan hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya secara langsung pasti jawabannya adalah iya, tanpa ada keraguan terlintas.&lt;br /&gt;Seperti apakah idealnya penerapan hukum Islam di Indonesia yang notabene nyaris 90% penduduknya adalah muslim. Indikasi bahwa Indonesia seharusnya berlandaskan hukum Islam sebenarnya sangat kuat, sayangnya, apakah kalau dilaksanakan suatu referendum nasional untuk memungut suara mayoritas umat Islam saja akan diperolehi kenyataan yang sama?&lt;br /&gt;Saya tidak punya kapasitas untuk menduga-duga hasil yang mungkin muncul dari situ. Tapi untuk membayangkan sebuah Indonesia yang islami saja sudah sangat berat, mengingat mentalitas bangsa, visi dan misi kebangsaan yang sudah cukup porak-poranda akibat ketidakbecusan pemerintahan di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali yang perlu dilakukan untuk itu adalah mengenalkan dan mempraktekkan cara hidup islami di tengah-tengah masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat non-muslim dapat merasakan manfaat dari keberadaan hukum Islam yang bukan dipraktekkan melalui hukum-hukuman dengan alasan syariat.&lt;br /&gt;Karena walau bagaimanapun hukum Allah itu pada akhirnya dijalankan kepada manusia, dan yang menjalankannya adalah  juga manusia, bukan malaikat-malaikat yang tidak mengenal nafsu, ego, dan pikiran seperti manusia. Untuk menjamin tegaknya praktek penegakan syariat Islam ini dibutuhkan bukan hukum di atas hukum, tetapi hukum di dalam diri manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Jadi, sebelum menaikkan hukum Allah menjadi praktek di tengah masyarakat, umat Islam di Indonesia harus sudah mempraktekkan jalan hidup islami terlebih dulu, bukan melalui paksaan dan ancaman yang datang dari manusia (sekalipun dengan dalih itu hukuman dari Allah), tetapi kesadaran yang timbul dari kebutuhan seorang muslim akan adanya hukum Allah dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah jihad, jihad untuk menciptakan negeri yang islami bukan melalui kekerasan ataupun utopia yang muluk-muluk. Segala yang sudah nyata dinyatakan haram harus ditegakkan, tetapi jangan menyata-nyatakan hal-hal yang sifatnya adalah supaya manusia berijtihad mencari hikmahNya. Kewajiban mengenakan jilbab bagi wanita, melakukan poligami bagi pria yang mampu atau pengharaman seni musik dan seni rupa dan sebagainya adalah hal-hal perlu melalui proses yang ketat. Semuanya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri, semuanya untuk memartabatkan manusia sendiri, tetapi dalam menyampaikannya kita tidak boleh lupa bahwa keikhlasan itu penting, jauh lebih penting daripada hukuman dan larangan. Karena keikhlasan inilah yang membuat seorang wanita pezina berani menghadapi kematian melalui hukum rajam ataupun cambuk. Ikhlas tidak dapat dipaksakan, sebagaimana seseorang itu juga harus ikhlas kalau hidayah tidak diturunkan Allah kepadanya. Keikhlasan tidak dapat diperolehi lewat cara-cara kekerasan, hukuman seperti rajam dan cambuk yang mungkin membawa kepada kelumpuhan hingga kematian akan menjadi sia-sia kalau tidak disertai keikhlasan dari dalam diri pelaku. Sementara dosa tidak terampuni, detik-detik untuk bertobat pun bisa datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, Nabi pada akhirnya memimpin perlawanan terhadap kaum kafir Quraisy setelah menunggu sekian lama perintah dari Allah. Berperang adalah pertimbangan jalan terakhir yang ditempuh oleh Rasulullah. Dan alasan untuk berperang pertama kali dilakukan bukanlah karena kaum kafir Quraisy menghina Allah ataupun menghina ajaran Islam, ataupun karena menghina diri Nabi sendiri. Tetapi berperang untuk mendapatkan kembali hak mereka, kemudian berperang untuk mempertahankan diri, dan berperang melalui kemenangan psikologis ketika berhaji dan pulang ke Mekkah. Sekarang yang terjadi seringkali berubah menjadi tindak kegananasan, mungkin hanya sebagian kecil yang demikian tetapi akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Umat Islam gampang tersulut api kemarahan yang berlebihan kalau ajaran Islam dicemarkan, Nabi dilecehkan, atau kebenaran Allah diusik.&lt;br /&gt;Padahal masih banyak cara-cara beradan dan diplomatis yang belum banyak ditempuh. Padahal kalau umat Islam bersatu meskipun dengan kepelbagaian perbedaan kultur dan tingatkan pengamalan syariatnya, kalau umat Islam kokoh, siapa yang berani mempermainkan mereka?&lt;br /&gt;Kita berhak untuk marah, kita juga berhak untuk bertindak keras, karena kita bukanlah seperti Rasulullah, kita juga bukan malaikat Allah, kita hanya mampu mengikut sunnah dan perilaku Nabi tetapi kita tidak akan dapat seperti Rasulullah. Kalau memang mengikuti langkah Nabi, hendak sebagai seorang muslim kita dahulukan toleransi, kita dahulukan sikap lemah lembut sekalipun pada musuh kita, kita dahulukan musyawarah untuk mufakat, kita dahulukan apa-apa yang didahulukan oleh Rasulullah ketika memimpin umat Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-8701403586097313292?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/8701403586097313292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=8701403586097313292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8701403586097313292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8701403586097313292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2009/10/menjadi-muslim-ideal-mencari.html' title='menjadi muslim ideal, mencari kesempurnaan islam'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-1116276942913732321</id><published>2009-10-27T02:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T03:23:59.182-07:00</updated><title type='text'>Yang terbedakan dan yang terpisahkan</title><content type='html'>Terdapat sebuah negeri yang sebahagiannya tercantum dengan dihujung benua yang lebih besar dari dirinya, dan sebahagian lagi terpecah-cacah dalam bilangan pulau berpulau. Kepulauan yang dahulunya di kenal 'N'. Bahagian negeri yang berada di kepulauan secara sunatullah melindungi negeri yang tercantum dengan di hujung benua.&lt;br /&gt;Dahulu kala manusia-manusia berbondong berlabuh ke berbagai belahan negeri ini. Berbagai bangsa dari negeri-negeri yang jauh menyatu dan menciptakan bangsa yang baru. Setelah sekian ribu tahun terpisah dari moyangnya, bangsa ini lupa pada asal-usul dirinya, manakala bangsa-bangsa dari negeri-negeri jauh itu kembali mendatangi mereka.&lt;br /&gt;Bangsa baru ini cenderung mudah berpecah-belah, sehingga kini negeri yang berada di hujung benua dan negeri yang berada di kepulauan bergaduh satu sama lain. Mereka menyebut negeri mereka yang satu 'I' dan satunya lagi 'M'. Negeri yang satu telah kurun zaman berzaman melahirkan beragam budaya dan kerajaan sehingga penghuninya melebihi ambang kemampuan untuk dikendalikan. Yang pada akhirnya negeri I ini mempunyai masa lalu, tetapi lambat laun membuyarkan masa depan-nya sendiri. Sementara itu negeri M bercita-cita membangun masa depan namun masih dilamun keinginan menciptakan masa lalu yang tak dimilikinya.&lt;br /&gt;Negeri M sekarang menjadi lebih makmur karena korupsi yang tidak terlalu berlebihan dan juga jumlah penghuninya yang tidak seberapa dibandingkan dengan negeri I. Secara alamiah negeri I mempunyai jumlah cerdik pandai yang lebih, tetapi juga berbanding lurus dengan jumlah orang liciknya. Sedang negeri M mati-matian meningkatkan jumlah orang pandainya dengan berbagai suntikan dana dan kemudahan bagi melahirkan kaum intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal-hal yang tak terbedakan meskipun kedua negeri yang dulu satu itu sudah terpisahkan. Kalau salah satunya mengata-ngatai satu sama lain, sebenarnya ibarat seseorang yang meludah ke atas langit dan terciprat muka sendiri. Dunia sudah semakin tua, tetapi anak-anak bangsa ini masih asyik tenggelam dengan mimpi-mimpi untuk menjadi manusia terunggul. Lupa untuk melihat kembali bahwa dahulunya mereka tidak ada di dunia ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-1116276942913732321?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/1116276942913732321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=1116276942913732321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/1116276942913732321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/1116276942913732321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2009/10/yang-terbedakan-dan-yang-terpisahkan.html' title='Yang terbedakan dan yang terpisahkan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-3396849556111472623</id><published>2009-10-03T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T20:41:33.976-07:00</updated><title type='text'>Hukum Allah vs Hukum Manusia</title><content type='html'>Saya bukan pakar syariat Islam, juga bukan penghafal Quran, dan apalagi seorang pakar Islam. Tetapi sebagai umat yang berserah diri, kadang-kadang hal-hal seperti ini menjadi pikiran juga.&lt;br /&gt;Entah bagaimana muncul seolah-olah ada permusuhan Allah dan Manusia, antara hukum yg berasal dari Allah dan hukum yang disusun oleh Manusia.&lt;br /&gt;Sebenarnya pelik kalau menyebut bahwa ada hukum yang diciptakan manusia, karena hukum tidak diciptakan tapi desain, disusun, dan dikembangkan bahkan dimanipulasi untuk kebutuhan manusia. Dalam pembuatan hukum-hukum itu tidaklah semata-mata hanya akal manusia saja yang bekerja, didalam proses tarik ulur dan susun ulangnya pasti akan terlibat juga manusia-manusia yang juga beriman dan mengandalkan pertolongan atau ilham dari Allah.&lt;br /&gt;Allah tidaklah bermusuhan dengan Manusia, sebaliknya Manusia pun tidaklah bermusuhan dengan Allah. Hanya Syaitan bermusuhan dengan Manusia.&lt;br /&gt;Manusia dapat berbuat salah, dalam kesalahannya dapat dikarenakan oleh tipu muslihat Syaitan. Karena itu hukum-hukum yang dibuat manusia untuk kepentingan manusia sekalipun dapat terdapat kesalahan dan manipulasi Syaitan. Tetapi secara total menolak mentah-mentah bahwa hukum manusia bertolak belakang atau bermusuhan dengan hukum Allah adalah suatu cara pikir yang salah kaprah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun hukum Allah adalah hukum bagi internal dalam diri manusia secara individu. Kesalahan dalam menjalankan hukum Allah bukanlah serta-merta dihukum secara fisik, tetapi berupa dosa-dosa. Dan bagaimanapun sempurna hukum Allah ketika diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat manusia, hukum itu akan melalui proses pemanusiaan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh kasarnya adalah hukum atau syarat seorang lelaki untuk dapat kawin lagi dengan calon istri yang kedua. Syaratnya harus mendapatkan izin dari istri pertama. Nah, bagaimana bentuk, format, formalitas, legalitas, perizinan dari istri pertama adalah proses 'pemanusiaan' dari hukum Allah kepada hukum manusia. Bagaimana agar manusia tidak memanipulasi hukum Allah soal perkawinan lebih dari satu dan kurang dari lima adalah kewajiban manusia untuk terus menerus mengkaji, mengembangkan dan menyenmpurakan hukum manusianya.&lt;br /&gt;Apakah perizinan dari istri pertama cukup secara lisan? Apakah perlu ada saksi? Apakah harus dengan surat tertulis dengan cap jari dan tanda tangan? Bagaimana dengan kesaksian bahwa proses meminta izin istri pertama untuk kawin lagi ini tidaklah melalui proses manipulasi atau intimidasi?&lt;br /&gt;Banyak lagi detil-detil yang mana untuk menegakkan hukum Allah, dibutuhkan pemikiran dan kejujuran dari manusia untuk menerapkannya dan menjalankannya melalui hukum manusia.&lt;br /&gt;Kita yakin bahwa hukum Allah itu baik, tetapi bukan berarti karena hukum dari Allah itu baik, maka dalam menjalankan hukum itu dengan sendirinya menjadi baik belaka. karena justru dalam menjalankan hukum Allah itulah, manusia senantiasa diintai oleh Syaitan untuk melakukan kesilapan-kesilapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-3396849556111472623?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/3396849556111472623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=3396849556111472623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3396849556111472623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3396849556111472623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2009/10/hukum-allah-vs-hukum-manusia.html' title='Hukum Allah vs Hukum Manusia'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-3138874579592273384</id><published>2009-05-23T09:32:00.001-07:00</published><updated>2009-05-23T09:32:40.361-07:00</updated><title type='text'>Musik: Antara Mendengar dan Memainkan Sesuatu yang diHaramkan</title><content type='html'>Daripada 'Abdul Rahman bin Ghunm, katanya Abu 'Ami'r atau Abu Malik Al-Asy'ari menceritakan kepada saya, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Sungguh akan terjadi satu kaum dari umatku yang menghalalkan zina, kain sutera, arak, dan alat-alat permainan musik.” (riwayat Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Hushain diriwayatkan bahwa ia berkata Rasullulah SAW bersabda,”Umatku suatu saat akan tertimpa fitnah, pengubahan bentuk sebagian mereka, dan pembenaman tempat tinggal merek.” Sebagian sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah! Bilakah itu akan terjadi?” Rasullulah menjawab,”Apabila alat-alat musik dan para penyanyi telah memasyarakat dan banyak orang meminum khamar.” (At-Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas dua hadist diatas tampaknya telah dengan tegas memberikan peringatan keras berkenaan dengan musik. Baik mendengar atau memainkannya. Perkembangan musik saat ini sudah sangat meluas, yang terbesar tentunya ada di dunia hiburan, nyaris tidak ada hiburan tanpa diiringi musik. Disamping itu pengaruh musik yang demikian dalam pada diri manusia, sehinggalah muncul peringatan dari Rasullulah bahwa musik dapat membuat manusia lalai dan lupa beribadah kepada Allah  SWT. Karena itu, tidaklah menherankan kalau musik ini menarik hati kalangan saintis untuk meneliti dan mencari tahu tentang pengaruh musik pada emosional dan kejiwaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang musik kontemporer tidak saja terbatas hanya pada musik-musik hiburan. Orang-orang semakin menyadari pengaruh suara-suara disekitarnya. Suara sungai mengalir, angin bertiup, daun gemerisik, suara binatang (serangga) di malam hari, semuanya terdengar bagai sebuah simfoni musik dari alam. Dengan majunya teknologi, untuk menghasilkan musik dapat dilakukan tanpa menyentuh alat-alat musik langsung, dan lebih jauh lagi dapat diciptakan suara alat musik (jenis baru) tanpa merujuk jenis alat musik yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan musik tidak lagi harus berupa komposisi lengkap, sebuah suara pun dapat di program menjadi musik tersendiri. Dalam psikologi, banyak penelitian membuktikan jenis-jenis musik tertentu dapat bermanfaat sebagai terapi penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, suara dalah hal yang penting. Dalam panggilan shalat melalui suara Adzan, dan dalam membaca Al-Quran yang dilagukan. Sejak lahir manusia disadarkan oleh suara Adzan ketika ia lahir sebagai bayi dan dilaungkan adzan ditelinganya oleh sang ayahanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik terlepas dari lirik atau syair lagunya, kini banyak dijadikan alat terapi kejiwaan. Musik dapat membantu menolong pembentukan jiwa seseorang sejak ia masih dalam kandungan, demikian penelitian musik mendapatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullulah menganjurkan kita membaca Al-Quran dengan lagu yang seindah-indahnya. Tersirat didalamnya bahwa banyak manfaat dari membaca Al-Quran. Kalau saja musik dapat memberi manfaat yang begitu banyak, bagaimana kiranya dengan bacaan Quran yang didendangkan sejak dari jabang bayi? Ini  tentunya menjadi suatu penelitian yang mempertebal keimanan umat Islam, dan tentunya merupakan suatu rahmat bagi umat manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist-hadist yang melarang musik ada banyak, penulis merujuk diantaranya 4 (empat) buku oleh pengarang yang berlainan dan mendapati beberapa hal yang menarik. Sementara terlepas dari persoalan halal dan haram terlebih dulu:&lt;br /&gt;Alat musik (atau kegiatan bermusik) selalu disebutkan bersama-sama dengan; kain sutra (mungkin dimaksudkan sebagai pakaian mahal), tarian (dan penari-penari), khamar (arak), dan pesta pora.&lt;br /&gt;Arak meski diharamkan dengan tegas dalam Quran, tetapi proses penuruan ayat melarang keras arak melalui tahapan-tahapan, dimulai dari akibat minum arak orang bertengkar, kemudian berkelahi hingga berakibat saling berbunuhan.&lt;br /&gt;Semua hadist yang melarang musik menunjukkan pertanda-pertanda bagaimana musik itu berad dan akibat keberadaanya. Misalnya musik dimainkan saat orang berpesta pora dan mabuk-mabukkan, atau musik yang membuat orang larut berlebihan ke dalam perasaan sehingga lupa waktu untuk beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya kesan musik mempunyai akibat buruk itu bisa kita temui misalnya di diskotik dan pesta pora yang berlebihan, tapi bukanlah musik yang menciptakan kegiatan itu, melainkan manusia yang merancangnya dan musik adalah bagian dari memeriahkan rancangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kenyataan yang berbeda sekali manakala musik digunakan dan dikreasikan untuk mencari ketenangan hidup atau relaksasi. Tidak hingar bingar, bukan pesta pora, tari-menari, tidak pula arak dan juga pakaian mahal. Untuk relaksasi seseorang perlu membiasakan kesederhanaan hidup. Bagaimanapun, musik adalah duniawi dan kreasi manusia sehingga ada batasan yang tidak boleh dicampur dengan kegiatan ibadah yang sakral, karena memang bukan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik secara akal maupun iman, tidaklah pantas seseorang membaca Quran sambil membunyikan audio musik sekecil apapun dengan alasan apapun. Membaca Quran membutuhkan konsentrasi dan membacanya dengan setepat mungkin. Lantunan musik akan mengintervensi konsentrasi itu dan apabila ada syair lagu yang terdengar akhirnya akan melalaikan pembacaan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan shalat diselingi suara musik juga bukan pada tempatnya. Tidak mungkin mendengarkan bacaan shalat sambil diiringin lantunan musik. Akal dan iman yang benar dan lurus tentu tidak akan membenarkan hal ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik tidak pernah menjadi bagian dari dakwah Rasullulah, selain sebatas melagukan (memperindahkan) bacaan Al-Quran, Rasullulah hanya menginzinkan musik untuk keperluan 'private', seperti majelis perkawinan, perayaan hari raya, itupun dengan tidak berlebihan. Oleh sebab itu, mengharamkan musik secara mutlak menjadi sesuatu yang tampak berlebihan. Sebaliknya menganjurkan musik untuk alat dakwah juga perlu kehati-hatian. Suara adalah musik sejati, dan suara adalah seni yang tertinggi yang jangan disalah gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala, musik hanyalah untuk tujuan sakral, tetapi sekarang musik berkembang menjadi beragam dan ada dimana-mana. Dahulu musik dimanfaatkan untuk meningkatkan jiwa manusia dan berhubungan dengan Sang Khalik, sekarang kebanyakan musik lebih kepada kepuasan fisik dan psikis manusia. Apa yang diwanti-wanti oleh Rasullulah sudah terjadi:”...sungguh akan terjadi satu kaum dari umatku yang menhalalkan zina, kain sutera, arak dan alat-alat permainan musik...,”dan manakala hal itu sudah memasyarakat artinya,”...umatku suatu saat akan tertimpa fitnah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, perlakuan mengharamkan atau menghalalkan musik tidak akan banyak berarti bila hanya sebatas retorika. Untuk mengubah itu semua adalah 'hati nurani', cahaya yang membentuk akhlak mulia dalam diri manusia yang perlu senantiasa dinyalakan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-3138874579592273384?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/3138874579592273384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=3138874579592273384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3138874579592273384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3138874579592273384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2009/05/musik-antara-mendengar-dan-memainkan.html' title='Musik: Antara Mendengar dan Memainkan Sesuatu yang diHaramkan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-5382123637662819070</id><published>2009-05-06T04:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T04:27:05.405-07:00</updated><title type='text'>Mencuri</title><content type='html'>Seringkali kita terburu-buru dalam solat, terlebih lagi selalu jadi kebiasaan saat ruku' dan sujud bacaan memuji kesucian dan ketinggian Allah malah cepat dan kurang dihayati. Rasulullah sudah pernah menasihatkan bahwa yang dimaksud dengan mencuri di waktu solat adalah orang yang ruku' dan sujud-nya tidak sempurna. Ketergesa-gesaan dalam bacaan ruku' dan sujud, barangkali termasuk 'mencuri' juga.&lt;br /&gt;Hikmah dari nasihat ini kupikir berkaitan dengan kehidupan. Orang yang menyia-nyiakan hidupnya adalah orang yang mengabaikan atau kurang memperhatikan pekerjaan-pekerjaan kecil. Seperti dalam solat, bacaan ruku' dan sujud adalah yang paling ringkas dan sederhana, tetapi seringkali kita teledor dalam melakukannya. Dalam hidup ini kita suka mengejar hal yang besar-besar dan meremehkan kesempurnaan dalam mengerjakan hal-hal sederhana. Kalau memang itu kita lakukan, perlulah kiranya kita untuk mawas diri dan cepat menyadarinya sebelum akhirnya kita menyesal telah melakukan banyak kesia-siaan dalam kehidupan fana yang sebentar saja ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-5382123637662819070?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/5382123637662819070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=5382123637662819070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5382123637662819070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5382123637662819070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2009/05/mencuri.html' title='Mencuri'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-785016029341700199</id><published>2008-11-20T03:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T03:59:31.791-08:00</updated><title type='text'>Back to Zero</title><content type='html'>Back 2 Zero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke titik Nol. Angka '0'atau diucapkan nol selalu berarti sebuah ketiadaan, yang dapat berarti sebuah permulaan.&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya ketika kita harus memulai lagi semuanya? Seperti sebuah komputer yang di restart kembali, dan barangkali ada program-program yang perlu di install kembali.&lt;br /&gt;Begitulah diriku saat ini.&lt;br /&gt;Kembali ke titik Nol. Segala sesuatu yang telah kusiapkan, yang ingin kubangun, yang ingin kutuju, segalanya harus dimulai kembali. bagaimana rasanya kalau kita harus meninggalkan apa-apa yang sebelum ini kita miliki atau kita cita-citakan? Memulai sesuatu yang baru dari ketiadaan.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ada satu kenyataan yang tak terhindarkan. Kita harus kembali pada diri sendiri, melakukan dan bekerja untuk diri kita sendiri. Berjuang sendiri, jangan bermimpi atau berharap akan ada orang lain yang mau bermimpi bersama kita, apalagi berjuang bersama kita untuk sesuatu yang kita cita-citakan.&lt;br /&gt;Aku harus memulai segala sesuatunya kembali, menyusun kembali rencana-rencanaku. Menyusun kembali cita-cita hidupku, dan memikirkan kembali cara-cara yang berbeda total dari yang sebelumnya telah kupersiapkan. Tidak ada jalan kembali ketika kita harus memulai segalanya kembali. Kembali ke titik nol bukan berarti sebuah jalan memutar untuk mengulangi hal-hal yang pernah kita lewati, tetapi memulai dari awal kembali. Banyak hal yang dulu kita harapkan harus segera dilupakan. Apa yang masih tersisa kita jaga dan rawat agar kita tak terputus dari sejarah. Tetapi apa yang ada di depan harus kita rajut kembali dengan imajinasi dengan struktur agar tidak kalang kabut.&lt;br /&gt;Kadang-kadang rasa kecewa itu timbul, tapi mudah-mudahan ia tidak menjadi kabut penghalang pandangan.&lt;br /&gt;Kembali ke titik nol, begitulah yang kurasakan saat ini, seperti mencari-cari pijakan yang hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-785016029341700199?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/785016029341700199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=785016029341700199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/785016029341700199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/785016029341700199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/11/back-to-zero.html' title='Back to Zero'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7173825264135229874</id><published>2008-09-03T12:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T12:32:01.631-07:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Memahami Islam 18</title><content type='html'>Memasuki bulan ramadhan, selalunya kita dengar bahwa 'Ramadhan' adalah tamu, sesuatu yang terdengar klise dan klasik.&lt;br /&gt;Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya kitalah yang menjadi tamu Allah dan Allah SWT menyediakan ruang tamu itu di bulan Ramadhan (yang terberkati ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana-mana ustadz dan ustadzah berlomba-lomba memberikan ceramah agama, sayangnya masih lebih banyak yang tenggelam dalam ucapan-ucapan bersifat klise, protokoler, dan seremonial tanpa kesungguhan yang datang dari dalam, dari pengalaman atau dari pemahaman dari pembacaan.&lt;br /&gt;Kemunduran secara material umat Islam saat ini seringkali disalahkan akibat kemunduran moral keagamaan umat Islam itu sendiri dan ini sering dilimpahkan kesalahannya pada umat semata. Kekalahan ini adalah akibat dari dalam diri umat Islam sendiri, seorang penceramah agama berkata tanpa merinci siapakah umat Islam itu, dan apakah ustadz/dzah dan ulama itu termasuk di dalamnya atau tidak?&lt;br /&gt;Para penceramah agama seringkali hanya mengulang-ulang apa yang anak-anak sampai nenek-nenek sudah mengetahuinya. Tanpa ada usaha menyegarkan kembali dengan contoh-contoh yang lebih memberi pencerahan bagi pendengarnya.&lt;br /&gt;Misalnya tentang perlukah menghafal atau mengetahui makna tiap-tiap bacaan solat. Dijawab sekenanya bahwa itu diharuskan karena dalam setiap waktu kita selalu belajar dan belajar sepanjang hayat. Ini adalah ungkapan klise yg semua orang sudah tahu, alangkah lebih baiknya kalau si penceramah agama memberikan penjelasan yang mengajak pendengarnya ikut berpikir.&lt;br /&gt;Mengajak umat berpikir adalah cara Allah yang terungkap selalu dalam surat-surat Al Quran: Tidakkah kamu berpikir?&lt;br /&gt;maka alangkah baiknya kalau ada alternatif penjelasan mengapa dalam solat kita perlu belajar mengetahui makna dan arti setiap bacaan sepanjang melakukan solat itu misalnya: adalah karena solat adalah 'doa'. Arti yang sederhana ini mendapat makna mendalam setelah datangnya perintah 'solat' dalam islam yang berarti rukun ibadaha yang dimulai dari takbiratul ihrama hingga salam penutup. Ada adab-adab yang tersusun rapi dalam melaksanakan 'doa' dalam islam ini. Dan sebagai sebuah 'doa' apakah kita tidak ingin mengetahui apa yang kita doakan itu? Kalau kita manusia normal, tentu saja iman kita yang sederhana sekalipun ingin berdoa dan mengetahui apa yang kita doakan sepanjang solat itu. karena itu mengetahui makna ucapan-ucapan dalam solat adalah sesuatu yang 'common sense', sesuatu yang harafiah sesuatu yang menjadi sebuah fitrah bagi manusia yang meyakini doa kepada Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7173825264135229874?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7173825264135229874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7173825264135229874' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7173825264135229874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7173825264135229874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/09/seorang-umat-yang-belajar-memahami.html' title='Seorang Umat yang Belajar Memahami Islam 18'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-6007083942295395280</id><published>2008-06-16T15:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T16:13:57.467-07:00</updated><title type='text'>Sepotong Doa untuk Hamba</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya Allah, Tuhanku yang Maha Mulia. Jadikanlah hambaMu ini kebaikan bagi kedua orangtua hamba, kebaikan bagi saudara-saudara hamba, kebaikan bagi teman-teman hamba, dan kebaikan bagi orang-orang disekitar hamba. Tolonglah hambaMu ini agara dapat membalas budi baik orang-orang yang telah menolong hamba, baik yang hamba ketahui maupun tidak, baik yang sengaja maupun tidak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-6007083942295395280?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/6007083942295395280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=6007083942295395280' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6007083942295395280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6007083942295395280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/06/sepotong-doa-untuk-hamba.html' title='Sepotong Doa untuk Hamba'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-5518558046488935547</id><published>2008-06-12T16:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T16:15:56.234-07:00</updated><title type='text'>Malaikat dan Syaitan</title><content type='html'>Sungguh aneh mengapa 'syaitan' yang mengenal Allah dan tahu kalau azab Allah sangat keras berani membangkang. Alasannya adalah karena kesombongannya. Sungguh menakutkan rasa 'sombong' ini, mudah-mudahan kita selalu dilindungi dari perasaan sombong itu, dan kalaupun terbersit semoga kita ditolongNya agar cepat mengisyafi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar pemahaman saya bermain-main dengan pikiran yang mungkin berbahaya bagi orang yang salah mengira sebagai sesuatu yang serius dan benar. Syaitan dan Malaikat belum mempunyai 'pekerjaan' khusus mendampingi manusia sebelum Adam dan Hawa diciptakan.&lt;br /&gt;Pekerjaan syaitan untuk menggoda, dan pekerjaan malaikat untuk mencatat dan melaksanakan perintah Allah yang berkenaan dengan kehidupan manusia. Semuanya bermula karena Sunatullah dengan penciptaan manusia sebagai khalifah di dunia.&lt;br /&gt;Sesuatu hal yang barangkali kita anggap sebagai metafora di dunia fana ini besar kemungkinannya adalah sesuatu yang wujud nyata di alam akhirat kelak. Misalnya Cahaya dimana para malaikat diciptakan. Kita mengetahui konsep cahaya yang terang menerangi, tetapi bukan berarti cahaya dimana para malaikat dilahirkan itu seperti cahaya yang berasal dari bola lampu pijar ataupun cahaya bintang matahari. Demikian juga dengan api tempat asal syaitan diciptakan, bukan berarti api itu api kompor gas atau jilatan api dipermukaan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat adalah mahkluk ciptaan Allah yang penurut, dan Allah sekali-kali bukan seperti manusia yang kalau punya hamba penurut lalu sesuka hati berbuat sewenang-wenang. Meskipun Allah mempunyai kekuasaan untuk berbuat apa saja tetapi tidak berarti Malaikat yang penurut dijadikan Allah sebagai alat kesewenang-wenanganNya. Demikian juga dengan syaitan, meskipun ia diciptakaNya sebagai oposisi dari sifat-sifat Malaikat yang penurut, Allah tidak sewenang-wenang membuat syaitan membangkang tak menentu. Pembangkangan syaitan mempunyai sebab, dan penyebab pembangkangan itu adalah rasa sombong sehingga ketika Allah menciptakan Adam dan menyuruh para malaikat dan syaitan untuk bersujud, syaitan menolak dan membangkang kepada perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ia tahu kesalahannya akan dihukum sangat berat oleh Allah. Dan azab paling pedih yang harus ia terima adalah berasal dari ucapan dan tantangannya sendiri terhadap Allah, yaitu harus menggoda manusia selama-lamanya hingga tiba hari kiamat. Syaitan menantang bahwa manusia yang Allah ciptakan itu lebih rendah dari dia, manusia tidak akan menerima keberadaan Allah pencipta mereka. Ia akan menggoda dengan berbagai cara dan dari berbagai arah. Cara baik-baik maupun cara yang menakutkan. Karena itu umat manusia harus berupaya terus menerus tawadlu rendah hati dan insyaf agar dapat membuka selubung-selubung hati yang ditutupi oleh godaan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan inilah yang dirasakan oleh penulis sangat berat. Semakin kita ingin cepat membuka selubung itu semakin sulit dan berat, dan semakin mudah tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya syaitan akan menyerah kalau manusia berhasil membuktikan dirinya adalah mahkluk ciptaan Allah yang pantas memegang kekhalifahan di dunia. Kalau seluruh umat manusia dapat membendung diri dari godaan syaitan, maka pada saat itulah Allah membuktikan kesalahan nyata dari keraguan dan pembangkangan syaitan. Dan pada saat itu pulalah, syaitan akan menyerah dan dengan demikian berakhirlah hukuman baginya untuk menggoda manusia. Kiamat datang, dan masing-masing mahkluk Allah akan ditimbang dan diberi balasan sesuai amal dan perbuatannya. Demikian juga malaikat dan syaitan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-5518558046488935547?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/5518558046488935547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=5518558046488935547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5518558046488935547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5518558046488935547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/06/malaikat-dan-syaitan.html' title='Malaikat dan Syaitan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-3613092886154737259</id><published>2008-05-25T18:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T18:41:48.997-07:00</updated><title type='text'>...kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. 17:16)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Negeriku tercinta. Sudahkah tiba waktunya untuk bangkit (menjadi sadar kembali) dari tidur panjangnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Surah Al Israa’ ayat 16 itu benar-benar sesuai mencerminkan keadaan negeri kita ini. Tidakkah kita dengar berbagai perbincangan, diskusi dan debat di berbagai media tentang kebangkitan nasional, kebangkitan bangsa, dan kebangkitan harga diri manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun adakah kita dengar sejurus tentang kebangkitan ‘akhlak’ didengungkan oleh sesiapa (yang bukan penceramah agama)? Adakah kita berbicara tentang kembali kepada fitrah manusia sebagai makhluk yang ber-Tuhan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akh, itu omong kosong saja. Mungkin dianggap naif, dengan melihat kondisi negeri kita untuk berbicara soal akhlak manusia dan perihal Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengarlah nasihat peringatan Allah pada ayat tersebut diatas… Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). Negeri kita &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; tercinta sudah bukan rahasia lagi selama ini dikuras kekayaannya oleh pembesar-pembesar negeri kita, dijual sebagai bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ekspor dan sebagainya, hasilnya sebagian besar masuk ke kantong-kantong pribadi mereka dan lahirlah segolongan orang-orang kaya. Kaya disini janganlah dianggap orang mampu yang punya rumah besar, pembantu banyak, tukang kebun, televisi layar lebar, mobil-mobil mewah, tidak orang kaya di negeri ini bukan sekedar materi seperti itu. Kekayaan yang dikatakan Allah adalah mereka segolongan orang yang kaya raya sehingga seharusnya mereka mentaati perintah Allah untuk menggunakan kekayaannya di jalan yang lurus, membangun negeri ini dengan kekayaannya, justru berbuat munkar. Allah berikan mereka kekayaan dan kekuasaan agar dapat merubah nasib rakyat dalam negerinya. Mereka mampu…. Tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka akibatnya sekarang negeri &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengalami kehancuran yang sehancur-hancurnya. Para penguasa yang kaya raya selama memerintah negeri ini telah mengakibatkan kerusakan parah di berbagai sendi perikehidupan negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Ekonomi morat-marit, kehidupan sosial carut-marut, tidak adanya strategi kebudayaan, rakyat yang miskin harta miskin pula jiwanya, apakah lagi yang tersisa? Tidak ada lagi kehancuran yang perlu ditunggu, karena kehancuran itu sudah didepan mata dan sama-sama kita alami. Bencana alam sudah berulang kali.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita saksikan bersama, orang-orang berada yang takut jatuh miskin berniaga dengan akal-akalan menipu supaya tampak halal, pengusaha menipu-nipu membeli minyak bersubsidi, penjual minyak bersubsidi menyusah-nyusahkan masyarakat, pupuk bersubsidi diekspor, pupuk untuk petani dipalsukan, jalanan dibiarkan rusak sementara anggaran terus diminta, kesejahteraan pribadi lebih diutamakan padahal dia adalah pelayan masyarakat, mengurus ktp sebulan tak siap-siap dengan alasan materai kosong, orang-orang berlagak miskin supaya dianggap sah berbuat salah, berbuat kriminal dengan alasan hidup susah, tidak ada disiplin dalam hidup tetapi tetap berharap mau hidup enak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adakah kebangkitan kembali dari kehancuran ini? Harapan kita satu-satunya adalah sabar dan tawakal (berpikiran positif) kepada Allah semata. Meminta keridhaanNya agar menumpahkan air Hidayah dari langit agar dapat membersihkan jiwa-jiwa yang gelap pada diri manusia-manusia yang telah diberikan kemampuan untuk merubah nasib bangsa dan memimpin di negeri ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalau para pemimpin negeri dan bangsa ini berbuat mungkar, siapa lagi yang dapat merubah nasib bangsa ini? Pemimpin mulai dari bapak dan ibu lurah, kepala lorong, anggota-anggota dpr dprd, para pengusaha, para pimpro, hingga kepada presiden dan panglima tertinggi di negeri ini, mampukah bangkit dari ketidaksadaran bahwa manusia Indonesia ini sudah lama tertidur dan tidak sadar bahwa telah mendarah-dagingkan berbagai kemungkaran sebagai kebiasaan. Haram dihalalkan, seperti korupsi tetapi dianggap bukan korupsi, berbagai tipu daya, mengolah-olah supaya tidak keliatan korupsi dan dianggap sah secara undang-undang. Memang manusia bisa ditipu, tapi hati sendiri dan Allah tidak mungkin ditipu. Kalaulah memang hati nurani sudah gelap tertutup, maka tidak akan pernah dapat kita harapkan kebangkitan apapun dari jiwa-jiwa yang seperti itu. Sungguh malulah kita untuk meminta hidayah diturunkan oleh Allah untuk mereka. Wallahualam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-3613092886154737259?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/3613092886154737259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=3613092886154737259' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3613092886154737259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3613092886154737259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/05/kemudian-kami-hancurkan-negeri-itu.html' title='...kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-2450136669894912264</id><published>2008-04-23T22:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T22:27:40.196-07:00</updated><title type='text'>Mondar - mandir</title><content type='html'>Sebagai seseorang yang mengaku muslim, terdapat sebuah kekangan dalam ketakutan tersesat. Banyak juga buku-buku yang menyatakan apa-apa yang disampaikannya adalah demi kemaslahatan umat semata. Dalam buku-buku semacam itu dikutip dari berbagai sumber yang menyoroti beberapa nama dan karya tulis cendikiawan muslim yang dianggap telah tersesat, sebagian dituduh kafir sebagian dituduh zindiq atau setidaknya dituduh kaum munafik. Buku-buku semacam itu disertai dengan ancaman yang dinisbatkan menurut hukum dalam Quran dan hadist, sehingga sesiapa yang membaca apalagi sampai mempelajari tokoh-tokoh 'sesat' beserta karya-karyanya akan menjadi pengikut hingga ke neraka kelak. Alangkah menakutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Aku yang sejak duduk di kelas menengah pertama menyukai bacaan bersifat keislaman, relijiusitas dan renungan-renungan spiritual, disamping membaca komik, menjadi sangat takut bersentuhan dengan subjek-subjek yang dituduhkan oleh buku-buku semacam itu. Sehingga membutuhkan waktu tiga tahun sebelum Aku memberanikan diri membaca tulisan Nietzsche.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah lama bersentuhan dengan subjek-subjek larangan semacam itu, Alhamdulillah, saya menjadi kenal dan tahu duduk permasalahan manusia. Dan sungguh Allah itu Maha Besar, dan sungguh hebat senjata Akal yang diberikan Allah SWT yang disertai pasangan senjata-Nya yaitu Iman. Pusat ilmu dalam keislaman adalah sang Khaliq, sedangkan pusat ilmu di luarnya banyak berpusat pada manusia sendiri, dan kecenderungan terakhir justru pusat ilmu tersebut hendak dimusnahkan. Ilmu menjadi tidak mempunyai pusat, terjadi banyak titik temu-titik temu persinggungan yang mudah membawa kepada kebingungan. Masing-masing ilmu menjadi terspesialisasikan, masing-masing menciptakan legitimasinya sendiri, masing-masing menciptakan dan meniadakan pusat-pusat ilmunya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-2450136669894912264?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/2450136669894912264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=2450136669894912264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2450136669894912264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2450136669894912264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/04/mondar-mandir.html' title='Mondar - mandir'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-8947781674805556563</id><published>2008-04-10T18:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T18:32:25.122-07:00</updated><title type='text'>cuma 60juta-an....</title><content type='html'>"Tertangkap tangan masa' hanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RP 4 juta&lt;/span&gt; (di kamar, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;67 juta &lt;/span&gt;di mobil). Itu namanya menghina anggota DPR," demikian kata Wakil Ketua Fraksi PPP, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lukman Hakiem&lt;/span&gt; di DPR dalam rangka membela tersangka korupsi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Amin Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari pernyataan ini tersirat bahwa kalau korupsi cuma RP. 60jutaan itu menghina namanya, seharusnya lebih dari itu. Yah, memang sudah menjadi rahasia umum, kalau pejabat teras kita korupsinya tentu tidak sesedikit itu. Kalau cuma segitu tentu saja Indonesia kita tidak terpuruk senista sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa para ulama belum juga tampil dengan lantang seperti Slank menyuarakan suara rakyat perihal perbuatan busuk pejabat pemerintah kita yang menyelewengkan amanah? Menunggu bukti-bukti apalagi untuk mengamalkan amar ma'ruf nahi mungkar? Apakah takut di tuduh memfitnah hanya karena tidak bisa memberikan bukti-bukti konkrit, meskipun kerusakan akibat penyelewengan itu berdampak jelas di kehidupan masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-8947781674805556563?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/8947781674805556563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=8947781674805556563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8947781674805556563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8947781674805556563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/04/cuma-60juta.html' title='cuma 60juta-an....'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-6840296744517427053</id><published>2008-04-08T16:39:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T16:40:50.271-07:00</updated><title type='text'>Siapakah Allah?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; satu kesalahan redaksional yang selalu kita, umat islam yang awam alami tetapi tidak menyadarinya, yaitu apabila ditanya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Siapa / Apa nama Tuhan-nya orang Islam?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“What is a moslem God’s name?”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ini adalah pertanyaan yang tidak tepat. Tidak ada yang namanya Tuhan umat Islam, yang ada adalah Tuhan seluruh umat manusia, Tuhan seru sekalian alam. Itulah jawaban yang Quran berikan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tetapi seringkali secara spontan kita terbiasa menjawab,”Allah! Allah S.W.T!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah benar nama Tuhan itu Allah? Apakah Allah itu sebuah nama?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali kita coba merujuk kepada Quran dan kesepakatan para ulama, bahwa Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama-nama. 99 nama Allah, itulah nama-nama Tuhan manusia, nama-nama Tuhan seru sekalian alam. Allah sendiri bukanlah sebuah nama dari Tuhan, Allah adalah Tuhan. Ini adalah masalah kesalahan redaksional penerjemahan dari bahasa Quran yang menggunakan bahasa arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Allah, illah, illahi, merujuk pada maksud yang sama yaitu Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena itu dikatakan 99 asma Allah, dan Allah sendiri bukanlah sebuah nama. Kalau Allah pun adalah sebuah penamaan terhadap Tuhan artinya ada 100 nama. Dan kalau merujuk kembali ke zaman jahiliyah di jazirah arab, maka akan terjadi kesalahpahaman bahwa Allah hanyalah salah satu nama-nama Tuhan orang arab yang berhasil mengalahkan penyembah-penyembah Tuhan yang lainnya. Ini tentu salah kaprah, karena Allah adalah Tuhan, bukan salah satu dari nama Tuhan-tuhan rekaan manusia.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena itu apabila sewaktu-waktu kita ditanya,”Siapa Tuhanmu?” maka di jawablah dengan Allah lillahi ta’ala.&lt;br /&gt;Tetapi kalau ditanya,”Siapa nama Tuhan orang islam?” maka di jawablah dengan Tuhan umat manusia adalah Allah lillahi ta’ala. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-6840296744517427053?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/6840296744517427053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=6840296744517427053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6840296744517427053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6840296744517427053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/04/siapakah-allah.html' title='Siapakah Allah?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-3298053985818384162</id><published>2008-03-16T19:55:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T19:59:49.036-07:00</updated><title type='text'>Kembang Zaman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Kembang-kembang zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Seorang muda memenungi hati, sedang matanya menatap hampa pada layar kaca yang coba menghibur dirinya. Ketika itu mega-mega terselubung sutra biru di kedalaman kencana hatinya. Dari langitnya turunlah beratus melati putih, bagai salju turun ke bumi hingga putihlah seluruh mukanya. Kemudian ia rasakan dingin yang menghunjam relung-relung mimpinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dalam kedinginan, aku nyatakan cintaku padamu, wahai gadis yang memiliki wajah sejuta bidadari. Menebar harum semerbak melati-melati diselubung cahaya yang memekarkan kembang-kembang zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aku mengasihinya dengan cinta yang runtuhkan langit-langit keangkuhan masa. Laksana bidadari yang merenggut nafas abadi kehidupan dan melepas kelelahan perjalanan maut jiwa yang mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aku mencintaimu, gadis dengan biduri indah di rambut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Biuskan aku oleh keharuman budimu, yang melayangkan aku ke langit tujuh dan hempaskan aku ke buaian kasih abadi. Hilangkan akalku oleh keindahan rupa manismu yang datangkan lebah pengisap madu, pemberi kehidupan kembang-kembang zaman. Kemerduan helaan nafasnya membangkitkan kekuatan roh bagi pelaut untuk menenangkan gejolak badai samudra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aku jatuh hati padamu, gadis dengan bibir indah tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Sentuhlah jiwaku dengan kehangatan kasih jiwamu, yang abadikan roh-roh yang saling mencinta. Lalu datang dan peluklah diriku dengan kerinduanmu. Kalbu keheningan malam sunyi yang bisu, mengelukan lidahku dan menjadikan ungkapan perasaanku terepenjara jauh di dasar kepiluan hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aku mencintaimu, dari dalam dasar hatiku yang meluas bagai samudra tak bertepi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Yang memberiku matahati yang bersinar lebih suci dari keangkuhan matahari di atas sana. Cinta yang ringankan bebanku kala melangkah jauh, serta beningkan mataku ketika rohku memandang keindahan kembang-kembang zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dan cintaku padamu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Bagai rama-rama mencari jalan ke relung kasih jiwamu dikala malam dengan sinarnya yang terangi kegelapan dan membuat rembulan tersipu malu di peraduannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;Seperti penari di lantai dansa yang memberikan kebahagiaan bagi penikmatnya,&lt;br /&gt;Tiada lebih indah dari syair pujangga yang tengah dilanda asmara,&lt;br /&gt;Tak lebih harum dari wewangian surgawi para malaikat,&lt;br /&gt;Tak lebih baik dari mereka yang mengumbar cintanya dan membagi-bagi anugerah kenikmatan tubuh bagi yang menyukainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Cintaku padamu, wahai gadis yang bukan kasihku,&lt;br /&gt;Hanyalah kebodohan yang meracuni hidup manusia,&lt;br /&gt;Kesederhanaan yang memuliakan kembang-kembang zaman,&lt;br /&gt;Dan memberi kebebasan jiwaku dari belenggu kekeringan hatiku, Aku terbakar oleh cintamu dan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99.4pt; text-indent: 28.4pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;"  lang="EN-AU" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aku mencintaimu,&lt;br /&gt;Tiada kurang, tiada berlebih.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-3298053985818384162?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/3298053985818384162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=3298053985818384162' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3298053985818384162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/3298053985818384162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/03/kembang-zaman.html' title='Kembang Zaman'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-4651612999901382099</id><published>2008-03-16T19:11:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T19:15:25.062-07:00</updated><title type='text'>PadaMu Tuhan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;Sukma Cinta-ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Inilah doa-ku,&lt;br /&gt;yang bangkit dari sukma fajar kedalaman hatiku,&lt;br /&gt;Meratapi desah sendu pilunya batin,&lt;br /&gt;Dahaga akan pinta kasih darimu,&lt;br /&gt;Harapkan Melati indah mengembang,&lt;br /&gt;Manis mengecup sejuknya sinaran mentari,&lt;br /&gt;Hingga menyentuh denting kalbu yang kesunyian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Inilah mohon-ku,&lt;br /&gt;Pada Tuan meminta belas kasihan,&lt;br /&gt;Mengampuni diri bila mengasihi Dinda,&lt;br /&gt;Puspa t'lah terkirim lewat langit,&lt;br /&gt;Melalui teratai-teratai putih yang mengangkasa,&lt;br /&gt;Dijemput sang Bayu sampai di tujuan,&lt;br /&gt;Terbang bersama rama-rama yang indah bercahya,&lt;br /&gt;Lewati arus sungai-sungai,&lt;br /&gt;Di antar kegelapan malam dan benderangnya siang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Inilah sembah-ku,&lt;br /&gt;Yang kupanjatkan pada lorong-lorong rindu hatiku,&lt;br /&gt;Kusembahkan air tubuhku,&lt;br /&gt;Hingga kerontang rongga-rongga jiwaku,&lt;br /&gt;Sampai terenggut nafas cintaku yang hanya satu,&lt;br /&gt;Oleh manisnya racun senyumanmu,&lt;br /&gt;Derita dalam langkah jariku,&lt;br /&gt;Kebekuan dalam cairan otakku,&lt;br /&gt;Lidah pun mengelu hingga tak terucapkan kata-kata,&lt;br /&gt;Tinggalkan keperihan dukaku,&lt;br /&gt;Yang mengambang dalam khayal kasihku padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Inilah cinta-ku, yang lahirkan kembang-kembang dosa,&lt;br /&gt;Dosa-dosa yang lahirkan penghukuman,&lt;br /&gt;Penghukuman yang ciptakan neraka-neraka di hati,&lt;br /&gt;Di dalam neraka itulah kuleburkan segala nafsu,&lt;br /&gt;Api-api suci cinta yang membakari menara keangkuhan,&lt;br /&gt;Dan kupasrahkan diri ini ke dalamnya,&lt;br /&gt;Sampai sucilah diri-ku,&lt;br /&gt;Lalu kusaksikan putihnya pancaran cahaya kasihMu&lt;br /&gt;Yang tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt; di cermin nurani hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tuanku,&lt;br /&gt;Pertunjukkanlah kasihku padanya,&lt;br /&gt;Sejukkanlah cintaku ke dalam nafas hidupnya,&lt;br /&gt;Dalam segala fajar milikku,&lt;br /&gt;Dalam sinaran yang telah disucikan,&lt;br /&gt;Dalam kerinduan yang luluh,&lt;br /&gt;Kasihilah daku, ya, Tuanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kudekatkan diri padanya,&lt;br /&gt;Dan kujauhkan dendam daripadanya,&lt;br /&gt;Kusembahkan doa-doaku baginya,&lt;br /&gt;Hingga daun-daun pun kering berguguran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Di dalam sukma cinta-ku,&lt;br /&gt;Kusaksikan air kasih cintanya telah ia curahkan,&lt;br /&gt;Ke dalam telaga tiap-tiap hati,&lt;br /&gt;Yang harapkan balas kasih mereka,&lt;br /&gt;Namun Aku manusia,&lt;br /&gt;Yang hidup dalam ketakutan,&lt;br /&gt;Yang mengalirkan kekeringan dalam telaga hatiku,&lt;br /&gt;Yang rapuhkan iman dalam nuraniku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Di dalam sukma cinta-ku,&lt;br /&gt;Aku berdoa,&lt;br /&gt;Aku memohon,&lt;br /&gt;Aku sembahkan,&lt;br /&gt;Aku bercinta,&lt;br /&gt;Aku nikmati derita kasihku padaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-4651612999901382099?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/4651612999901382099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=4651612999901382099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4651612999901382099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4651612999901382099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/03/padamu-tuhan.html' title='PadaMu Tuhan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7044408766058491528</id><published>2008-03-16T08:08:00.001-07:00</published><updated>2008-03-16T08:08:40.158-07:00</updated><title type='text'>ketika seseorang tiada berdaya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika orang tak berdaya, dan ia tak punya tempat untuk berpaling memohon pertolongan, sedangkan hatinya t’lah melupakan Sang Khaliq maka kekerasan adalah jalan pintas untuk membalas. Ketika pertolongan yang diharapkan tak kunjung tiba sedangkan jiwa seseorang itu tak mampu lagi menarik hikmah dari kejadian yang menimpa dirinya, maka sekali lagi kekerasan adalah jalan pintasnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Si Miskin yang miskin harta sekaligus miskin jiwanya berjumpa dengan Si Kaya yang kaya harta tapi miskin jiwanya seperti Si Miskin. Si Miskin berburuk sangka, demikian pula Si Kaya berburuk sangka pula. Si Miskin karena kemiskinannya berpikir Si Kaya-lah penyebab kemiskinan-kemiskinan di dunia. Si Miskin yang karena kemiskinannya kurang makan ditambah pula miskin jiwanya pada akhirnya menjadi bermalas-malasan. Sedangkan Si Kaya karena kesuksesannya menjadi lahap makan tak kenyang-kenyang, enak kurang enak, sedap kurang sedap, sementara jiwanya tetap kosong kelaparan pada akhirnya menjadi bermalas-malasan juga.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Si Miskin ini lalu berpikiran jahat pada Si Kaya, dan Si Kaya dengan sendirinya juga berprasangka Si Miskin ini berniat jahat. Si Miskin menyangka semua orang kaya adalah sama, demikian pula Si Kaya menyangka semua orang miskin adalah sama.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Si Miskin merampok Si Kaya tapi Si Kaya punya Si Tukang Kepruk, habislah Si Miskin kena kepruk dan lari tunggang-langgang. Yang lebih menyedihkan Si Miskin punya teman Si Penjual Sayur di pasar. Di pasar ada Si Preman yang berlindung dibalik nama besar organisasi pemuda dan kemasyarakatan. Makin hari makin banyak Si Preman yang berbeda organisasi dan aliran. Akhirnya Si Preman – Si Preman ini saling bergaduh satu sama lain. Mereka bawa pedang panjang-panjang dan saling menjajal berdarah-darah. Akhirnya mereka seri, sama-sama mati. Teman-teman Si Preman bersahabat kembali, lalu mereka mengutip uang keamanan pada Si Penjual Sayur dan Si Penjual – Si Penjual lainnya yang berjualan di pasar. Kalau dulu cuma ada satu Si Preman yang perlu di nafkahi, sekarang ada banyak Si Preman yang terpaksa harus di nafkahi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Si Penjual Sayur ini biarpun miskin harta tetapi tidak miskin jiwanya. Dia rajin membuang sampahnya dengan memberi uang lebih kepada Si Tukang Sampah yang membuang sampah di sekitar tempat penduduk dekat pasar itu. Disamping itu Si Penjual Sayur dan kawan-kawannya juga rutin membayar uang sampah kepada Si Pemda setempat, tapi sayangnya sampah-sampah itu tak bergeming karena memang tidak ada Tukang Sampah yang khusus membersihkan. Jadi, Si Penjual Sayur sebenarnya miskin bukan karena miskin tapi karena harus menafkahi beberapa orang sekaligus selain anak dan bininya sendiri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketidak-berdayaan juga membuat orang menjadi rasis. Ketika seorang tukang beca miskin yang kurang santun mengantar seorang pembantu rumah tangga pulang harian, ia mencoba memerasnya, manakala ia melihat si Nyonya rumah adalah seorang warga keturunan berkulit kuning (sebenarnya entah dimana kekuningan kulit ini kita juga tak tahu). Serta merta dia mengeluh bayaran yang disepakati kurang, dari keluhan menjadi ancaman melempar kaca rumah kalau tidak diberi lebih. Lucunya si tukang beca tidak peduli kalau ongkos beca yang dia minta itu adalah dari si pembantu rumah tangga yang juga miskin dililit hutang suaminya. Si Nyonya warga keturunan tidak berdaya menerima ancaman berdasarkan rasisme itu, dan memenuhi permintaan si Tukang Beca. Lalu suami si Nyonya warga keturuan itu pun turun tangan, dengan serta merta dia memberithu teman sejawatnya yang adalah ketua sebuah organisasi pemuda di daerah itu. Singkat cerita si Tukang beca berhasil di cegat di ujung jalan, dan serta merta dipaksa untuk balik ke rumah si Nyonya tadi dan meminta maaf atas ketidaksopanannya. Si Suami pun keluar rumah, rupanya dia warga pribumi, bukan warga keturuan sebagaimana istrinya. Maka lembutlah si Tukang beca berkata-kata sembari meminta maaf. Kekerasan seringkali menjadi jalan tengah yang suka dipilih oleh manusia dalam ketidak berdayaannya. Si Tukang beca mengancam si Nyonya rumah warga keturunan yang disangkanya tidak akan berdaya melawan. Sebaliknya suami si Nyonya rumah membalas ketidakberdayaan istrinya dengan meminta pertolongan temannya. Suasana terbalik dan giliran si Tukang beca yang menjadi orang tidak berdaya. Baik kemiskinan maupun kekayaan, dua-duanya dapat diperalat oleh kekerasan manakala mereka tidak berdaya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7044408766058491528?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7044408766058491528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7044408766058491528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7044408766058491528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7044408766058491528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/03/ketika-seseorang-tiada-berdaya.html' title='ketika seseorang tiada berdaya'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-2655229227375481752</id><published>2008-03-01T20:27:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T20:28:19.473-08:00</updated><title type='text'>Sebenarnya...</title><content type='html'>Sebenarnya apa sih kerjanya pemerintah kita? Mulai dari pejabat teras atas sampai ke dinas-dinas kedaerahan.&lt;br /&gt;Kedelai, bahan dasar pembuatan tahu dan tempe, makanan rakyat Indonesia sudah sejak lama harus dibantu oleh impor. Permasalahan ini sudah muncul sejak era Orba, sayangnya masih banyak masyarakat menilai itu masalah yang baru muncul. Begitu banyak jejak peninggalan Orba yang ibarat luka setitik dikulit kaki yang akhirnya sekarang berlubang dan membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa kerja dinas-dinas pemerintah yang bertanggung jawab terhadap hal ini? Apakah hanya mengurus birokrasi dan administrasi? Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau makanan rakyat seperti tahu dan tempe, pemerintah saja tidak becus mengurusnya, apalagi yang bisa diharapkan. Gonta-ganti pemerintahan pun sama saja, karena yang ditukar hanya pucuk-pucuk pimpinan, sementara masih banyak yang tak becus duduk di jajaran bawah dan lapangan. Apakah kerja pemerintah hanya menyusun undang-undang dan menambah daftar barang dan jasa untuk dikenai cukai pajak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu jaman Orba hanya ada satu Raja Diraja, sekarang dengan otonomi daerah dan maraknya pilkada, maka bertambahlah raja-raja kecil di seluruh nusantara. Mental birokrat yang seharusnya melayani masyarakat, dijaman Orba sudah dilatih utk menjadi sebaliknya. Rakyatlah yang melayani birokrat. Bukankah untuk mengurus KTP, surat-surat dan legalisir berbagai keperluan masyarakat harus nerimo apa adanya dan perlu merendahkan diri serta menyembah-nyembah supaya dilancarkan urusan (apalagi yang tidak punya duit untuk memperlancar urusan di birokrasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji kecil (utk pegawai rendahan, gaji dirasa kecil karena kerja melelahkan, utk pegawai teras, gaji dirasa kecil dibandingkan dengan resiko jabatan) sudah biasa menjadi alasan untuk mencari duit sampingan dengan cara menekan orang yang dibawahnya. Seperti bisnis, untuk menjadi pejabat semakin tinggi kedudukan semakin besar modal yang diperlukan. Untuk itu setelah mendapatkan kedudukan maka upaya untuk mengembalikan modal dilakukan terlebih dulu. Ada yang menjadi tamah, sehingga sepanjang karir digunakan total untuk merauk keuntungan pribadi dan hampir tidak ada pembangunan berarti dan bermanfaat dilakukan untuk masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lucunya lagi, ketika BPOM badan pengawasan obat dan makanan membuat pernyataan mengenai kasus susu bayi terkontaminasi bakteri berbahaya bahwa akan dilakukan penelitian terhadap susu-susu formula untuk MENENTRAMKAN masyarakat. Penelitian dilakukan karena adanya masukan peringatan dari IPB hasil penelitian para dosen disana terhadap berbagai merek susu bayi formula yang beredar di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;"Menentramkan!?" betapa menggelikannya, kesibukan menelitii bertujuan untuk menentramkan masyarakat. Saya heran apa sebenarnya tugas pelayanan masyarakat dari badan kesehatan obat dan makanan ini? Bukankah seharusnya tugas mereka bukan menentramkan tetapi "MELINDUNGI" masyarakat dari produk-produk obat dan makanan yang berbahaya?&lt;br /&gt;Tapi maklumlah, ini lah hasil pendidikan Orba. Masyarakat keracunan sampai mati barulah dianggap ada kasus, selama masyarakat konsumen masih sanggup hidup keracunan, selama itu pula dianggap tidak berbahaya. Rakyat Indonesia memang dibiarkan hidup untuk dibodohi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal mendasar yaitu kebutuhan makanan dasar rakyat seperti kedelai, dan kebutuhan akan kesehatan, sama sekali tidak menjadi perhatian pemerintah kita. Memang sungguh malang, kita sebagai rakyat Indonesia mengalami cobaan sedemikian rupa. Memang cobaan terberat bagi rakyat Indonesia adalah diberikan cobaan berupa mendapatkan pemerintah yang tidak mampu berbuat apa-apa untuk rakyatnya. Mudah-mudahan tidak banyak pejabat kita yang suka main angkat sumpah demi meyakinkan massa pendukungnya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-2655229227375481752?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/2655229227375481752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=2655229227375481752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2655229227375481752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2655229227375481752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/03/sebenarnya.html' title='Sebenarnya...'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-8917799735338276831</id><published>2008-03-01T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T01:12:26.453-08:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 18</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pernah tertanya-tanya dalam pikiran, apa yang menjadi prasyarat seseorang untuk layak menjadi pendakwah? atau kesiapan-kesiapan apa yang sepatutnya dimiliki seorang alim ulama dan ustaz-ustazah untuk layak berdakwah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;Y&lt;/o:p&gt;ang sudah biasa saya dengar adalah dari sudut moralitas akhlak dan berbagai ketentuan penguasaan ilmu islam dan bahasa arab. Yang sering dinomorduakan adalah kemampuan berargumentasi, logika nalar, dan daya persuasi dari sang pendakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tanpa sengaja saya memang menyukai ulasan tentang ilmu fiqih, dan berbagai metode-metode kajian hadist dan tafsir Quran. Misalnya bagaimana syarat-syarat untuk mempelajari ilmu hadist dan tafsir Quran yang berlapis-lapis dan sangat ketat unsur keilmuannya dan dituntut ketelitian yang tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Setelah sedikit merenung, sampailah saya pada sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang merupakan kerinduan seorang umat untuk mendapat petunjuk dari Allah melalui alim ulama,kalau bukan melalui kata-kata dari suaranya langsung, cukuplah kiranya buku-buku yang mereka tulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya berpikir bahwa seorang alim ulama, ustaz-ustazah dan tokoh agama yang berdakwah sepatutnya memiliki keilmuan yang tinggi lagi bijaksana. Harapan saya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;pertama, mereka setidaknya adalah penghafal Al Quran dan Hadist, entah sedikit seperempat atau setengah atau seluruhnya. Karena rasanya sukar bagi seorang untuk berargumen diskusi dengan umatnya kalau tidak dengan cara dialog. Dalam dialog pendakwah memegang peran sentral, karena itu dia perlu memahami bukan hanya apa yang ia ucapkan tetapi juga memahami apa yang lawan bicaranya ucapkan dan juga para khalayak pendengarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;AlQuran dan hadist perlu dihafal supaya dialog menjadi lancar dan mempunyai dasar-dasar rujukan yang jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kedua, penguasaan terhadap berbagai metode keilmuan islam yang menurut saya sama kokohnya dan lebih detil dibandingkan dengan keilmuan umum lainnya. Misalnya penguasaan terhadap metode penelitian hadist oleh Imam Bukhari sama ilmiahnya dengan riset kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, imam Bukhari menghafal sekian puluh ribu hadist. Kemudian diteliti jalur perawiannya. Kemudian secara kualitatif diuji keabsahannya melalui pencarian jalur perawinya. Bahkan ditambahkan pula dengan penelitian kualitatif terhadap kualitas bukan saja hadist yang disampaikan melainkan kualitas pribadi si perawinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendek kata, seorang pendakwah harusnya mempunyai kemampuan riset yang tinggi dan tidak kalah dari mereka yang menuntut ilmu di universitas hingga ke strata tiga sekalipun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;ketiga, menguasai atau setidaknya mengenal metode pengetahuan umum agar proses islamisasi ilmu pengetahuan tidak sekedar cocok mencocokkan dengan hukum, syariat dan akidah islam saja. Tetapi lebih merupakan upaya mengintegrasikan perikehidupan manusia ke arah kemajuan yang semakin menuju ke ketauhidan. Seorang pendakwah setidaknya perlu menguasai metode berpikir yang sering dikataka barat atau sekuler. Karena Allah hanya memberi pengetahuan kepada manusia, tidak kepada syaitan, oleh sebab itu ilmu-ilmu yang dikatakan sekuler sekalipun adalah pemikiran manusia yang memakai akal yang diberikan seizin Allah. Adalah diharapkan seorang pendakwah mampu menganalisa, menafsirkan, berargumen dan menyempurnakan pemikiran yang dikatakan sekuler itu supaya kembali ke jalan yang lurus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;keempat,para pendakwah ini harus mampu menjadi contoh teladan bagi masyarakat dilingkungannya. Menjadi panutan bukan hanya soal formalitas beribadah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan informal sehari-hari sebagai manusia biasa. Ketekunan bekerja, kesabaran dalam berusaha, tutur-kata yang senantiasa lembut, orang yang penuh pengertian dan dermawan, adalah sedikit dari contoh kualitas manusia yang dipandang baik bagi masyarakat kita ditengah-tengah memburuknya moralitas masyarakat belakang hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kelima, kejujuran, integritas dan disiplin adalah mutlak dimiliki para pendakwah. Tahu bagaimana membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan umum, kepentingan dakwah dan kepentingan pekerjaan. Bukan berarti karena alasan pergi berdakwah menelantarkan keluarga atau bisnis yang sedang dijalankan. Jangan sampai berdakwah karena Allah Ta'ala dijadikan alasan untuk menghindari tanggung-jawab sebagai seorang pekerja, karyawan, atau pemimpin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;keenam, menjaga kebersihan, kesehatan dan mempunyai adab terhadap keindahan diri sendiri. Kadang-kadang saya merasa geli dengan pendakwah yang memaksakan diri memelihara janggut sekedar mengartikan sunnah Nabi. Dalam pandangan saya sunnah Nabi untuk memelihara janggut, bukan sekedar menumbuhkan hingga panjang tetapi adalah sebuah isyarat untuk menjaga penampilan diri. Apakah fashion Nabi dan para sahabat berbeda dengan fashion orang-orang jahiliyah yang sejaman dengan mereka? Dimana letak perbedaan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pakaian Nabi dan dimana persamaannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi kita yang tidak punya janggut secara alamiah, kalau ingin juga tampil bersih dan rapi dengan janggut, maka peliharalah dengan baik. Tentu saja bagi bangsa arab dan orang-orang yang secara genetis alamiahnya punya janggut yang lebat adalah lebih mudah pemeliharaannya berbanding dengan mereka yang tidak punya janggut lebat secara alamiah. Karena itulah pilihan kata-kata sunnah Nabi adalah memelihara, jadi perlu diupayakan supaya janggut tampak rapi, bersih dan indah dipandang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Demikian juga dengan potongan pakaian, warna dan stelannya. Senantiasa perlu dicuci bersih, dipilih jahitannya yang baik dan kuat, serta komposisi dan desain pakaian itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Apakah para alim ulama, ustaz-ustazah, dan tokoh-tokoh muslim telah menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat? Baik dari moral akhlak pribadi maupun pergaulan dan sosialisasinya dengan lingkungan. Sehingga umat islam pun bangga dan mengindahkan nasehat-nasehat mereka, sehingga mereka yang non-muslim merasa nyaman dan mencintai serta menjadikan umat islam sebagai role model mereka. Sudah mampukah kita untuk itu? Sudah mampukah para alim ulama yang dikatakan penerus risalah Nabi menjadi role model seperti itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-8917799735338276831?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/8917799735338276831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=8917799735338276831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8917799735338276831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8917799735338276831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/03/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 18'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-4446680520380340077</id><published>2008-02-26T22:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T23:15:33.871-08:00</updated><title type='text'>Bertanya tentang Jawaban?</title><content type='html'>Trafficking atawa perdagangan manusia membuktikan bahwa manusia memang tidak lagi lepas dari perbudakan. Apakah umat islam yang dahulu memperjuangkan pembebasan perbudakan akan dapat melakukan perannya kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu ketika umat islam dibawah pimpinan Rasulullah mendapat ancaman dan kemudian diperintahkan oleh Allah mencari perlindunganke Abbasyiah (Ethiopia), maka umat Islam berbangsa Arab mendapat perlindungan dari Raja Ethiopia itu.&lt;br /&gt;Dahulu ketika kesusahan Afrika memberi perlindungan kepada bangsa Arab yang beriman kepada Allah SWT. Adakah sekarang ketika bangsa Afrika yang masih sebagian besar terpecah-belah, kelaparan dan terlibat perang saudara, bangsa Arab yang beriman kepada Allah SWT mengupayakan suatu pertolongan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa Afrika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kun Faya Kun, selalu menjadi slogan untuk menamatkan pencarian, keraguan dan pertanyaan tentang kekuasaan Allah. Alih alih seharusnya sebagai sebuah pernyataan tentang kekuasaan Allah, kata-kata ayat ini menjadi fatalis.&lt;br /&gt;Islam adalah agama wahyu. Wahyu yang hanya dapat dipahami oleh orang yang berakal, akal yang mempunyai iman di hati.&lt;br /&gt;Sungguh aneh tapi nyata, apakah Allah SWT melakukan suatu mukzijat tanpa berdasarkan logika dan pemahaman manusia? Apakah mungkin Allah SWT berbuat sekehendaknya tanpa memikirkan pengaruhnya pada pemikiran manusia yang ia beri akal dan iman? Adakah Allah dengan kun fa ya kun itu berarti berkehendak sesuka hatinya?&lt;br /&gt;Hanya ada manusialah yang dapat berbuat sekehendak hatinya, manusia yang belum mencapai nalar yang cukup tinggi dan tidak tahu hikmah dibalik kehendak Allah SWT lah yang suka berargumen dengan kekuasaan Allah kun fa ya kun, apa yang Ia kehendaki maka terjadilah.&lt;br /&gt;Allah menuntut manusia untuk menambah ilmu terus menerus sepanjang jaman. Allah ingin diriNya diketahui terus menerus sepanjanga jaman. Petunjuk jalan lurus telah Ia berikan, maka manusia berupayalah terus menerus mencari tahu apa yang ada disebalik penciptaan dan kehendak-kehendaknya.&lt;br /&gt;Ku fa ya kun, bukanlah untuk berargumentasi bahwa Allah bertindak sesuka hati, tetapi Ia ingin manusia mencari tahu bagaimana dan mengapa Allah berbuat, berkehendak dan bertindak. Mencari dengan akal, ilmu, pengetahuan, teknologi yang disertai iman di dalam hati.&lt;br /&gt;Pengetahuan jaman ini mungkin tidak dapat mengetahui rahasia dari mukjizat-mukjizat yang diturunkan Allah, tetapi pertanyaan-pertanyaan dan pencarian-pencarian terhadap mukjizat itu insyaAllah akan memicu dan membuak berbagai pintu pengetahuan yang lainnya, yang tentunya bertujuan menunjukkan betapa luas dan besarnya Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-4446680520380340077?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/4446680520380340077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=4446680520380340077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4446680520380340077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4446680520380340077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/02/bertanya-tentang-jawaban.html' title='Bertanya tentang Jawaban?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-40196346590032228</id><published>2008-02-17T06:30:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T06:31:29.269-08:00</updated><title type='text'>Kpd saudara/i seiman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepada saudara-saudara seiman yang menginginkan berdirinya hukum dan syariat islam di tanah air Indonesia tercinta ini, baik yang menginginkannya karena datang dari hati ataupun karena ikut sebuah partai, ikut kelompok pengajian, ikut madrasah, ikut pesantren, ikut kata guru, ikut kata pemimpin, ikut kata wali, mohon pertimbangkan dulu keadaan bangsa kita sendiri dahulu, mohon pikirkan diri kita sendiri dahulu. Kokohkan, kuatkan, dan makmurkan diri kita, keluarga kita, tetangga kita, desa kita, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kita, propinsi kita, negeri kita dahulu, barulah kemudian bicara soal menegakkan hukum dan syariat islam. Kita sendiri perlu menjadi contoh kepada masyarakat sehingga orang-orang menghargai dan menghormati tindak tanduk kita yang islami. Rasulullah yang dibimbing dan dijaga secara langsung oleh Allah sekalipun perlu memakan masa hampir 23 tahun untuk membentuk masyarakat yang islam. Tegaknya masyarakat islam bukan berarti serta merta harus dilakukan dengan tegaknya terlebih dahulu hukum syariat islam sebagai sebuah undang-undang formal sesebuah negeri. Rasulullah menegakkan terlebih dahulu keimanan masyarakat arab, menyatukannya dalam satu ketauhidan dan secara perlahan menjalin kerjasama dengan masyarakat lainnya. Rasulullah menguatkan dulu kelompok muslimnya, menjadi kekuatan yang dihormati dan dikagumi. Menjadi panutan dan contoh sehingga berbondong-bondong orang mengikuti jalan Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Semuanya memerlukan proses dan kesabaran. Politik sering mengubah seseorang menjadi tidak sabar, mendistorsi kekuasaan dan cenderung korup. Karena itu apabila seseorang membawa agama ke dalam kancah politik, suatu saat godaan syaitan akan datang melalui kekuasaan yang didapatnya dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Apabila agama sudah diselewengkan oleh kekuasaan maka tiada siapa yang dapat menolong untuk tegaknya benang basah. Dan mohon berhati-hatilah, sedikit saja tumbuh kesombongan dalam diri seseorang yang merasa imannya cukup teguh bila mendapatkan ‘kekuasaan’ yang besar, maka Allah tidak akan meridhai hati yang terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi. Kita tidak pernah akan tahu kapan ujian keimanan itu datang, apakah melalui kesusahan ataupun kesuksesan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-40196346590032228?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/40196346590032228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=40196346590032228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/40196346590032228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/40196346590032228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/02/kpd-saudarai-seiman.html' title='Kpd saudara/i seiman'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-4162611219495379671</id><published>2008-02-17T06:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T06:30:37.365-08:00</updated><title type='text'>sekedar beranalogi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiada Ilahi selain Allah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Semakin hari kita semakin sering dan mendengar begitu mudahnya orang-orang yang merasa, mengaku, dan mengkalim sendiri bahwa dirinya mempunya otoritas untuk menyatakan pihak lain sebagai jahil, sesat, atau tidak tahu sehingga ekstrimnya mengatakan kekafiran seseorang yang lain atau kelompok yang lain. Selalu ada kita dan kalian, kita dan yang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Suatu ketika selepas solat saya merenung sejenak, subuh baru beranjak. Dalam hati saya, Islam mempunyai argumen tertinggi pada kalimat syahadah, Tiada ilahi (Tuhan) selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata Allah sendiri bukanlah sepotong kata, bukan sepotong nama atau sekedar penamaan. Dimana manusia pada umumnya menyebut sesuatu nama untuk sesuatu benda, sehinggalah Tuhan pun terjerembab pada kebendaan dan di rasa perlu diberikan nama. Sebenarnya agak sulit pada awalnya untuk melepaskan sebuah sebutan, nama atau sejenisnya tanpa objek tanpa konteks bersifat kebendaan (material). Allah bukanlah sebuah wujud kebendaan sebagaimana dipahami fisik manusia. Susahnya jaman ke jaman, banyak teori dan kritisisme berpikir yang menuntut manusia berpikir dan berargumen sehingga mendesak pemikiran bersifat keagamaan terpinggir karena dianggap tidak punya daya kritis yang sesuai jaman.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Padahal kalimat syahadah itu sendiri mempunya tingkat pemikiran yang tinggi, yang mana dapat mudah dipahami dengan pola pikir sederhana dan naif, gak ada Tuhan selain Allah, sampai kepada pemikiran ribet dan kritis, tiada ilahi selain hanya satu Ilahi, yaitu Allah, yang bukan sebuah objek kebendaan atau sekedar nama.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dari kalimat syahadah ini kalau hendak dicocok-cocokkan dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; berpikir kritis linguistik kontemporer, sebenarnya justru terbalik. Justru &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; berpikir kritis kontemporer yang baru muncul belakang hari inilah yang memberi penjelasan lebih mendalam kepada kalimat syahadat yang singkat sederhana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalimat keimanan Islam, kedua kalimat syahadat semakin hari akan semakin mendalam untuk dipahami manusia di masa depan. Ibaratnya dulu manusia hanya kenal air, kemudian uap air, kemudian partikel-partikel pembentuk air, kemudian atom dan sub-atom dari partikel pembentuk air, dan seterusnya. Air itu sendiri tidak berubah maknanya bagi manusia. Orang awam hanya akan memandang air sebagai elemen penting dalam kehidupan sehari-hari untuk minum, masak dan menyuci. Orang ilmuwan memandang air sebagai elemen penting bagi pembentukan kehidupan di bumi. Orang religius memandang air sebagai elemen sakral dalam ibadah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kalau kita pandang tetapi jangan memandang semata dari segi kebendaan, maka Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan-Nya, adalah pendahulu kepada pemikiran kontekstual kritis jaman kini. Renungkan frasa ini ‘tiada teks selain Teks, dan kata-kata adalah representasi Teks. Islam mempunyai keunikan tersendiri yang sudah merupakan ketentuan Allah. Dimana Islam diturunkan di jaman yang manusianya sudah lebih rasional menggunakan akalnya. Diutus-Nya melalui seorang manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ummi tidak tahu menulis dan membaca tulisan. Diturunkan dalam bahasa Arab yang merupakan bahasa dan tulisan yang paling tidak berkembang, tetapi justru masih lebih asli dibandingkan bahasa/tulisan bangsa lain yang jauh lebih maju. Serta diturunkan ditempat bangsa yang menjadi contoh era manusia jahiliyah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Allah adalah Teks, tapi bukan teks dalam pengertian teks sebuah buku. Teks dalam konteks bahasan kritis adalah segala sesuatu yang dapat di-indera oleh manusia, baik verbal maupun visual. Dalam konsep ketauhid-an, dapat ditambahkan Teks juga merupakan konsep relijius atau termasuk yang non-eksisten dan juga bersifat spiritual. Allah adalah Teks tapi tidak serta merta dapat disubstitusikan. Frasa ini hanya sebagai sebuah analogi untuk menunjukkan bahwa kalimat syahadah sendiri mengandungi konsep pemikiran yang demikian kritis yang tak lekang oleh jaman, justru baru dapat dipahami lebih mendalam ketika pemikiran manusia kian kritis dari hari ke hari.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Muhammad, nabi besar umat Islam adalah representasi atau utusan dari Allah. Dalam analogi ini, tiada teks selain TEKS, dan huruf-huruf yang membentuk kata-kata yang dapat dibaca dan dipahami manusia adalah representasi dari TEKS tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Andaikan ada sekelompok pemikiran kritis yang hendak memfalsifikasikan argumentasi dalam Al-Quran, justru bahkan baru dari kalimat syahadah sebagai fundamental rukun Islam saja sudah mendahului pemikiran kritis tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Analogi sedemikian memerlukan pembacaan yang ketat terhadap sejarah berbagai jenis pemikiran dan perkembangan kontemporernya. Kalau tidak akan muncul asumsi-asumsi yang mendiskreditkan sebuah pemikiran. Pendiskreditan yang paling lumrah sekarang dilakukan adalah menuduh ‘kafir’. Padahal tuduhan yang satu ini sangat sangat berat, malangnya begitu enteng dan mudahnya sebutan kafir menghiasi berbagai buku-buku keagamaan islam. Sesuatu yang menyedihkan. Di puncak keimanan terdapat dua kalimat syahadah dan didasar terbawahnya adalah kemurtadan dan atau ke’kafir’an.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad memberi contoh bagaimana menjadi pemimpin teladan, ia tidak pernah secara langsung mengklaim dirinya sebagai pemimpin atau penguasa. Dalam perpolitikannya, ia sendiri tidak mengungkapkan secara langsung apa-apa yang ia lakukan adalah sebagai sebuah gerakan politik. Semua perilaku dan tindakan Rasul adalah memberi contoh kepada manusia, kepada mereka yang menjadi pemimpin, kepada mereka yang menjadi penguasa, tanpa Rasul sendiri pernah mengklaim dirinya sebagai seorang pemimpin ataupun penguasa, melainkan,”Hamba hanyalah pesuruh Allah.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-4162611219495379671?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/4162611219495379671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=4162611219495379671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4162611219495379671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4162611219495379671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/02/sekedar-beranalogi.html' title='sekedar beranalogi'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7540941047941151359</id><published>2008-01-25T05:31:00.000-08:00</published><updated>2008-01-25T05:36:31.373-08:00</updated><title type='text'>Persitiwa (k)orupsi-korupsi</title><content type='html'>Kisah pejabat teras melakukan korupsi memang menghiasi koran-koran, tetapi sebenarnya korupsi tingkat bawahan juga tidak kalah menariknya dan sebenarnya yang berakibat langsung menyusahkan orang banyak, baik yang untuk kalangan yang berduit, yang dengan terpaksa merelakan duit mereka di-korupsi, dan juga untuk kalangan tak berduit yang terpaksa meminjam kiri-kanan demi mendapatkan hak-nya yang dikorupsi. Koruptor-koruptor kelas kambing dan teri ini juga manusia-manusia yang tanpa ampun menghisap keringat dan darah sesamanya. Kehidupan ekonomi yang susah dan mentalitas korupsi yang dicontohkan oleh atasan membuat mereka dengan senang hati melakukan akal-akalan untuk mengkorupsi dan memeras masyarakat luas. Alih-laih sebagai pengabdi masyarakat atau tugas mulia mereka melayani masyarakat, koruptor kelas kambing dan teri ini dengan jumlah yang lebih banyak dari koruptor pejabat teras, menjadi momok yang sudah menjadi rahasia umum.&lt;br /&gt;Ada banyak kisah tentang mereka, tapi disini saya hanya sekedar berbagi cerita saja yang umum dialami teman-teman. Mudah-mudahan, bagi teman-teman yang mungkin mengalami hal yang sama dapat memakluminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentang bagaimana mendapatkan kembali hak kita selaku pemegang asuransi pekerja dibawah naungan sebuah lembaga pemerintah yang baru-baru ini ada mobil jatuh dari tingkat delapan dan si supir mati seketika dari menara lembaga jaminan sosial pekerja itu.&lt;br /&gt;Kalau Anda mempunyai duit jaminan sosial pekerja dibawah lima juta rupiah maka, pengawalan dana tersebut kurang diawasi. Jadi kalau misalnya Anda mempunyai duit sekitar dua juta rupiah, maka carilah orang dalam kemudian ikhlaskan duit Anda sebanyak 10%. Dengan begitu tingkat kesulitan Anda mengurus sendiri dengan berbaris panjang dan kemungkinannya akan banyak masalah dari luar ke dalam, akan sedikit berkurang. Ada banyak surat-surat yang membuat susah Anda kalau mengurus sendiri, dan besar kemungkinan Anda dilayani bak bola ping-pong.&lt;br /&gt;Dengan sedikit keikhlasan Anda memberikan 10% dari dana jaminan sosial yang Anda miliki. Insya Allah urusan duniawi ini dimudahkan oleh manusia-manusia di lembaga tersebut. Dan harap Anda jangan terlalu terkejut, sedikit terkejut itu perlu, karena kemungkinan dana yang masuk akan lebih sedikit dari perkiraan Anda, tetapi dana itu harus Anda setorkan kepada mereka para pengurus korupsi itu.&lt;br /&gt;Misalnya, duit jaminan Anda dua juta rupiah, dua ratus ribu akan Anda berikan pada si pengurus sebagai duit jasa, karena dana jaminan dibawah lima juta rupiah tidak diawasi, maka besar kemungkinan mereka akan menulis duit yang Anda minta lebih besar lagi, misalnya dua juta dua ratus ribu. Maka ketika Anda menerima duit dua juta dua ratus ribu itu, artinya Anda harus menyetor ke pengurus itu sebanyak empat ratus ribu rupiah. Dari dua juta dua ratus ribu rupiah itu, Dua juta adalah hak Anda, dua ratus ribu harus Anda berikan sebagai jasa, dan mereka mendapatkan hak mereka dua ratus ribu lagi.&lt;br /&gt;begitulah aturan main yang diyakini kebenarannya oleh mereka di lembaga jaminan sosial pekerja itu.&lt;br /&gt;Kita ikhlaskan saja duit itu, dan hanya kepada Allah semata kita serahkan perhitungan baik-buruknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7540941047941151359?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7540941047941151359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7540941047941151359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7540941047941151359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7540941047941151359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/01/persitiwa-korupsi-korupsi.html' title='Persitiwa (k)orupsi-korupsi'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-5245782885413788661</id><published>2008-01-06T07:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-06T07:05:25.079-08:00</updated><title type='text'>Salah kaprah dan melarikan diri dari kesalahan yang tak disengaja</title><content type='html'>Hutang nyawa bayar nyawa, sebenarnya itu lebih mudah, bagaimana kalau ternyata hutang nyawa dibayar dengan dosa yang harus ditanggung sendiri dan berlarutan hingga ke anak cucu.&lt;br /&gt;Kalau sebuah kebaikan dijanjikan akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa dengan sepuluh kebaikan, dan pertolongan (kebaikan) itu datang dari arah yang tidak di duga-duga.&lt;br /&gt;Barangkali meski satu kali kejahatan dibalas satu kali, apakah semestinya di balas dengan kejahatan yang sama?&lt;br /&gt;Tuhan itu Maha Adil, Dia Maha Teliti, karena itu Dia lebih mengetahui balasan yang setimpal dengan kejahatan yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan sebuah cobaan dengan balasan kejahatan mungkin hanya manusia yang mengalami itu sendiri yang menginsyafi, namun barangkali kalau kita selami lebih dalam peringatan yang Tuhan berikan, maka tampaklah bahwa cobaan itu diberikan kepada orang-orang yang beriman, agar diuji keimanannya supaya semakin beriman seorang manusia itu.&lt;br /&gt;Sedangkan balasan kejahatan adalah akibat perbuatan jahat manusia itu sendiri, sehingga sebagaimana kata Tuhan bahwa manusia itu suka ingkar. Maka kemungkinan besarnya balasan kejahatan itu kecil kemungkinannya merubah seseorang itu menjadi insyaf pada kejahatan-kejahatan yang pernah ia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi adakalanya kejahatan yang terselubung yang mungkin sekedar kata-kata yang tidak pada tempatnya, tidak sesuai dengan kondisi. Misalnya orang yang dituduh berbuat kejahatan, padahal ia hanyalah korban keadaan. Lalu datang seseorang yang lainnya justru menuduh dan menambah beban pikirannya, mungkin niat seorang ini baik ingin menasehati tetapi cara yang ia gunakan salah kaprah. Karena itu niat yang baik harus bersih dari prasangka dan emosi. Harus pula menimbang baik dan buruk cara penyampaian nasehat.&lt;br /&gt;Karena kalau justru berakibat orang yang dinasehati justru semakin terperosok dan menjauh dari Tuhan. Si orang yang menasehati ini tidak bisa seenaknya lepas tangan dengan menuduh orang lain itu tidak mau bertobat.&lt;br /&gt;Ingatlah Tuhan itu Maha Teliti, karena kalau akibat dari cara penyampaian yang salah, orang menjadi semakin tersesat semakin jatuh ke lembah nista, maka si orang yang memberi nasehat perlu menginsyafi kesalahan atau bahkan kejahatan yang ia lakukan tanpa sengaja karena kurang pertimbangan.&lt;br /&gt;Tidak bisa dengan gampang menghindar dengan alasan dosa akibat kesalahan yang tidak disadari itu terhapus begitu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-5245782885413788661?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/5245782885413788661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=5245782885413788661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5245782885413788661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5245782885413788661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2008/01/salah-kaprah-dan-melarikan-diri-dari.html' title='Salah kaprah dan melarikan diri dari kesalahan yang tak disengaja'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7058738061304979964</id><published>2007-12-23T04:31:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T04:32:18.769-08:00</updated><title type='text'>Apakah kesedihan yang tak terkira itu?</title><content type='html'>Sungguh kenyataan yang aneh. Rasullullah dan para Nabi sebelumnya diturunkan ke bumi sebagai pembawa peringatan dari Allah SWT. &lt;br /&gt;Namun ketika ada hadist Rasullullah yang menceritakan akan datangnya peristiwa dimana umat akan terbagi menjadi 72 kelompok dan hanya satu golongan yang selamat, yaitu mereka yang mengikuti Quran dan sunnah Nabi, tiba-tiba Nabi seolah-olah menjadi seorang peramal masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang semakin ramai umat islam mengaku sebagai golongan yang satu itu, yang mengikut Quran dan sunnah Nabi. Dengan alasan dan menggunakan hadist yang lebih kurang sama ini, masing-masing golongan menunjuk kelompoknya sendiri sebgai yang paling lurus dengan mendasarkan nas-nas pandangan mereka sesuai petunjuk Quran dan sunnah Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa umat islam justru menganggap hadist tentang pecahnya umat menjadi 72 kelompok dan 1 saja golongan yang benar itu menjadi sebuah ramalan yang menjadi kenyataan? Bukankah Rasullullah itu adalah 'PEMBAWA PERINGATAN' dan membawa ajaran tauhid, bukannya ramalan masa depan!?&lt;br /&gt;Sedih rasanya melihat umat islam semakin berbondong-bondong mewujudkan perpecahan umat itu. Sedih rasanya melihat peringatan Rasullullah tentang perpecahan umat ini, justru menjadi kenyataan bukannya menjadi suatu keinsyafan bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7058738061304979964?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7058738061304979964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7058738061304979964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7058738061304979964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7058738061304979964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/12/apakah-kesedihan-yang-tak-terkira-itu.html' title='Apakah kesedihan yang tak terkira itu?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-4328248034618569489</id><published>2007-12-22T06:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T03:58:12.922-08:00</updated><title type='text'>entahlah..</title><content type='html'>entah mengapa, menjadi seseorang yg dapat mengerti perubahan dan keadaan tertentu sangatlah susah. Menjadi seseorang yg penuh pengertian untuk mau menerima keadaan yang kurang menyenangkan ternyata sulit sekali. Seolah-olah diri ini yang menginginkan keadaan itu, seolah-olah diri ini yang sengaja menyusah-susahkan sendiri. Apakah semua disebabkan diriku juga, tak pandai memilih dan lebih suka menerima apa adanya, akankah ada juga orang yang mau menerima apa adanya? entahlah... kepada_Mu kuberserah diri ya ALlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-4328248034618569489?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/4328248034618569489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=4328248034618569489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4328248034618569489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4328248034618569489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/12/entahlah.html' title='entahlah..'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-8046506551476151619</id><published>2007-12-20T00:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T00:15:36.733-08:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 17</title><content type='html'>Hari Raya Haji kali ini aku mendengar kotbah yang diselingi air mata karena khatib terkenang pada ayahandanya yang berpulang ke rahmatullah sekitar enam tahun yang lalu. Kotbah ini berkisar tentang kisah para orang tua dan anak mereka, berdasarkan tafsiran sang khatib atas hadist yang dikumpulkan oleh Ibnu Majah dan interpretasi dari Al-Ghazali.&lt;br /&gt;Pendek kata, kisah itu tentang ruh orang tua yang gembira karena anak mereka beribadah dan mendoakan mereka, dan ruh orang tua yang bersedih karena anak mereka tidak beribadah dan tidak mendoakan mereka sama sekali. Kisah ini sedih terasa karena sebagai anak kita menyadari posisi kunci kita dimana arwah ayah dan ibu kita sangat mengharapkan doa-doa dari kita, anak-anaknya, agar berkurang beban siksa di alam kubur. Alam kubur disini artinya adalah alam barzakh, alam dimana terdapat tirai antara dunia fana kita dengan dunia sana tempat para ruh manusia menunggu hari kiamat.&lt;br /&gt;Umat islam percaya bahwa setelah mati dan sebelum datangnya kiamat, meski jasad kita telah hancur, ruh kita akan tetap berada di sebuah alam tersendiri dimana siksa kubur akan dijalankan karena dosa-dosa selama hidup di dunia fana yaitu melupakan Allah.&lt;br /&gt;Namun ada satu hal menjadi tanda tanya dalam hati. Apakah dengan demikian kita yang kelak menjadi orangtua harus mendidik anak taat beribadah semata-mata agar mereka kelak mendoakan kita setelah kita orangtuanya meninggal dunia?&lt;br /&gt;Beribadah dalam konteks ini kebanyakan hanya dijelaskan sebatas membaca doa-doa seperti Yasin, Al-Mulk, serta doa-doa tahlil lainnya, kemudian yang terutama solat lima waktu disertai solat-solat sunat lainnya, dan tentu saja doa-doa khusus yang ditujukan kepada orang tua kita.&lt;br /&gt;Jarang sekali disinggung, mengapa dan bagaimana sampai bisa terjadi seorang anak lupa samasekali mendoakan orang tuanya?&lt;br /&gt;Apakah amalan-amalan seseorang yang bentuknya seperti membaca kitab suci Al-Quran, berzikir, berzakat, sedekah, berpuasa, ber-qurban serta doa-doa tahlil sudah cukup dapat menolong apabila orang tersebut kurang menerapkan hikmah-hikmah dari amalan-amalan ibadah ritual itu dalam kehidupan sehari-hari?&lt;br /&gt;Apakah berharga puasa seseorang yang masih mementingkan diri sendiri?&lt;br /&gt;Apakah berharga zikir seseorang apabila sehari-hari ia masih enggan mengatakan hal-hal yang baik?&lt;br /&gt;Apakah berharga qurban seseorang apabila ia sering tidak bersikap adil?&lt;br /&gt;Ada sekelompok pengurus mesjid didekat rumah. Ada seorang yang selalu memojokkan seorang yang lain dalam setiap rapat. Orang yang suka disudutkannya itu adalah ketua remaja mesjid saat itu. Ketika ia menjabat pekerjaannya itu, masih sering ada gotong royong membersihkan mesjid di hari minggu, karpet dan ambal mesjid selalu di bersihkan apalagi menjelang hari raya, meski dengan dana serba terbatas, masih ada kegiatan-kegiatan rutin di mesjid. Rasa tidak puas tentu saja mungkn ada, tetapi menyudutkan sesama pengurus yang duduk bersama mengurus mesjid apakah tujuannya? Orang yang menyudut-nyudutkan si ketua remaja mesjid ini bukan orang yang tidak hafal juz amma, bukan orang yang tidak rajin ke mesjid, dan juga bukan orang yang tidak punya ilmu agama.&lt;br /&gt;Kemudian, ketika mau dibentuk sebuah badan koperasi mesjid. Maka warga sekitar mesjid di ajaklah turut berpartisipasi. Muncullah diantara mereka yang berambisi menjadi ketua koperasi, padahal orang-orang tahu siapa diantara mereka yang punya kompetensi dan pengalaman kerja untuk mengurus koperasi, dan orang itu tidaklah berambisi sebagaimana yang satunya itu. Akhirnya diputuskanlah orang yang berambisi itu memegang jabatan ketua, karena dibanding dengan orang yang punya pengalaman tapi tidak berambisi itu, si ketua koperasi ini adalah juga orang yang aktif dan punya pengaruh di lingkungan mesjid. Berbeda dengan si orang pengalaman tapi hanya sekedar jemaah biasa saja. Sekarang ini koperasi tidak berjalan dan gagal, sementara itu pengurus mesjid pun jarang-jarang ada kegiatan, hari raya haji yang seharusnya merupakan hari berbahagia bagi umat islam sekitar mesjid, terasa hambar dan biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Apakah pada akhirnya seorang muslim imannya diukur dari:&lt;br /&gt;berapa banyak ia menghafal ayat-ayat suci Al-Quran pada lidahnya saja,&lt;br /&gt;atau dari seberapa lancarkah ia melantunkan ayat-ayat Quran tersebut,&lt;br /&gt;atau dari seberapa sering dia mengikuti pengajian dan perwiridan,&lt;br /&gt;atau dari seberapa hafalnya ia membaca tahlil dan bermacam-macam doa,&lt;br /&gt;atau dari seberapa seringnya ia menjadi imam solat, khatib, muazin, dan sejenisnya,&lt;br /&gt;atau seberapa seringnya ia membuat rujukan hadist-hadist dalam perbincangannya,&lt;br /&gt;atau seberapa hafal dan pahamnya ia pada syariat fikih islam,&lt;br /&gt;atau seberapa pandainya ia menilai perbuatan orang sesuai tidaknya dengan akidah islami,&lt;br /&gt;atau dari seberapa dekatnya ia berpakaian menurut sunnah Nabi,&lt;br /&gt;ataukah iman itu hanya diukur dari sejauh dan sebanyak mana ilmu agama seseorang, bukan kepada Allah semata kita serahkan urusan mengukur iman itu kita pasrahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya saya berkesimpulan dengan tergesa-gesa bahwa apabila seseorang mempelajari ilmu agama secara serba sedikit adalah sebaiknya ia juga berusaha mengamalkan ritual ibadahnya juga, dan mempelajari ilmu non-agamanya untuk kepentingan keimanan dan agama islamnya. Sehingga ia dapat meluruskan atau mencari jalan yang lurus bagi ilmu-ilmu non-agama yang ia pakari.&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya, apabila seseorang mempelajari ilmu agama serba mendalam, mengamalkan secara ketat ritual ibadahnya, tetapi jangan hanya sebatas jumlah yang di hafal dan pengertian yang juga berdasarkan hafalan, gunakanlah dan perdalam jugalah ilmu-ilmu non-agama untuk melatih kedalam berpikir agar tidak sia-sia hafalan-hafalan agama itu. Sehingga ia bisa meluruskan atau mencari jalan yang lurus bagi ilmu-imu non-agama yang ia pelajari.&lt;br /&gt;Dan saya cuma bisa berdoa semoga kita dilepaskan dari cobaan memiliki pemimpin-pemimpin negara yang tidak becus memerintah, dan di kurniakan dengan alim-ulama yang tidak hanya berkhotbah dan berdakwah berdasarkan apa ia dapat dari kumpulan buku-buku khutbah atau dari guru-gurunya saja, tetapi punya kemampuan menganalisa keadaan umat disekitarnya dan memberikan dakwah yang bermanfaat langsung bagi hajat hidup orang banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-8046506551476151619?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/8046506551476151619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=8046506551476151619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8046506551476151619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8046506551476151619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/12/seorang-umat-yang-belajar-menjadi_20.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 17'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-123512251734360894</id><published>2007-12-15T15:35:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T15:36:33.878-08:00</updated><title type='text'>Dunia yang kehilangan pesona mimpi-mimpi indahnya</title><content type='html'>Dunia macam apakah yang kita tinggali ini?&lt;br /&gt;Seorang istri melahirkan anak, kemudian suami mengambil anak itu daripadanya dan menjual bayi darah dagingnya sendiri kepada orang lain.&lt;br /&gt;Sepasang suami istri yang pergi meninggalkan sepasang bayinya yang baru lahir dan melepaskan tanggungjawab mengurus sang ibunda, kemudian setelah sekian lama meminta kembali hak pengasuhan anak-anak mereka dengan menculik dan memaksa.&lt;br /&gt;Istri dan anak bekerja keras membanting tulang, sementara suami setiap hari bermimpi akan datang rezeki sedangkan ia hidup bertumpang tangan pada istri dan anak yang harusnya menjadi tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;Seorang istri dari keluarga yang hidup susah mengiyakan hasutan pihak luar dan meninggalkan suaminya miskin meskipun bekerja keras.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang menampilkan relijiusitas tetapi diam-diam melakukan korupsi.&lt;br /&gt;Orang yang sedikit bekerja memenuhi kewajibannya tetapi banyak menuntut haknya yang bahkan bukan haknya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang berhitung-hitung dalam mengerjakan kebaikan, tetapi pura-pura lupa ketika terlibat kejahatan.&lt;br /&gt;Agamawan yang ketakutan pada kiamat dan berkoar-koar soal api neraka dan taman surga, tapi tak mampu mengubah perilaku buruk orang-orang disekitarnya.&lt;br /&gt;Para ilmuwan yang berkejar-kejar ingin mendapatkan ilmu baru, temuan baru, teknologi baru, tetapi tak mampu membuat kehidupan jadi lebih baik.&lt;br /&gt;ROhaniwan atau spiritualis yang memperdagangkan rahasia-rahasia Tuhan dan menawarkan kebahagiaan instan kepada orang-orang.&lt;br /&gt;Pengusaha dan penguasa yang saling tikam menikam dibalik kerjasamanya yang lebih banyak menimbulkan kerusakan umum.&lt;br /&gt;Politik dan pemerintahan yang berjanji-janji lebih dari yang mampu diamalkan.&lt;br /&gt;INilah dunia dimana menipu sudah menjadi amalan keseharian, dan&lt;br /&gt;menuntut hak dengan cara berlebihan tapi amnesia pada kewajibannya sendiri.&lt;br /&gt;Rajin mencari akal-akalan untuk kepentingan diri sendiri, dan masa bodo bila merugikan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-123512251734360894?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/123512251734360894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=123512251734360894' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/123512251734360894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/123512251734360894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/12/dunia-yang-kehilangan-pesona-mimpi.html' title='Dunia yang kehilangan pesona mimpi-mimpi indahnya'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-2427126022305109175</id><published>2007-12-05T04:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T05:12:48.374-08:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 16</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manusia yang peminta-minta dan Allah Yang Maha Memberi Pertolongan&lt;/span&gt;: Tentang Egoisme Manusia dan Rusaknya Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang diri ini merasa begitu tak berdaya dan begitu marah dengan keadaan. Keadaan umat manusia dan juga keadaan diri sendiri dan keluarga. Kadang-kadang rasa putus asa itu muncul, mengapa pertolongan tak kunjung datang? Mengapa tak ada tanda-tanda pentunjuk untuk keluar dari masalah diberikan? Mengapa ini dan itu tak kunjung ada? Mengapa adik yang sakit tak kunjung sembuh? Kenapa ibu yang selama ini menjaga diri dan baik-baik saja harus menderita sakit juga? Kenapa-kenapa dan kenapa kesulitan ini dan itu selalu muncul silih berganti?&lt;br /&gt;Apakah menjalani hidup dengan berbuat baik sesamanya, menghindari keributan, menghindari percekcokan, menghindari gosip dan ngalor ngidul, bekerja dengan tepat waktu, tekun dan mengeluarkan kemampuan sebaiknya, tidak mengeluh, tidak menuntut macem2, selalu berpikir yang baik tentang orang lain, apakah semua usaha untuk menjadikan hidup ini lebih baik tanpa mengorbankan orang lain tidak cukup baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menjalani hidup dengan berbuat baik, dan menjaga apa yang diberikan Allah sebaik mungkin, masih kurang baik? Lama-lama aku seperti merasa Allah ini sangat penuntut. Baik kurang baik, dan ketika kita mengharapkan bantuanNya, kita bahkan hanya bisa berharap karena adalah hak mutlak Dia mau menolong atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan semacam ini kadang-kadang mendesak keluar menjadi sebuah pertanyaan klasik,”Mengapa, ya Allah, mengapa kau beri kami cobaan seperti ini? Apa salahku, ya, Allah, sehingga Kau siksa perasaan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohonkan pertolongan…” (1:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “…mohon pertolonganlah kepada Allah dan kemudian bersabarlah…” (7:128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat…” (2:153)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia ini pada dasarnya mempunyai sifat lagak dan sombong, egois yang mementingkan diri sendiri serta sangat mudah lupa diri apabila mendapatkan kesenangan-kesenangan duniawi terus-menerus. Kita, manusia yang mudah lupa diri ini, misalkan mendapatkan berbagai kesulitan-kesulitan hidup selalunya ingin mencari kambing hitam berupa sesuatu atau seseorang untuk disalahkan. Setelah kesusahan-kesusahan berlalu dan kesuksesan hidup kembali didapat maka dengan entengnya kita suka mengklaim bahwa,”Ini adalah karena usaha susah payah kami sendiri.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat manusia yang congkak dan mudah lupa diri ini ditamsilkan oleh Allah S.W.T dalam kisah Nabi Musa a.s dan kaum Fir’aun sebagaimana terberitakan dalam surah Al- A’rāf ayat 130 – 131:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan (kemarau panjang) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.”&lt;br /&gt;“Kemudian apabila kemakmuran didatangkan kembali pada mereka, mereka katakan,”Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita manusia ini  adalah mahkluk peminta-minta, setiap mengalami kesusahan segala cara dan akal bulus kita saja muncul menggoda. Seringkali pula dengan alasan kesulitan hidup, kita menghalalkan berbagai cara. Sanking terbiasanya kita pura-pura tidak tahu bahwa apa yang kita lakukan itu tidak benar, maka hati kita pun pada akhirnya tertutup. Memang Allah-lah yang memberi petunjuk kepada orang-orang yang Ia kehendaki dan Ia pula yang menyesatkan siapa-siapa yang Ia kehendaki pula. Akan tetapi kesesatan itu bukanlah jalan yang ditunjukkan oleh Allah, melainkan kita manusia yang mudah lupa diri, suka berpura-pura dan terbiasa dengan perbuatan tidak baik dengan alasan kesulitan hidup, akhirnya membuat sendiri jalan kesesatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum, sebelum mereka merubah diri mereka sendiri. Apabila Allah menghendaki keburukan terjadi pada suatu kamu, maka tak ada yang dapat menolak dan tidak ada pelindung dari mereka selain Dia.”(surah 13:11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya baik buruknya kehidupan seseorang atau nasib sesuatu kaum atau manusia adalah karena perbuatannya mereka sendiri (45:11, 17:7, 6:104). Memang dinyatakan bahwa Allah S.W.T adalah sebaik-baiknya Penolong dan Pelindung manusia dan alam semesta (surah 3:173, surah 8:40), tetapi itu tidak berarti setiap membutuhkan pertolongan lalu kita hanya sekedar meminta dan menunggu pertolongan dari Allah tanpa mengusahakan sesuatu secara halal. Pertolongan-pertolongan dari tangan-tangan yang haram adalah cobaan dari Allah, meskipun pada saat itu kita tidak punya harapan apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bagaimana egoisme manusia yang pelan tapi pasti menghancurkan bumi yang diciptakan sebaik-baiknya untuk manusia. Padahal tentang perusakan alam oleh manusia ini sudah diperingatkan oleh Allah dalam surah 7 ayat 56:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, saat seluruh dunia makin gencar mendengung-dengungkan isu tentang kerusakan alam, para ulama kita jarang sekali ikut berdakwah serta gencar mengingatkan bahwa kerusakan alam mencerminkan juga kerusakan moral dari manusia yang merusaknya. Para ulama kita jarang sekali mengambil kira persoalan alam ini berkaitan dengan persoalan kesesatan manusia. Egoisme juga melanda dakwah-dakwah mereka yang kebanyakan meributkan persoalan kerusakan individu akibat tidak beriman, tidak shalat, tidak puasa, tidak membayar zakat, tidak bersedekah, berbuat dosa, berzinah, minum khamar, dan makan-makanan haram serta merampas harta anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpama bumi ini adalah warisan bagi anak cucu kita kelak, maka manusia yang merusak alam secara langsung maupun tidak langsung sama halnya merampas hak dan harta anak yatim. Karena alam ciptaan yang baik dari Allah adalah peninggalan untuk anak cucu manusia yang kelak semuanya akan mengalami ke-yatim-an. Sayang sungguh di sayang, dakwah-dakwah ulama dan mubaligh kita cenderung berorientasi pada persoalan ibadah formal manusia kepada Allah semata dan sedikit sekali mengaitkannya dengan ‘menjaga apa-apa yang sudah diciptakan’ oleh Allah S.W.T sebagai wujud lain dari ibadah amar ma’ruf nahi mungkar. Hampir tidak ada demonstrasi dan unjuk rasa dari pihak ulama dalam memperjuangkan penjagaan bumi dan alam sekitar sebagai wujud perbuatan yang lebih besar manfaatnya daripada mudaratnya. Jarang pula media-media memberitakan ulama-ulama yang juga pejuang pelestarian lingkungan hidup. Seolah-olah persoalan perusakan lingkungan hidup bukanlah menyangkut persoalan lemahnya keimanan seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi yang asri dan indah ini diciptakan oleh Allah, kemudian manusia menghuninya dan berbuat kerusakan diatasnya. Ketika datang bencana alam, maka manusia meminta kepada Allah agar dihindarkan dari masalah-masalah. Kita mengeluh ketika urusan pribadi kita mulai terganggu, padahal selama ini kita sebagai manusia selalu egois dan tidak perduli pada lingkungan sekitar kita. Sangkin asyiknya beramal untuk akherat, kita lupa tugas kita sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dunia dari kerusakan, bukan hanya kerusakan moral manusia tapi juga kerusakan bumi dan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T melalui ajaran-ajaran Islam mewariskan bumi di tangan manusia, dan Islam memandang dunia secara menyeluruh utuh dan holistik, bukan sepotong-sepotong atau terpecah-pecah. Rusaknya alam mencerminkan pula rusaknya manusia, rusaknya moral manusia juga mencerminkan rusaknya dunia, bumi dan manusia tidak terpisahkan. Meskipun menurut para malaikat, manusia bukanlah makhluk yang mudah diberikan kepercayaan, tetapi Allah t’lah memberikan kepercayaan itu kepada manusia untuk menjadi kalifah (bergenerasi) di bumi (2:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Telah timbul berbagai kerusakan dan bala di darat dan di lautan dikarenakan perbuatan tangan manusia; (hal ini karena) Allah ingin mereka merasakan kembali sebagian dari akibat perbuatan buruk yang telah mereka lakukan, agar mereka kembali (insyaf).” (30:41)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Al Quranul Karim&lt;br /&gt;http://www.icmi.or.id/ind/content/view/167/73/&lt;br /&gt;www.islam.gov.my/khutbahjakim/upload/doc/&lt;br /&gt;http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3316&amp;Itemid=60&lt;br /&gt;http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=155&lt;br /&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/022007/16/0902.htm&lt;br /&gt;http://islamlib.com/id/index.php?id=760&amp;page=article&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-2427126022305109175?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/2427126022305109175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=2427126022305109175' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2427126022305109175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2427126022305109175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/12/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 16'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-1438095833846071632</id><published>2007-07-12T07:41:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T07:42:41.256-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_cA7Ru0qORiI/RpY9ojxUfFI/AAAAAAAAACA/qWIRwq8248k/s1600-h/POSTERA3X21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_cA7Ru0qORiI/RpY9ojxUfFI/AAAAAAAAACA/qWIRwq8248k/s320/POSTERA3X21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5086320596167720018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-1438095833846071632?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/1438095833846071632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=1438095833846071632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/1438095833846071632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/1438095833846071632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/07/blog-post.html' title=''/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_cA7Ru0qORiI/RpY9ojxUfFI/AAAAAAAAACA/qWIRwq8248k/s72-c/POSTERA3X21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-6525921854218173757</id><published>2007-06-06T00:35:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T00:40:25.029-07:00</updated><title type='text'>IDN Competition</title><content type='html'>Currently i participate in IDN competition. Its a celebration for their 15 Anniversary. I give wrongly my website, if you eventually come to this site please refer to ARTworks! on the left, under 'sambungan' or you can directly go to http://k4rna.deviantart.com/ to view some of my experimental works.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-6525921854218173757?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/6525921854218173757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=6525921854218173757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6525921854218173757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6525921854218173757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/06/idn-competition.html' title='IDN Competition'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-7416273822920679722</id><published>2007-06-01T15:00:00.000-07:00</published><updated>2007-06-01T18:20:49.550-07:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 15</title><content type='html'>Seringkali, dalam berargumen berkenaan dengan keimanan, keagamaan, kita membuat perbandingan yang kurang baik dengan menunjuk pada subjek dan predikat 'seseorang yang...' atau 'orang yang...' atau 'mereka yang...'. Semua posisi yang tidak baik ada pada orang lain, sehingga dalam membacanya seakan-akan posisi kita sendiri yang kita muliakan. Tetapi barulah di ujung argumen penulisan biasa kita tulis, 'Semoga tulisan ringkas ini berguna bagi diri penulis sendiri dan juga orang lain dstnya....'&lt;br /&gt;Ada baiknya sedari awal argumen, kita mulai membiasakan untuk menulis dengan rendah hati dan penuh keinsyafan diri. Karanglah dengan nada seakan-akan argumen penulisan kita itu adalah untuk berdialog menasihati diri kita sendiri sehingga ketika membacanya orang yang membaca akan merasa seolah-olah sedang membaca untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh seumpama ini biasa kita temui:&lt;br /&gt;...seorang ulama/ustazd berkata padanya seorang aktivis sekuler...&lt;br /&gt;Disini cerita sudah dimulai dengan membuat dikotomi. Si ulama diikhtiarkan sebagai posisi yang benar dan aktivis sekuler berada dipihak lawan. Aktivis sekuler ini kita tidak ketahui siapa dia dan karena apa diperlukan 'pelabelan sekuler' dalam cerita ini. Sekuler punya arti yang tidak mudah dipahami kalau kita pisahkan dari konteks sejarahnya. Al Attas menguraikan dalam sebuah bukunya secara panjang lebar tentang kesejarahan dari sekuler, sekulerisasi dan sekulerisme.&lt;br /&gt;Islam tidak mengenal ketiga-tiganya, tidak terdapat bahkan padanan kata yang sesuai untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa arab. Hal ini dengan sendirinya menyulitkan untuk di pahami oleh umat islam konsep sekuler ini. Namun, sayangnya ramai sudah sebagian dari kita dengan mudahnya melekatkan label 'sekuler' kepada hal-hal, orang-orang, benda-benda yang kita anggap tidak sesuai akidah dan syariat islam (dalam pandangan kita sendiri yang berdalilkan rujukan pada kaum ulama kononnya).&lt;br /&gt;Sebenarnya sikap kita yang suka memisah-misahkan, membuat dikotomi antara aku dan kau, itu dapat dikategorikan kegiatan men-sekuler-kan. Memisahkan iman dan akal, membeda-bedakan lelaki dan perempuan, dan juga tidak menjadi satunya antara kata-kata dan perbuatan. Seharusnya kita yang taat beribadah secara formal maupun informal menunjukkan kualitas manusia yang lebih dari yang lain. Bukan sekedar lebih taat dan lebih banyak berdoa, lebih tepat waktu, tetapi juga lebih memberi sedekah, lebih banyak membantu, lebih banyak berkata-kata dengan sabar dan baik, lebih banyak bersabar.&lt;br /&gt;Tepat waktu dalam shalat lima waktu seharusnya tercermin dalam keseharian yaitu ketepatan waktu masuk kerja, kemampuan berpuasa sebulan penuh dengan baik dan sabar seharusnya juga tercermin ketika menghadapi masalah-masalah kritikal di tempat kerja. Adab bersuci dalam beribadah formal seharusnya tercermin pula dalam keseharian umat islam yang rajin membersihkan rumah, tempat kerja dan lingkungan dimana mereka berada. Kalau ada diantara kita yang memisah-misahkan antara formalitas ibadah dengan implementasinya dalam kegiatan sehari-hari, itu bermakna islam yang diamalkan kita ini tidak holistik, tidak menyeluruh menyentuh seluruh aspek kehidupan. Dan kalau seseorang itu menafikannya, secara tanpa sadar ia sendiri sudah mulai men-sekuler-kan antara agama-nya dan kehidupan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam kesempatan ini, saya ingin membahas serba sedikit tentang kebiasaan hubungan atau pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam masyarakat kita. Terlalu sering sudah saya membaca tulisan-tulisan yang bersifat reduksionis. Terlalu sering kita jumpai alasan untuk menyudutkan satu pihak atau sesuatu aktivitas dengan dalil '.... merusak akidah melanggar syariat...'. Islam bukanlah agama yang diajarkan dengan menjelek-jelekan pihak lain, tetapi diajarkan untuk membuktikan diri sebagai umat yang terbaik melalui amal dan perbuatan, bukan semata-mata ketaatan pada ibadah formal tapi juga cerminan di atas sosial kemasyarakatan. Karena itu sudah saatnya apabila kita ingin menunjukkan sesuatu kegiatan merusak akidah atau melanggar syariat haruslah didukung dengan penelitian yang seksama. Kalau memang sesuatu perbuatan itu merusak akidah dan melanggar syariat akan berakibat kepada kerusakan pada masyarakat, telitilah dan kumpulkan bukti-bukti yang dapat di validasi tentang sebab dan akibat. Tunjukkan bahwa apa-apa yang kita peringatkan itu berdasarkan keilmuan yang punya landasannya mengikut Quran dan Hadist, dapat dibuktikan secara ilmiah dan orang lain pun dapat melakukan pembuktian yang serupa dengan kata lain ada realibilitasnya. Dalam hal ini kita bukan bicara soal mukjizat, tetapi persoalan yang nyata dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa stereotipikal pandangan dari kita yang menilai diri cukup beriman sehingga takut terjebak dalam pergaulan yang tampak longgar dan bebas di dalam masyarakat kita. Biasanya dikatakan menjurus pada perbuatan 'zina' dan menimbulkan 'fitnah'.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pulang berdua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Remaja biasa terlihat pulang bersama-sama teman2 satu geng-nya. Kalau yang pulang berdua (berlainan jenis) biasanya suka di godain teman-teman yang lain. Lagi pendekatan kalau belum pacaran, dan mesra kalau yg sudah pacaran. Bagaimanapun pulang berdua-duan membawa pada konotasi tentang hubungan yang rapat. Berdua dengan teman sekolah, teman kampus, teman kantor.&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, pertama-tama kita perlu meletakkan dulu akhlak islami dalam diri kita sebelum melakukan penilaian terhadap mereka yang pulang berdua. Islam mengajarkan agar kita tidak dibiasakan untuk 'berburuk sangka' - su'udzon. Kedua niat adalah hal yang utama dalam segala perbuatan. Kalau niat itu karena Allah Ta'ala, insya Allah terhindar dari perbuatan yang buruk, tapi kalau niat itu bukan karena Allah Ta'ala tetapi karena ada tujuan2 tertentu lainnya, maka meskipun perbuatan itu tampaknya baik di mata orang-orang, tapi kebaikan itu semu semata.&lt;br /&gt;Memang mudah menjeneralisasikan setiap apa yang tampak oleh mata kita, apalagi jeneralisasi itu diungkapkan oleh seseorang yang kita percayai kata-katanya. Islam adalah ajaran yang kritis, dalam Quran setiap aspeknya adalah bentuk kritisisme, paling sederhananya adalah kisah para Nabi yang pada masing-masing jamannya merupakan orang-orang paling kritis yang mendapat petunjuk dari Allah.&lt;br /&gt;Jadi tentang kegiatan 'pulang berdua' yang dilakukan oleh pasangan yang bukan muhrim, tidak ada larangan haram sebagaimana larangan meminum khamar dan makanan yang diharamkan seperti babi. Tetapi banyaknya dalil dan nash yang merupakan peringatan bagi manusia untuk menghindari kegiatan ini. Disini berarti sebagai umat manusia kita terus menerus diingatkan untuk menghindari hal-hal yang bisa menjurus kepada ketidakbaikan. Karena itu kalaupun kita hendak pulang berdua, harus dijelaskan niat yang ada. Menemankan pulang seorang perempuan ketika malam dikarenakan kita punya kemudahan untuk mengantarkannya dengan niat melindungi kaum ini dari perbuatan jahat adalah niat yang baik. Dan perempuan yang kita antarkan pulang ini juga adalah yang mempunyai niat baik, artinya dia bukan sengaja ingin kita temankan atau punya maksud lain terhadap diri kita. Sebaik manapun niat kita yang baik, di setiap kesempatan syaitan akan menggoda. Karena itu jangan lupalah untuk meniatkan perbuatan kita karena Allah semata. Masih banyak aspek lainnya yang harus dilihat secara keseluruhan, tidak semudah itu mereduksikan atau menyederhanakan persoalan 'pulang berduaan' sebagai kegiatan yang dilarang Islam semata karena beberapa dalil yang biasa dipakai untuk mengharamkan hubungan zina atau yang dapat mengarahkan pada zina.&lt;br /&gt;Misalnya bagaimana mengantarkannya pulang?&lt;br /&gt;Apakah lebih dibolehkan dengan mobil daripada dengan sepedamotor atau sepeda kayuh?&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikirkan, dari persoalan saling bersentuhan dan kemungkinan berdekapan antara lelaki dan peremupan yang bukan muslim tentu hal itu membuat kita enggan mengantarkannya. Tetapi kalau seorang lelaki itu berniat lurus dan bukan bengkok-bengkok, dan si perempuan pun tidak berniat bernakal-nakal-an, maka antarkan dengan berjalan kaki atau berkendaraan apa saja sehingga sampai di tempat dengan aman, setelah itu pulang. Jangan pula sengaja berlama-lama di rumah si perempuan dan niat semula mulai berubah.&lt;br /&gt;Menghindari perbuatan yang mengarah kepada kemudaratan sangat bergantung kepada keimanan dan kemampuan mengendalikan diri seseorang. Bagi mereka yang mudah tergoda syahwat dan banyak berpikir bercabang-cabang, sebaiknya hindarilah kegiatan pulang berdua ini apalagi di waktu malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-7416273822920679722?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/7416273822920679722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=7416273822920679722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7416273822920679722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/7416273822920679722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/06/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 15'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-582517722547509460</id><published>2007-05-20T09:55:00.000-07:00</published><updated>2007-05-20T10:03:22.991-07:00</updated><title type='text'>The Documentation of An Artist Work as an Artefact of Knowledge</title><content type='html'>Do you believe in knowledge?&lt;br /&gt;Knowledge is the product of our living culture. It is a social artifact that reflects our society as a living organism. The visual documentation on an artist work, the process of making artworks is not just a mere data only, according to Foucouldian sense, the shared documentation amongst a living organism can be referred as an artifact of knowledge. Furthermore, any kind of documentation on any kind of working person, not exclusively just an artist, is an important artifact of knowledge that we need to share.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-582517722547509460?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/582517722547509460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=582517722547509460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/582517722547509460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/582517722547509460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/05/documentation-of-artist-work-as.html' title='The Documentation of An Artist Work as an Artefact of Knowledge'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-334385759411002508</id><published>2007-05-20T09:44:00.000-07:00</published><updated>2007-05-20T09:53:38.241-07:00</updated><title type='text'>Visual Musicality and the problem with self-expressionities 02</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;There is a great power in the images that we see, create and given (Edwards 1986, p. 246) which Sturken &amp; Cartwright (2004) describe further that we are in the practice of looking to make sense of the world. They argued that to see is a process of observing and recognizing the world around us (p. 10). As human visual experience is important, Dondis (1973) suggests taking a new view of the function of not only the process but also the visualizer in society. A research demonstrated by Betty Edwards (1986) on analog drawing shows the link between visual perception, drawing, and creativity that in learning how to draw, people will learn how to see differently (p. xiii). It demonstrate that there is a ‘vocabulary’ of the visual language of drawing, a vocabulary that includes line, form, and structure – all of which can be ‘read’ for meaning (p. 95).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Woolman (2002) explained that every genre of music is associated with a visual language, normally portrayed in the faces of the musicians, the packaging of recordings, the fans and venues for live performance (p. 10). In his book &lt;i style=""&gt;Sonic Graphics/Seeing Sound&lt;/i&gt;, he exposes the reader to new methods of thinking about the relationship between sound and image. Furthermore, those showcase of some specimen presented, from enthrallingly complex to a chillingly simple urge the reader to analyze the factors of form, function, technology and context in visual music and its inversion and music visualization. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;John Bowers (1999) defines design studies as ‘… a discipline or subject of study that engages not only in visual explorations but also those cultural, social, and philosophical in nature’ (p.4), furthermore, it goes to issues about integration of design discipline into interdisciplinary conditions. It is beneficial to combine music and art for optimum learning state, such as what Betty Edwards (1986) has observed:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Feeling is just a different form of thinking ….the experience of feeling positive about learning is, in itself, a stimulus to encourage excitement about the learning process. When sensory input has a positive emotional reference point, the brain triggers the release of pleasing opiate type of chemical that creates a state of heightened awareness and well being …. psychologically. This can explain the benefits of using music and art to develop optimum learning state and assist in memory enhancement. (p. 199-201)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;This study tends to offer an alternative learning environment and approach in graphic design fundamental study by using music for stimulation. As what Goodman (2001) suggests whether a design is created on computer or with cut-paper and paste, it is the knowledge of basic design principles that fuels successful designs (p. 116). Indeed, in this current information age, two-dimensional graphic design is dealing with a new visual language, which Wong &amp; Wong (2001) suggest that the traditional principles of design might need redefinition. Implication of this study would give valuable contribution to the practice of interactive education in the learning environment mentioned before, where the instructors and students can examine creativity in studying fundamentals of art and design. The investigation attempted to leave open doors rather than a fixed and static theory at the end of exploration. Thus the theory does not remain self-referential and the practices of  graphic design moves beyond intuition. Too many visual music assume computer generated look that the experiment in this study attemped to break down and see the direct reaction of human artists. Hopefully, the study can inspiring beyond the practice of graphic designer and musician; it can be purposely generated as a visual aid for psychological treatments or exercise for creative mind.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-334385759411002508?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/334385759411002508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=334385759411002508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/334385759411002508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/334385759411002508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/05/visual-musicality-and-problem-with-self_20.html' title='Visual Musicality and the problem with self-expressionities 02'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-2734271103163402753</id><published>2007-05-19T16:07:00.001-07:00</published><updated>2007-05-20T09:43:04.613-07:00</updated><title type='text'>Visual Musicality and the problem with self-expressionities 01</title><content type='html'>visual musicality is not an instant product or a cookbook for student or anybody who want to quickly learn about dynamic visual. It is a concept to study visual through experiencing or sensing. In this case we use music as a stimulation . The process of learning visual combines with music enhances the designer or somebody sensitivity.&lt;br /&gt;The morphology provided later here is not a formula to create a good design, but it is a conceptual thinking format for student or anyone who wants to use it as a tool for generating thought and feeling. It is a search for feeling and its form.&lt;br /&gt;From the surface, it doesn't look significant because seems like nothing could change by learning something with music accompany. But we must remember, musical treatment has been proved to benefit young people minds. Mozart Effects is a prove about how musics give positive effects to baby and kids.&lt;br /&gt;In the world so full with images, sound and musics we should be more alert, there are something lies beneath those human senses that need to be further discover as a holistic/integrated senses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Introduction&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Victor Margolin (2005) saw the boundaries between graphic design and other visual medium or products have begun to blur. He realized that many crossovers are occurring at the same pace as graphic designers work on websites, exhibitions and interactive software. There has been a long oscillation counterpart between graphics and music featured in visual culture phenomenon. Works such as cover designs, promotional posters, music videos and light art through the production of live music performances have appeared as an exploration of sound visualization in the twentieth century. The editors of Visual Music said:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;… the history of visual music has remained relatively unexamined would seem to be a consequence of its hybrid character. While the role of musical analogy in the rise of abstract art has been recognized, the inter-relationships among early experiments in painting, cinema, and light art have never been explored adequately. (Brougher, K., Strick, J., Wiseman, A., &amp; Zilczer, J. 2005, p. 10)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;The shifting of music development has challenged human sense to perceive in multi sensory ways. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;In an interview by Flaunt magazine, an artist named Kenji Hirata (2005) gave an interesting explanation about visual music phenomenon, “I am very curious about the relationship between music and painting. When music is played, it fills a space in a moment but it never exists physically. A painting is there and exist, but can’t fill a whole space” (p. 40). In the late twentieth century with the pace of development in digital technology, music industry was shifting towards the acoustic or auditory perception (McLuhan 2004) and the boundaries were constantly changing (Woolman 2000). Sensorial to perceiving both music and graphics can be advantageous to the development and understanding of visual language. Lewis Blackwell (1997) suggested that mutual environment in any cross-media and new media communication demands different way of thinking. As well as what Woolman(2002) also pointed out that:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Graphic design and music is much more than the surface qualities as defined by a dictionary. The eye is the primary receiver for graphics and the ear is the primary receiver for music, yet, the composition of graphics or music is also felt by the sense of touch. (p. 6)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Visual communication design uses visual elements to communicate; the role of visual persuasion turns into an alternate language for human life interaction. As our information stream meets a convergence of new media, our language has changed accordingly. Digital technologies have converged with digital forms and integrally affected developments in art, music, design, film and literature (Gere, 2002), while Jerry L. Holsopple noted that:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;The influence of music videos has been felt throughout the electronic media industry affecting the production of television, movies and advertising with the usage of the visual styles and preference for communication over that of the words. (Holsopple 2003, p.18)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Robert E. Horn, who formulated rules of syntax and semantics, has mentioned that visual language is much more than just good graphic design (cited in &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="EN-GB" &gt;Bob Holmes 2003, para. 7&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;). With this in mind, music and visual can encourage a new approach in visual communication studies to generate exceptional visual language.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Some issues around visual and aural culture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;There is an awful lot of hype around ‘the visual’ these days, yet, Donis A. Dondis (1973) believed that human visual experience is primary in learning to understand and respond to the environment (p. 2). Gillian Rose (2001) says at the introduction of her book on &lt;i style=""&gt;Visual Methodology&lt;/i&gt; that:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;We are often told that we now live in a world where knowledge as well as many forms of entertainment are visually constructed, and where what we see is as important, if not more so, than what we jear or read' (p.1)&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Furthermore, Barbara Maria Stafford argued that, the construction of scientific knowledge has become more and more based on images (cited in Rose 2001, p. 7). Many writers addressing these issues have argued that the visual is central to the cultural construction of contemporary social life.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;We are surrounded by different sorts of visual technologies such as photography, video, television, digital graphics, paintings and sculptures, where some writers believe that the visual is the most fundamental of all senses. Fyfe and Law claimed that depiction, picturing and seeing are ubiquitous features of the process by which most human beings come to know the world as it really is for them (&lt;i style=""&gt;ibid&lt;/i&gt;., p. 6). Information about the world is increasingly articulated visually. Mirzoeff explained that visual images are more common because we interact more and more with totally constructed visual experiences (&lt;i style=""&gt;ibid.&lt;/i&gt;, p. 8). While Godfrey Reggio added that, the image has an overwhelming power in culture (cited in Holsopple 2003, p. 9)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Now, because of the development of information technology the environment changes rapidly. Once graphic design, noted by &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Pullman&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; (2005) meant flat, static, two-dimensional, but now it encompasses multiple, hybrid media (p. 109). Nevertheless, Victor Papanek (1984) in &lt;i style=""&gt;Design for the Real World&lt;/i&gt; was alarmed with the significance of learning environment,” …for to learn is to change. Education is a process in which the environment changes the learner, and the learner changes the environment. In other words, both are interactive” (p. 287). Van Toorn (1997) advises that design education should &lt;i style=""&gt;deschool&lt;/i&gt; but at the same time enable one to learn by experience (p. 126) in which Margolin (2005) said that design has been recognized as a dynamic activity whose methods, products and discourse are interactive and constantly changing (p. 290).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visual communication and the design of industrial products are undergoing a profound transformation as new technologies continually challenges the way images and things are produced (&lt;i style=""&gt;ibid&lt;/i&gt;, p. 287). The computer environment in design studies lead to the issue of design as an interactive education (Bruinsma, 2005) in which visual communication design is becoming interdisciplinary rather than a single discipline (Frascara, 1997). Graphic designer and educator, Frank Armstrong (2003) realized that digital technologies have recently enabled designers to create dynamic sense graphics (p.14); in addition, Gruson &amp; Staal (2000) discovered that the design education has been focusing more on developing a feeling for image and form.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-2734271103163402753?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/2734271103163402753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=2734271103163402753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2734271103163402753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2734271103163402753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/05/visual-musicality-and-problem-with-self_19.html' title='Visual Musicality and the problem with self-expressionities 01'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-8519511778548630446</id><published>2007-03-03T15:19:00.000-08:00</published><updated>2007-03-03T16:10:41.560-08:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 14</title><content type='html'>Aku terlalu sering mempertanyakan apakah para nabi dan rasul itu adalah individu yang sempurna atau bukan?&lt;br /&gt;Entah bagaimana akhirnya aku mencoba memahami bahwa manusia sememangnya mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesalahan aku dalam menilai kesempurnaan itu rupanya terletak pada kekurang-tepatan dalam meletakkan sisi kemanusian dalam diri si manusia itu sendiri. Selalunya kita meletakkan kata 'Manusia' sebagai bentuk tunggal, seorang individu, padahal manusia adalah sebuah konsep mahkluk yang merujuk bukan kepada satu individu saja, tetapi seluruh manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Kegagalan memahami konsep manusia inilah yang membawa diriku terbenam dalam sifat egosentrisme, yang tanpa disadari merasa bahwa manusia adalah pusat alam semesta. Kemanakah ruh-ruh virus kecil yang berukuran atomis pergi? Kemanakah jiwa-jiwa nyamuk dan lalat yang kita semprot dengan baygon? Kemanakah kucing dan anjing pergi setelah mati? Kemankah harimau, burung-burung dan gajah pergi setelah kepunahannya?&lt;br /&gt;Kalau memang benar bahwa kehidupan dan kematian ini selalu ber-reinkarnasi, hal itu bermakna neraka dan surga hanyalah simbolisasi kehidupan dan kematian yang senang dan susah saja. Akalku tidak cukup murni untuk mendapatkan ruang pencerahan tentang itu dan imanku tidak cukup tebal untuk menerima pengajaran tentang kebenaran kehidupan setelah mati. Yang aku sadari masih banyak dosa-dosa dari pikiran, nafsu, keinginan dan ego yang membenamkan kesempatan  untuk dekat dan rapat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Sebab itu aku hanya menalarnya semampu akal yang Allah berikan padaku dan seikhlas dengan iman yang sejauh ini nikmatnya aku peroleh dari Allah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egosentrisme ini membawa manusia untuk berpikir misalnya seorang khalifah berarti hanya ada satu pemimpin. Pemusatan makna khalifah menjadi 'hanya satu' bagaimana kemungkinannya untuk di wujudkan pada jaman sekarang ini? Dalam sejarahnya kita lihat sendiri bagaimana sulitnya menyatukan umat manusia apabila mereka sudah mulai tersebar meluas dan berjauhan. Setiap keadaan, tempat, cuaca, budaya dan sebagainya mengundang berbagai pertanyaan dan permasalahan yang berbeda, akankah ada seorang manusia yang mampu mengatasi itu semua? Sedangkan Rasullullah sendiri dicontohkan sendiri oleh Allah sebagai sosok manusia yang senantiasa bermusyawarah dalam kelompok kecilnya bersama para sahabat-sahabatnya. Bahkan Allah pun tidak membebankan kepemimpinan seluruh muka bumi secara fisikal kepada Rasul, bagaimana kita yang hanya manusia biasa penerus langkah nabi menafsirkan kepemimpinan  yang dicontohkan oleh Rasul di kota Madinah sebagai proyek percontohan kepemimpinan berpusat seluruh dunia?&lt;br /&gt;Seorang khalifah adalah pemimpin secara fisikal dan juga mental, secara akal dan juga iman. Apakah selain para nabi dan rasul adakah 'seorang' individu yang akan mampu menghadapi beribu permasalahan dunia tanpa bimbingan langsung dari Allah?&lt;br /&gt;Tidak ada!!!&lt;br /&gt;Lalu, sedangkan kita yang hanya manusia biasa mati-matian berkeyakinan akan ada seorang manusia yang dengan sendirian mampu menjadi khalifah tunggal di muka bumi, dengan alasan khalifah itu adalah orang yang mendapatkan mandat dari Rasul dan bisa memperolehi bimbingan dari Allah karena memerintah berdasarkan hukum-hukum yang sudah Allah turunkan sebelumnya.&lt;br /&gt;Hanya satu letak kesalahan berpikir yang boleh saya katakan terjadi disini, yaitu, kita musti ingat bahwa kita adalah manusia yang bukan berarti hanya ada satu orang manusia yang sempurna. Tetapi keberagaman kita sebagai manusia  yang memenuhi muka bumi inilah yang menjadikannya mahkhluk paling sempurna yang Allah ciptakan. Karena itu kita harus menyadari betapa lemahnya kita tanpa bimbingan dari ajaran-ajaran yang Allah turunkan melalui tangan dan lidah para nabi dan rasul. Betapa lemahnya kita! Karena itu jangalah berkeyakinan bahwa akan ada lagi seorang individu yang ditunjuk langsung oleh Allah dan dibimbing-Nya langsung melalui  Malaikat suci.&lt;br /&gt;Keistimewaan itu hanya diperoleh oleh manusia-manusia yang dipilih oleh Allah S.W.T. dan jelas bagi  umat islam bahwa Allah sudah menutup buku pintu kerasulan di dunia, yang ada pada kita hanyalah menjadi penerus sebagai khalifah di muka bumi. Jadi, kesalahan meletakkan bahwa pengurus dunia yang disebut Khalifah ini disetarakan dengan unsur Kerasulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bukan suka berpecah belah, tetapi kompleksitas kehidupan dan keberagaman hidup ini  yang membuat manusia punya perbedaan-perbedaan. Perbedaan-perbedaan ini diselaraskan oleh kesatuan iman pada islam, tetapi itu bukan bermakna bahwa hanya ada satu cara dan jalan menjalankan perikehidupan ini. Cara dan jalan apapun yang kita tempuh  sebagai manusia harus merujuk kembali pada apa-apa yang sudah digariskan dan diajarkan melalui kitab suci tempat ajaran Allah yang diturunkan kepada Rasullullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah bukanlah Kerasulan, karena itu khalifah adalah manusia intelek lagi beriman. Dan kalau kerasulan pun bukan satu orang saja, tetapi ada banyak mengapa kekhalifahan harus tunggal dan satu? Kenapa bukan berbeda dan banyak tetapi satu jua kiblat dan mufakatnya? Kesalahan memaknai kekhalifahan akan menggiring manusia menjadi 'FASIS', dan hanya kepada Tuhan kita bermohon supaya dihindari dari petaka seperti itu.&lt;br /&gt;Khalifah dengan serta merta sebagai seorang pemikir dan pembuat keputusan adalah juga seorang ahli agama bertaraf ulama. Itulah Khalifah sebagai alim ulama, banyak yang mengartikan alim itu berarti ilmu, dan hanya ilmu agama, dan ini menyempitkan makan alim itu sendiri, kalau memang 'ulama' itu sudah mencakupi pengetahuan ilmu tentang agama, untuk apa lagi ditambahkan kata 'alim' sebagai ilmu agama lagi?&lt;br /&gt;Islam tidak pernah memisahkan alim dan ulama, berilmu dan beragama. Tetapi kecenderungan manusia suka memisah-misahkan apa yang disatukan oleh Allah. Demikian pula dengan bermacam-macam makna kata yang berkembang saat ini seperti alim ulama dan khalifah. Khalifah adalah alim ulama, dia berilmu intelek pada saat yang sama adalah seorang ulama. Akan tetapi tidak lah serta merta bahwa kalau seorang telah dinobatkan atau dianggap alim ulama atau ulama sahaja adalah langsung menjadikannya posisinya sebagai seorang khalifah.&lt;br /&gt;Khalifah adalah alim ulama, tetapi alim ulama bukan berarti adalah khalifah. Khalifah dalam pengertian ini adalah dalam konteks besar dan bukan konteks kecil seperti pemimpin madrasah atau kepala sekolah agama atau kyai pemimpin pesantren. Khalifah punya tanggung jawab kepada manusia dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;Akankah ada selain para nabi dan rasul, manusia yang ditunjuk sebagai satu individu menjadi Khalifah di muka bumi ini pada jaman sekarang dan akan datang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-8519511778548630446?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/8519511778548630446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=8519511778548630446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8519511778548630446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/8519511778548630446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/03/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 14'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-6998735203495118738</id><published>2007-02-25T19:40:00.000-08:00</published><updated>2007-10-23T13:15:49.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>Tentang seorang perempuan</title><content type='html'>di semesta ini Tuhan jadikan manusia sebagai sebaik-baiknya makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;karenanya manusia dinilai sebagai yang sempurna diantara ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;kesempurnaan itu karena di dunia ini tidak ada manusia tunggal yang paling sempurna.&lt;br /&gt;namun kamu telah menjadi seorang perempuan yang sempurna di dunia aku yang tidak sempurna ini. Teruntuk dia sang semesta penguasa hatiku yang tlah menambatkan jiwa pada jalan yang sejati. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-6998735203495118738?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/6998735203495118738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=6998735203495118738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6998735203495118738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/6998735203495118738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/02/nurwahyuni.html' title='Tentang seorang perempuan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-5577418237784866197</id><published>2007-02-11T21:02:00.000-08:00</published><updated>2007-02-11T21:13:15.289-08:00</updated><title type='text'>no title</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 64, 127);"&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;The intuitive mind is a sacred gift, the rational mind is faithful servant.&lt;br /&gt;We have created a society that honors the servant and has forgotten the gift. (somebody wrote this, and i forgot his/her name)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-5577418237784866197?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/5577418237784866197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=5577418237784866197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5577418237784866197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/5577418237784866197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/02/no-title.html' title='no title'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-4860261740002351457</id><published>2007-01-28T00:15:00.000-08:00</published><updated>2007-01-28T01:17:12.580-08:00</updated><title type='text'>Emosi dan Kedangkalan berpikir</title><content type='html'>Ketika dulu aku dilanda kegalauan hati karena berpapasan dengan berbagai masalah perangai teman-teman yang sulit aku pahami, guru mengaji selalu menjadi tumpuanku untuk bertanya. Dan beliau akan menenangkan hatiku dengan menjelaskan sifat-sifat manusia diantara yang baik dan buruk dengan merujuk kepada Quranul Karim, sunnah dan hadist Nabi, disertai kisah-kisah yang menarik. Lalu aku banyak belajar memahami sifat dan perangai orang lain, dan mencoba untuk dapat menerima dan melihatnya dari sudut pandang lain.&lt;br /&gt;Manusia pada fitrahnya adalah baik dan bersih, tetapi kemudian kehidupan merubahnya, karena itu panduan hidup dari Allah S.W.T dalam bentuk agama perlu diamalkan untuk mengembalikan dan mengendalikan hidup manusia kepada fitrahnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku merasa sedih, ya, Allah, manakala melihat orang-orang dekatku sendiri yang aku tahu mereka sebenarnya baik,lebih menjaga ibadah dan juga lebih fasih membaca  ayat-ayat-Mu daripada hamba ini, tetapi mereka seperti kurang mawas diri. Ya, Allah, aku merindui diskusi dan penerangan yang pernah engkau berikan melalui wejangan guru mengajiku dulu.&lt;br /&gt;Kujumpai seorang teman yang keras pendirian atas apa yang ia yakini, sehingga tampaknya kehilangan keterbukaan untuk berdiskusi dan membatasi perbincangan sebatas yang ia pahami sahaja. Kecenderungan keyakinan itu bedampak memunculkan sifat pongah pada dirinya, dan sulit untuk menerima perbedaan dan cenderung ingin mendeterminasi orang lain.&lt;br /&gt;Kujumpai pula seorang teman yang lain, yang kurang berdaya intelektual tetapi punya keinginan ke arah sana. Namun sayangnya, seringkali terjebak hanya mengulangi atau mengumpani apa-apa yang diucapkan atau pemikiran orang lain yang mempengaruhi dirinya. Sikap ingin mendeterminasi pun muncul pada dirinya.&lt;br /&gt;Kujumpai lagi seorang teman yang lain pula, selalu bertutur kata lembut dan dalam berargumen selalunya menceritakan sifat-sifat mulia Nabi. Sikap dan tingkah lakunya menjadi terlalu tampak berhati-hati, ia memiliki pemikiran sendiri tetapi seringkali terlalu percaya pada anggapan-anggapan yang dibuatnya sendiri. Pada akhirnya sulit untuk berkomunikasi kalau terdapat pola pikir yang melawan haluan cara pikirnya.&lt;br /&gt;Kujumpai lagi seorang teman yang paling rajin beribadah dan membaca buku-buku para ulama. Walaupun kadang terlihat bimbang diantara kepercayaan diri dan kekurang percayaan diri yang melanda sikap dan mentalitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat teman-teman ini aku jumpai sifat selfish dan ego yang kuat yang seringkali bersifat emosional, sementara itu di pihak lain kekurangan yang agak memiriskan adalah terjadi kedangkalan berpikir karena hanya melihat dari aspek tertentu yang dirasakan aman dan tidak ada keberanian atau kebersediaan untuk mendengar dan mencoba memahami haluan pikiran yang kontras atau bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosional dan merasa diri benar, kemudian kedangkalan berpikir yang menggiring kepada kemalasan berpikir semakin hari semakin banyak melanda umat Islam. Di tengah-tengah kebangkitan ilmu-ilmu Islam, intelektual Islam jumlahnya bukannya semakin bertambah sebanding dengan perkembangan ketertarikan orang-orang terhadap kajian ilmu pengetahuan dan spiritual Islam. Yang terjadi justru, semakin banyak orang-orang yg phobia dan cenderung menutup diri terhadap intelektualisme ilmu-ilmu Islam. Umat Islam sendiri, terutama segolongan tertentu dengan hujah-hujah semakin membentengi diri dan menciptakan musuh-musuh imajinernya sendiri.&lt;br /&gt;Ajaran Islam, kalam Allah yang tersurat dan tersirat mengajak umat manusia untuk menjadi pandai dan intelektual tanpa jatuh kepada kemiskinan rohaniah. Iman dan ilmu tidak pernah boleh dipisahkan, pemisahan itulah yang mengakibatkan kejatuhan mentalitas manusia. Umat Islam dituntut untuk menjadi intelektual yang tidak pernah memisahkan ilmu dan iman.&lt;br /&gt;Sejarah turunnya ajaran Islam, bukanlah perjalanan spiritual seorang nabi yang menjumpai Tuhannya. Tetapi adalah perjalanan spiritual yang terus menerus berdampingan dengan masalah kehidupan yang nyata.  Itulah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad s.a.w sepanjang hayatnya selepas menerima perintah kenabiannya. Nabi yang dulu menyendiri ke tempat sunyi, kemudian setelah menerima wahyu setiap hari pergi menjumpai orang-orang dengan membawa risalah-Nya. Secara manusiawi, dengan demikian maka Nabi adalah orang yang punya daya pikir dan intelektual serta keterbukaan yang tinggi. Kelebihannya sebagai manusia adalah beliau dibawah bimbingan langsung dari Allah sehingga menjadi seorang yang maksum tetapi tidak pongah dengan jabatan kerasulan yang dimilikinya, melainkan dengan itu beliau semakin sadar diri. Sifat-sifat inilah yang seharusnya menjadi pedoman dalam berkehidupan umat manusia, apalagi uamt islam yang sudah dibekali dengan serangkaian ibadah formalitas untuk membina jiwa dalaman sehingga tidak perlu lagi mencari-cari atau memandai-pandai menciptakan metode beribadah sendiri. Cukuplah kiranya apa yang sudah Allah beri petunjuk kepada Nabi, tidak perlu kita menambah-nambah dari segi formalitas beribadah. Sedangkan untuk urusan berpkiran berurusan dengan kehidupan sosial dan sebagainya, pegangan kita adalah Al Quran. Disanalah garis-garis besar pemikiran keilmuan dari sudut Islam tersedia. Islam adalah petunjuk ke jalan yang benar, dan seorang muslim perlu menunjukkan dirinya melalui sikap-sikap yang islami. Kedangkalan  berpikir akan menggiring  umat islam kepada membentuk kongkongan dan batasan-batasan sempit terhadap apa itu sikap yang islami. Dan emosional bukanlah sikap yang muncul dari mereka yang beribadah dengan benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-4860261740002351457?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/4860261740002351457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=4860261740002351457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4860261740002351457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/4860261740002351457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/01/emosi-dan-kedangkalan-berpikir.html' title='Emosi dan Kedangkalan berpikir'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-2252716737141195417</id><published>2007-01-18T16:55:00.000-08:00</published><updated>2007-01-27T02:31:14.222-08:00</updated><title type='text'>Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 13</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan pendapat, perdebatan, pertentangan, pertikaian dan peperangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat islam bersatu dalam perbedaan, berbeda penafsiran namun semua dikembalikan kepada Allah S.W.T.&lt;br /&gt;Pertama-tama haruslah dipahami dahulu bahwa nama atau sebutan Allah bukanlah berlandaskan konsep seperti nama atau panggilan pada manusia. Asma Allah bukanlah konsep nama seperti panggilan untuk manusia. Sebutan asma Allah adalah untuk memberi pemahaman kepada manusia.&lt;br /&gt;Tiada Tuhan selain Allah, tiada illah selain Allah. Tiada tuhan selain Tuhan. Allah bukanlah nama tuhan. Allah adalah Tuhan, nama-nama Allah adalah penyebutan untuk menandakan kekuasaan-Nya. Tuhan sendiri tidak bernama, Allah adalah Allah, itu bukanlah konsep penamaan sebagaimana manusia menamakan benda-benda, dan Allah itu bukan benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah S.W.T yang absolut, hanya Allah yang satu, semua ciptaan berasala dari-Nya dan diciptakan dalam bentuk yang berbeda-beda. Dari perbedaan yang sangat tipis sampai yang sangat jauh, dari perbedaan yang nampak kasat mata sampai yang tak kasat mata.&lt;br /&gt;Kebenaran Absolut hanya ada pada Allah, karena itu timbul pemahaman bahwa risalah kebenaran yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah kebenaran yang absolut pula. Akibatnya orang-orang yang mendalami ilmu agama islam akhirnya menyadari kebenaran absolut dari Allah dan kemudian dalam implementasinya berusaha untuk melegitimasi apa yang ia pelajari dan ia sadari itu. Implikasinya adalah setiap orang yang mendalami ilmu agama beragumen bahwa mereka kembali pada ajaran Allah berpegang pada Al-Quran dan pengikut sunah Nabi melalui Hadist-hadistnya.&lt;br /&gt;Masing-masing punya pengikut, masing-masing pengikut mempunyai pengikut pula dan seterusnya hingga ke akhir zaman. Lalu pengikut yang satu bertemu dengan pengikut yang lain, masing-masing mempertanyakan kebenaran absolut yang mereka pelajari dan yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan dunia ini penuh dengan perbedaan-perbedaan bukanlah untuk saling berperang, mendeterminasi, mendominasi atau melegitimasi siapa benar dan siapa salah. Tujuan Allah menciptakan perbedaan sederhana saja, supaya manusia saling mengenal, supaya manusia menggunakan akal fikirannya, supaya manusia melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;Kalau tiap-tiap orang yang mempertikaian kebenaran absolut milik Allah sesuai dengan yang ia dan pengikutnya pahami, apakah yang akan terjadi pada dunia kita ini?&lt;br /&gt;Kalau tiap-tiap dari mereka kelak ditunjukkan bahwa semua yang mereka pertikaikan itu bermuara kepada satu, yaitu Allah S.W.T akankah mereka masih bertikai dan berpecah-belah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alim Ulama adalah perpanjangan tangan Nabi, tetapi alim ulama ini, mereka bukanlah Nabi sendiri. Kebenaran Absolut adalah kepunyaan Allah semata, dan manusia yang menerima risalah kebenaran absolut di tangan pertama hanyalah Nabi Muhammad. Alim Ulama seharusnya menyadari posisinya bukanlah penentu benar dan salah, mereka adalah penyampai risalah dan menjadikan diri mereka sebagai contoh hidup cerminan dari apa yang diajarkan Nabi dan menjadi pembimbing jiwa-jiwa yang bimbang.&lt;br /&gt;Kalau alim ulama ingin menulis risalahnya sendiri, silahkan saja, tetapi janganlah selalu meletakkan kata pengantar yang mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Menjeneralisir pihak-pihak yang menjadi musuh islam dengan istilah-istilah 'memperturutkan hawa  nafsu', 'ilmu-ilmu sekuler', 'universitas-universitas barat', 'jumud', 'sekolah pondokan yang kolot' dan berbagai nada perkataan yang menjurus kepada pendiskreditan pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madrasah atau pesantren atau pondokan atau sekian sebutan lain untuk sekolah tradisional umat islam adalah sebuah institusi pendidikan yang tidak mengenal perbedaan antara ilmu-ilmu agama, religius, spiritual dengan ilmu-ilmu pengetahuan teknologi. Perputaran sejarah di eropa lah yang kemudian mengakibatkan di sana terjadi perpecahan dan pemisahan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan teknologi.&lt;br /&gt;Institusi pendidikan yang dibangun Islam tidak mengenal pemisahan ilmu agama spiritul dan ilmu pengtahuan teknologi, tapi yang terjadi kemudian justru kita menjadi ikut-ikutan melabelkan ada ilmu sebenarnya ilmu yaitu agama dan ilmu diluar ilmu agama adalah ilmu-ilmu sekuler yang sering dipandang berbahaya bagi keimanan.&lt;br /&gt;Hal ini pada gilirannya mengakibatkan dikurangkannya bahkan pada titik esktrim ditiadakannya pembelajaran ilmu-ilmu pengetahuan teknologi daripada institusi pendidikan islam tradisional seperti madrasah, pesantren dan pondokan. Sementara itu Eropa yang akhirnya dilabelkan sebagai 'barat' pun memisahkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Muncullah istilah sekuler, sekulerisasi dan sekulerisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunduran umat islam akhirnya membawa kepada titik terburuknya dan pada gilirannya madrasah, pesantren dan pondokan hanya menjadi basis tempat belajar agama islam saja. Dan diluar daripada itu adalah sekolah-sekolah yang dilabel mengajarkan ilmu-ilmu sekuler. Sungguh menyedihkan, umat islam yang membangun metode pendidikannya secara mandiri pada akhirnya terikut-ikut memisahkan agama dan pengetahuan.&lt;br /&gt;Padahal dalam sejarahnya, madrasah selalu menjadi pusat pendidikan dan perjuangan bangsa-bangsa muslim yang dijajah kolonial eropa. Ketika bangsa-bangsa kolonial tidak mau melihat bangsa-bangsa yang ia jajah menjadi pintar, madrasah, pesantren dan pondokan adalah pusat perlawanan melalui pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kita lihat sendiri, alim ulama sibuk melabel-labelkan pemikiran, pemahaman, ilmu-ilmu, orang-orangnya yang ia nilai berbeda dari dirinya. Yang ini melabelkan yang itu, yang itu melabelkan yang ini. Perbedaan-perbedaan dibuat bukan untuk saling mengenal tapi untuk saling mendiskreditkan, saling menajamkan perbedaan sehingga menjadi pertikaian, pertikaian yang sampai pada titik ekstrim menjadi pertumpahan darah dan peperangan antara umat yang mengaku 'Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya' dikarenakan urusan label dan diskreditasi.&lt;br /&gt;Hal ini memang menyedihkan, tetapi kalau memang inilah kehendak Allah terhadap umat islam maka aku hanya dapat berserah diri dan memohon ampunannya kalau-kalau aku berada di pihak yang salah dan berdosa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-2252716737141195417?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/2252716737141195417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=2252716737141195417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2252716737141195417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/2252716737141195417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2007/01/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 13'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116762374374540986</id><published>2006-12-31T19:52:00.000-08:00</published><updated>2006-12-31T19:55:43.846-08:00</updated><title type='text'>Foto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/400/639733/MyFace01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116762374374540986?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116762374374540986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116762374374540986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116762374374540986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116762374374540986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/foto.html' title='Foto'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116753719360397002</id><published>2006-12-30T18:36:00.000-08:00</published><updated>2006-12-30T19:53:14.396-08:00</updated><title type='text'>Haji dan Kurban: ujian ketaqwaan dan keikhlasan</title><content type='html'>Hari perayaan ini sangatlah istimewa, namun bagi sebagian orang malah dirasakan biasa-biasa saja, tak lebih dan tak kurang daripada hari-hari libur.&lt;br /&gt;Keistimewaannya adalah karena ada dua perayaan yang dilangsungkan.&lt;br /&gt;Kesatu adalah perayaan spiritual secara pribadi yang dilakukan jemaah haji. Umat islam diajarkan untuk mengingat sejarahnya, sejarah umat manusia. Menuaikan ibadah haji bukanlah untuk orang yang berkemampuan biasa saja. Karena itu ibadah haji ini teramat istimewa, ia adalah ibadah puncak. Puncak ibadah ini adalah untuk mendapatkan ridah Allah SWT  berupa haji yang mabrur. Sebuah ibadah yang ikhlas tulus dan melepaskan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah agama dan kepercayaan di dunia, haji atau ziarah mempunyai nilai tersendiri. Ibadah ziarah itu adalah mengingat kembali seluruh kejadian alam semula, kembali ke titik pangkal penciptaan dunia. Demikian juga penyembelihan kurban, semua tradisi agama dan kepercayaan mempunyai ibadah pengurbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ibadah ini berpusat kepada penyerahan diri manusia secara total kepada kehendak Tuhan. Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, mustahil ia mengajarkan kekerasan kepada umat manusia. Allah SWT menguasai dunia ini dan semua lapisan dunia lainnya, dari molekul partikular sel-sel sampai jagat raya alam semesta yang kita tidak ketahui batasan ujung-ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa manusia perlu menyembah atau beribadah kepada Allah SWT? Apakah kalau kita tidak beribadah kepada-Nya maka Ia akan hilang kekuasaan? Apakah Allah merasa umat manusia perlu menyembah-Nya? Apakah Allah menggunakan kekerasan untuk memaksa umat manusia supaya menyembah kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ibadah itu semuanya dikembalikan kepada manusia. Penciptaan manusia adalah puncak daripada bukti kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT. Semua ibadah dari yang paling remeh sehingga yang paling rumit sekalipun adalah untuk kepentingan umat manusia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak perlu manusia untuk menyembah-Nya, tetapi manusialah yang perlu dan membutuhkan Allah SWT untuk disembah. Meski kehidupan semakin kompleks tetapi pada dasarnya kebutuhan pada diri manusia tidak pernah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji atau ziarah adalah puncak ibadah dalam Islam. Dimana disitulah kita mengenang sejarah Nabi Ibrahim. Di situ pulalah ketika kehidupan manusia masih lebih dekat kepada spiritual. Banyak kepercayaan yang menuntun berbagai pengurbanan dari para penganutnya, sehinggalah kita kenal dalam sejarah dan pra-sejarah pengurbanan manusia, bayi, kanak-kanak, dan pemuda belia serta gadis perawan. Karena itulah melalui Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, Allah mengajarkan tata cara pengurbanan yang sebenarnya. Disitulah Ia menunjukkan kasih sayang-Nya. Kisah penyembelihan anak sendiri merupakan puncak cobaan atas keikhlasan jiwa manusia. Siapakah gerangan di dunia ini yang rela memotong anak sendiri demi Tuhannya? Betapa keji perbuatan memotong darah daging sendiri ini!&lt;br /&gt;Karena itulah, dengan kasih sayang-Nya, Allah menukarkan dalam sekelip mata (Allah lebih dekat daripada urat nadi kita) Ismail ditukar menjadi seekor hewan sembelihan. Perayaan Kurban adalah sebuah contoh bahwa Allah bukan menuntut daging dan darah manusia untuk menyembah-Nya. Ketaqwaan dan keikhlasan manusia itulah yang diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedua ibadah inilah, haji dan kurban, umat islam merayakan ketaqwaan dan keikhlasan jiwa manusianya kepada Allah semata. Sebelum bersih jiwa dan raga serta harta benda, maka menuaikan ibadah haji bukanlah menjadi sebuah ibadah. Ia hanya akan menjadi sebuah ibadah fisikal saja. Kemudian perayaan kurban tanpa dilandasi kontemplasi terhadap ketaqwaan dan keikhlasan beribadah kepada Allah semata, hanya akan menjadi sebuah kegiatan formalitas belaka. Tanpa itu, sia-sialah daging dan darah hewan-hewan kurban yang disembelih kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116753719360397002?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116753719360397002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116753719360397002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116753719360397002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116753719360397002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/haji-dan-kurban-ujian-ketaqwaan-dan.html' title='Haji dan Kurban: ujian ketaqwaan dan keikhlasan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116747237431354948</id><published>2006-12-30T01:50:00.000-08:00</published><updated>2006-12-30T01:52:54.396-08:00</updated><title type='text'>Ragu Raga</title><content type='html'>berjalan tapak ingatkan kaki&lt;br /&gt;berurai tungkai melangkah gontai&lt;br /&gt;perlahan walau tak pasti&lt;br /&gt;jejak-jejak waktu menyisiri pantai masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa tapi tak kumelihat&lt;br /&gt;melihat tapi tak kumerasa&lt;br /&gt;ada tanda tentang keraguan&lt;br /&gt;dalam keraguan ada harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun bagiku ia misteri belaka&lt;br /&gt;hati manusia boleh berubah&lt;br /&gt;kadang ia mengikut angin&lt;br /&gt;kadang ia terayun ombak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepastian adanya dariMu jua&lt;br /&gt;dan kumohon pada Engkau yang satu&lt;br /&gt;meski sering aku lupa&lt;br /&gt;tapi jangan biarkan ragu selimuti ragaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116747237431354948?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116747237431354948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116747237431354948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747237431354948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747237431354948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/ragu-raga.html' title='Ragu Raga'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116747208494745731</id><published>2006-12-30T01:42:00.000-08:00</published><updated>2006-12-30T01:48:05.100-08:00</updated><title type='text'>for the one i love most</title><content type='html'>i might not convinced you&lt;br /&gt;why i truly need you&lt;br /&gt;but i do have reason to convince&lt;br /&gt;myself that you are the only one&lt;br /&gt;i adore&lt;br /&gt;for i only have God to pray&lt;br /&gt;and family to be loved&lt;br /&gt;but i realize that i need to love&lt;br /&gt;someone, for all the way&lt;br /&gt;only you came to my mind&lt;br /&gt;i've tried to prove myself&lt;br /&gt;that it was'nt a plain thought&lt;br /&gt;or just a sudden feeling&lt;br /&gt;it might not proved anything at all&lt;br /&gt;but what i've got&lt;br /&gt;i;ve got only you in my mind&lt;br /&gt;the one that i loved most... insya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116747208494745731?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116747208494745731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116747208494745731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747208494745731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747208494745731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/for-one-i-love-most.html' title='for the one i love most'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116747141495481067</id><published>2006-12-30T01:33:00.000-08:00</published><updated>2007-03-03T16:15:45.777-08:00</updated><title type='text'>kepada pagi sejuk yang berawan dan hati yang membeku</title><content type='html'>jeri mengutuk hari&lt;br /&gt;sahaja kaki mengetuk lelah&lt;br /&gt;rasakan tubuh yang mengawang ambang&lt;br /&gt;sementara kudengar hati menyanyi&lt;br /&gt;lagukan nada-nada sumbang&lt;br /&gt;yang meski sedih&lt;br /&gt;senyumkan renungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kusapa pagi&lt;br /&gt;dengan secangkir bening&lt;br /&gt;teh suam yang menghangatkan kuku&lt;br /&gt;kuajak ia bersenda&lt;br /&gt;lalu ia tertawa seperti dedaunan&lt;br /&gt;yang digelitik oleh sang bayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingin pagi yang gemertukkan hatiku&lt;br /&gt;dibuainya aku kaku&lt;br /&gt;dan kusadari&lt;br /&gt;bagaimana hati permainkan rasa&lt;br /&gt;dan rasa permainkan akal&lt;br /&gt;lalu aku hampiri&lt;br /&gt;walau tak dijemput&lt;br /&gt;dan aku tinggalkan&lt;br /&gt;tanpa ada yang menghantar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116747141495481067?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116747141495481067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116747141495481067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747141495481067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747141495481067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/kepada-pagi-sejuk-yang-berawan-dan.html' title='kepada pagi sejuk yang berawan dan hati yang membeku'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116747104487236204</id><published>2006-12-30T01:25:00.000-08:00</published><updated>2006-12-30T01:37:29.680-08:00</updated><title type='text'>DariMu</title><content type='html'>Dalam sunyiku&lt;br /&gt;aku bertanya&lt;br /&gt;pada empunya awal&lt;br /&gt;atau pun akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena keduanya adalah milikMu&lt;br /&gt;dan hanya kepadaMu aku bertanya&lt;br /&gt;serta mengharap pinta pertolongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MengapaKau beri aku&lt;br /&gt;hati yang mudah berubah?&lt;br /&gt;mengapa selalu Kau beri aku&lt;br /&gt;dua pilihan yang sulit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;manakala telah kuyakinkan&lt;br /&gt;hatiku untuk yang satu&lt;br /&gt;lalu kau renggut keduanya dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tak kau buat saja&lt;br /&gt;satu untukku?&lt;br /&gt;satu sebagai ingatanku&lt;br /&gt;padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Yang Satu&lt;br /&gt;namun tiada tersebut dan terbilang&lt;br /&gt;ampuni aku yang menduakan hati&lt;br /&gt;namun ridhailah satu yang kupinta&lt;br /&gt;dariMu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116747104487236204?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116747104487236204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116747104487236204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747104487236204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116747104487236204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/darimu.html' title='DariMu'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116731965895773856</id><published>2006-12-28T07:27:00.000-08:00</published><updated>2006-12-28T07:27:39.506-08:00</updated><title type='text'>Kejadian Alam-kah yang akan menyatukan umat manusia?</title><content type='html'>Akhir-akhir ini setiap ujung tahun kita selalu menanti dengan was-was, kejadian alam apa lagi yang akan mengakibatkan bencana bagi manusia? Dimana akan terjadi? Berapa banyak lagi korban yang akan jatuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah ajakan-ajakan peperangan yang terjadi di luar sana akan berhenti apabila bencana alam melanda mereka yang mengajak berperang itu? Ataukah mereka akan meneruskan propaganda perang dengan alasan keselamatan umat manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah manusia adanya, tidak mau mengalah walaupun sudah kalah dan akan kalah.  Semua kejadian di dunia ini seperti sudah tertulis dengan sendirinya. Berkenaan dengan sifat dan sikap manusia yang makin lama makin buruk, saling menikam, saling tak acuh, saling curiga, memang menyesakkan dan membuat capek. Tapi itulah kenyataannya, dan secara bersamaan juga sunatullah alam yang sudah digariskan berjalan. Perubahan alam, gempa bumi, retakan kerak bumi, pergeseran lempeng bumi, es mencair, gunung meletus, semuanya bukanlah sesuatu yang baru. Perubahan-perubahan alam itu sudah terjadi sejak bumi diciptakan, itulah dinamika perjalanan hidup bumi, dan manusia adalah bagian daripada kehidupan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua usaha telah dilakukan, segala daya upaya telah dibuat, segala pikiran telah dicurahkan, manusia masih punya keterbatasan. Keterbatasan yang dimilik saat ini mungkin akan terpecahkan di masa depan, tetapi di masa depan, masih akan ada lagi keterbatasan lainnya. Sementara itu, bumi dan alam semesta ini tidak menjadi lebih pintar, atau lebih ganas, atau lebih licik sebagaimana manusia memainkan akalnya. Bumi dan alam semesta berjalan sebagaimana ia telah dimulakan dahulu sehingga menuju ke pengakhirannya yang entah kapan kita tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, manusia mudah lupa akan keterbatasannya sehingga melupakan bahwa andaikata sampailah pada satu titik, dimana tidak ada tempat lagi untuk mencari jawaban, ia niscaya menjadi hampa. Namun, disaat yang sama ada sebagian manusia  yang terlalu malas atau tidak punya motivasi untuk berusaha keras mencari jawaban untuk mengatasi segala keterbatasan yang ada. Terlalu mudah menyerah dan sedikit-sedikit berpasrah diri, dan lupa kalau bertawakal itu adalah berserah diri yang disertai usaha sepenuh hati dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jiwa hampa, dan segala tanya jawab tak terselesaikan, kita tahu kemana kita harus kembali dan kita tahu apa yang harus kita isi kembali. Lalu, apakah dengan bencana-bencana alam yang berterusan seperti ini setiap tahun, masih belum sadarkah manusia bahwa kita sudah diisyaratkan untuk saling menjaga, saling berpegang hati dan saling tulus dan ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, rasanya itu masih mustahil. Jauh panggang dari api. Mungkin bencana alam pun tak sanggup untuk merubah tabiat manusia modern dan postmodern yang sudah demikian carut marutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116731965895773856?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116731965895773856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116731965895773856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116731965895773856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116731965895773856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/kejadian-alam-kah-yang-akan-menyatukan.html' title='Kejadian Alam-kah yang akan menyatukan umat manusia?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116676198683467715</id><published>2006-12-21T20:30:00.000-08:00</published><updated>2006-12-21T20:33:06.890-08:00</updated><title type='text'>22 desember 2006</title><content type='html'>hari ini jumat, tanggal 22 desember ternyata banyak yang berulang tahun diantara teman-temanku.&lt;br /&gt;Sri Wahyuni yang aku sayangi, Gertha mahasiswi yang centil, Taufik yang baru saja menikah, Deisy yang cakep dan kalem, Teuku Fahri yang kreatif dan tenang.&lt;br /&gt;Semoga usia mengingatkan kita kepada kedekatan waktu yang tersisa 'bertugas' di dunia ini. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116676198683467715?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116676198683467715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116676198683467715' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116676198683467715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116676198683467715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/22-desember-2006.html' title='22 desember 2006'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116571482453390815</id><published>2006-12-09T17:27:00.000-08:00</published><updated>2011-04-26T07:46:07.029-07:00</updated><title type='text'>Qissatul Iman: Kisah Mencari Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bulanbintang.co.id/gallery/KMT-S.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="138" width="95" src="http://www.bulanbintang.co.id/gallery/KMT-S.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Buku ini di tulis oleh Syekh Nadim Aj-Jisr, berupa uraian percakapn teologis-filosofis tentang wujud Tuhan.&lt;br /&gt;Wujud Tuhan dalam pengertian disini bukan wujud dalm bentuk 'shape' atau 'form', tetapi wujud keberadaannya di alam semesta, terutama dalam wujud abstraksi pemikiran.&lt;br /&gt;Perbedaan yang semakin menjurang antara pemikir dan pemikiran Islam dan Barat adalah diakibatkan dari di satu pihak kejumudan umat Islam terhadap pemikiran tertentu, dan kebebasan ekstrim dalam berpikir di pihak pemikir/pemikiran Barat.&lt;br /&gt;Satu-satunya manusia dan juga nabi yang diberi predikat maksum hanyalah Muhammad Rasullullah s.a.w, sebagaimana yang diimani oleh umat islam.&lt;br /&gt;Karena ajaran yang dibawanya bukan berasal dari pemikiran pribadi, tetapi diturunkan oleh Allah S.W.T kepada beliau. Percik pemikiran pribadinya dapat dilihat melalui tingkah laku dan perkataan yang disebut Sunnah nabi. Hanya nabi yang senantiasi dilindungi dari kesalahan dan kesia-siaan perbuatan oleh Allah, hanya beliau yang mutlak dijadikan panutan.&lt;br /&gt;Khalifah maupun pemuka agama dan para ulama hanya dapat mengikuti atau mencontoh beliau tetapi tidak akan dapat mencapai kemutlakan dalam bertindak dan berkata sebagaimana anugerah yang Allah bagi kepada Nabi.&lt;br /&gt;Ulama adalah penerus nabi, tetapi mereka bukanlah Nabi.&lt;br /&gt;Karena percik pemikiran mereka pun bukan sesuatu yang mutlak sepanjang masa. Pengkritisisasian terhadap pemikiran mereka tentu diperlukan agar tidak menjadi pemikiran yang beku dan hilang ditelan masa. Perbedaan yang harus dijaga dengan cara kritis Barat adalah dalam Islam senantiasa dianjurkan untuk 'berprasangka baik' dan 'amanah'.&lt;br /&gt;Memang 'amar ma'ruf nahi munkar' adalah pedoman dalam mengkritisi kehidupan, tetapi landasan untuk melakukannya apalagi terhadap sesama muslim janganlah dilalaikan daripada sikap 'berprasangka baik' dan karena 'amanah'.&lt;br /&gt;Saya bersyukur menemukan buku ini tanpa disengaja. Telah lama saya mencari-cari buku sederhana yang menguraikan filsafat barat dari segi keilmuan Islami, tanpa harus terjatuh kepada mutlak-mutlakkan mengkafirkan atau mensekulerkan pemikiran Barat.&lt;br /&gt;Buku ini begitu sederhana, tetapi saya menyadari kesederhanaan ini karena sebelum ini telah melalui bacaan literatur filsafat yang rumit. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116571482453390815?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116571482453390815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116571482453390815' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116571482453390815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116571482453390815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/12/qissatul-iman-kisah-mencari-tuhan.html' title='Qissatul Iman: Kisah Mencari Tuhan'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116257788786326033</id><published>2006-11-03T09:55:00.000-08:00</published><updated>2006-11-03T10:18:08.346-08:00</updated><title type='text'>Absurditas isu Islam Liberal dan Liberalisasi Islam</title><content type='html'>Islam Liberal, benarkah ada?&lt;br /&gt;Liberalisasi ajaran Islam, perlukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Quran, meskipun persentasenya bukan yg terbesar tp isu nasrani dan yahudi serta orang2 musryikin yg dianggap 'musuh' Islam menjadi bergema dan bergaung berterusan.&lt;br /&gt;Saya tidak begitu mengerti mengapa Al Quran sebagai sebuah bacaan suci dan isinya adalah peringatan2 terhadap manusia, bisa menjadi sebuah alasan untuk menghakimi siapa 'kawan' siapa 'lawan'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat islam memang kita harus berhati-hati, tetapi bukan berarti phobia dan memproteksi diri secara terang-terangan. Umat Islam harus terus menerus berjaga-jaga, harus meng-upgrade pengetahuan, harus semakin kritikal terhadap berbagai pemikiran modern. Tetapi itu bukan alasan bagi umat Islam untuk merasa terancam, terancam dan terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Islam Liberal, sungguh menggelikan hati saya. Saling tuding saling bela. Adakah ini membuat Islam semakin kuat?&lt;br /&gt;Bagi pihak yang dikatakan menyokong paham Islam Liberal sebagaimana di tuduh oleh golongan yang menolaknya, apakah perlu liberalisasi ajaran Islam dengan menggunakan semboyan, atau istilah yang datang dari perkembangan sekulerisasi barat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi pihak yg mengharamkan Islam Liberal, apakah pemahaman akan liberarisasi, sekulerisasi dan pluralisme harus terikat selalu dengan pahaman barat? Bagaimana dengan plurarisme agama ketika Islam masih berjaya dulu? Apa kata yg tepat untuk menggantikan kerukunan beragama dan perlindungan Islam terhadap agama-agama lain di bawah kekuasaan kerajaan Islam dulu itu?&lt;br /&gt;Apakah terpisahnya urusan pemerintahan dan urusan keagamaan di dalam kerajaan islam, atau negara islam itu bukannya hampir mirip dengan proses sekulerisasi barat antara negara dan agama? Kalau memang tidak mirip, apa makna dari semakin terpisahnya pemimpin islam dengan kekuasaan dalam mengatur negara? Dulu khalifah adalah pemimpin pemerintahan sekaligus spiritual agama, selanjutnya tidak lagi sehingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masing2 pihak punya agenda kerja yg berat. Baik yg mendukung isu membebaskan umat yg jumud, dan yg menolak isu liberalisasi islam.&lt;br /&gt;Daripada saling menuduh dan memvonis, lebih baik gunakan energi itu untuk 'meluruskan' para pejabat pemerintahan yang menganut Islam sebagai agamanya, tetapi dengan sadar maupun tidak sadar melakukan tindak pidana korupsi dan kejahatan terhadap umat islam lainnya melalui berbagai ketidakadilan!&lt;br /&gt;Gunakanlah energi perdebatan kalian itu untuk kepentingan yang lebih nyata dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar. Insya Allah, Allah S.W.T membuka hati kita semua dan memberi keberanian dalam bertindak dan berpikir. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116257788786326033?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116257788786326033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116257788786326033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116257788786326033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116257788786326033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/11/absurditas-isu-islam-liberal-dan.html' title='Absurditas isu Islam Liberal dan Liberalisasi Islam'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-116223640849359237</id><published>2006-10-30T11:23:00.000-08:00</published><updated>2006-10-30T11:26:49.043-08:00</updated><title type='text'>Bilakah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bilakah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu bagikan aku&lt;br /&gt;kepada mereka yang tengah patah jiwa-jiwa cintanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu hadirkan aku&lt;br /&gt;sebagai penguat cinta diantara mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,&lt;br /&gt;Bilakah Engkau akan berikan aku&lt;br /&gt;Hati yang untuk aku cintai&lt;br /&gt;Wahai yang maha pengasih&lt;br /&gt;lagi penyayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut relung jiwa&lt;br /&gt;aku bersujud simpuh&lt;br /&gt;memohon pada-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-116223640849359237?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/116223640849359237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=116223640849359237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116223640849359237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/116223640849359237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/10/bilakah.html' title='Bilakah?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115914420448570794</id><published>2006-09-24T17:29:00.000-07:00</published><updated>2006-09-24T17:30:05.396-07:00</updated><title type='text'>Renungan Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 12</title><content type='html'>Gold, Gospel dan Glory dan tradisi Jihad dalam beragama&lt;br /&gt;(Sebuah tanggapan sederhana terhadap pidato (ilmiah) Pope Benecdictus 12.9.2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya jihad atau berjuang atas/dengan/dibawah panji agama bukanlah khas milik Islam saja. Kata Jihad memang berasal dari Arab dan dipopulerkan oleh umat Islam dalam berjuang mempertahankan diri dan memperluas pengaruh Islam yang telah dilakukan sejak jaman Nabi dan para sahabat sampai dengan pendirian dinasti-dinasti kesultanan.&lt;br /&gt;Islam sebagaimana dicontohkan oleh Rasullullah s.a.w mengajarkan bahwa agama (islam) tidak dipisahkan dari kehidupan bernegara dan berbangsa. Agama menyatu dengan politik, sosial dan budaya. Sistem pemerintahan yang dijalankan Nabi adalah musyawarah dan kekhalifahan, bukan otoriter dan kerajaan (empire).&lt;br /&gt;Kalaupun terbentuk kesultanan-kesultanan oleh bangsa Arab, itu adalah bentuk pemikiran politik kerajaan sendiri, tetapi bukan berasal dari kekhalifahan yang dicontohkan Nabi. Apa yang diajarkan Nabi bukanlah bentuk fisikal dari sebuah sistem pemerintahan, apakah berbentuk republik, kerajaan atau lainnya, tetapi lebih kepada inti sifat memerintah itu sendiri, yaitu meletakkan iman di atas segalanya, dan disertai penggunaan akal yang sehat dalam menjalankan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal dan iman dalam islam tidak pernah dipisahkan sebagai dua hal yang berbeda atau bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam pandangan barat, agama kristiani sendiri datang dari timur (tengah) juga mengandung unsur jihad yang kental. Gold, Gospel and Glory adalah motto suci kolonialisme dan imperialisme barat di abad ke 16 hingga 18. Gold adalah pencarian harta, disertai Gospel penyebaran agama kristiani dan mencapai kejayaan Glory.&lt;br /&gt;Imej Islam disebarkan melalui pedang, terjadi karena pada awal lahir dan membesarnya Islam adalah masa-masa barat dalam kegelapan. Terjadi banyak peperangan di mana-mana, karena muncul banyak penguasa-penguasa otoriter dan korup. Pada saat yang sama Islam sedang membesar dan perluasan wilayah kerajaan sedang giat dilakukan bersamaan dengan upaya-upaya membebaskan berbagai wilayah jajahan imperial kerajaan seperti Romawi yang rusak akhlak dan moralnya. Kenyataan bahwa kedatangan Islam membawa perubahan pada tatanan kehidupan di berbagai wilayah bekas jajahan imperial barat abad ke 9 sampai 12, jarang diungkapkan dan dipopulerkan oleh sarjana barat. Suatu bentuk pengkhianatan kaum cendekiawan barat yang dikenal 'demokratis'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau barat boleh menuduh Islam disebarkan dengan kekerasan, maka timur pun boleh menuduh penyebaran Kristiani melalui penjajahan kolonial/imperial Barat. Saling tuduh menuduh ini tidak akan ada habisnya. Karena pada dasarnya, selalu muncul manusia-manusia yang bertopeng dan berselindung di sebalik diskursus agama untuk kepentingan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesilapan terbesar yang sebenarnya bisa sangat tidak berarti yang diucapkan oleh Pope Benecdictus itu adalah, karena melihat situasi tegang Islam-Barat mewakili Kristiani, dia menggunakan contoh dari percakapan Kaisar Manuel dengan Sang Bijak dari Persia (entah siapa namanya). Contoh itu ia gunakan untuk mempertanyakan,"Apakah bertindak tidak secara rasional (tindakan yang tidak masuk akal), itu bertentangan dengan kodrat (hakikat) Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kutipannya, Pope Benecdictus, secara tergesa mengambil perumpaan ucapan Kaisar yang katanya terpelajar tetapi terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Katanya, Kaisara secara mengherankan memakai cara langsung ke dalam pertanyaan utama tentang hubungan antara agama dan kekuasaan kepada rekan diskusinya.&lt;br /&gt;Kaisar berkata,"Tunjukkanlah, apa yang dibawa Muhammad dan Anda hanya akan menemukan yang buruk dan tidak manusiawi, seperti bahwa ia memerintahkan agar iman yang diwartakannya disebarluakan dengan pedang. Hal ini bertentangan dengan kodrat Allah dan kodrat Jiwa....Allah tidak mencintai darah dan tidak bertindak rasional itu bertentangan dengan hakikat Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuat klarifikasi lebih lanjut atas penggunaan contoh kutipan diatas, Pope mengajak masuk kedalam diskusi soal 'Tindakan rasional atau tidak rasional' kaitannya dengan 'kodrat atau hakikat Tuhan'. Selanjutnya apa yang dikemukan Pope adalah sekitar masalah 'akal budi' manusia dan 'struktur rasional'  dalam memahami  kehendak  Tuhan.&lt;br /&gt;Dalam logika terpelajarnya, Pope, mengambil ucapan Kaisar bahwa bertindak tidak rasional (dengan Logos) itu bertentangan dengan hakikat Allah, dan seterusnya berbicara secara falsafati tentang rasionalisme mana yang berkesusaian dengan masa depan. Dunia Barat katanya, telah membahayakan akal budi dengan menghindari pertanyaan-pertanyaan mendasar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang mengeherankan karena ucapan pertanyaan dari Kaisar ttg tindak tidak rasional itu tidak dikaitkan juga dengan Gold Gospel Glory yang begitu terkenal dari Barat, dimana ketika itu Raja-raja dan pemerintahan Kolonial/Imperial Barat mendapatkan persetujuan resmi dari Gereja-gereja untuk 'menjajah' timur dengan alasan 'membangun peradaban (yg maju)'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi intelektual Barat dan Kristiani, memang jelas terjadi gesekan-gesekan keras antara rasio dan iman. Dengan lahirnya filsafat Barat, iman ditantang oleh akal, dan pada titik ekstrimnya, beberapa filsafat memang mematikan Tuhan dalam wacananya dan menukarnya dengan istilah-istilah yang dianggap lebih rasional. Filsafat menjadi tempat proses merasionalkan Tuhan sebagai upaya pencapaian akal manusia dalam memahami tindak tanduk ketuhanan. Sebagai akibatnya dikalangan beberapa penjaga agama dan iman kristiani ada yang beranggapan 'akal' adalah jebakan syaitan atau esktrimnya akal adalah tempat bersemayam syaitan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang berulang disebut dalam tradisi intelektual Islam, yaitu peringatan-peringatan agar jangan sampai menafsirkan agama (Islam) dengan memperturutkan hawa nafsu dan akal manusia semata. Dalam Islam, senjata yang diberikan oleh Allah S.W.T untuk melawan godaan syaitan dan hawa nafsu adalah AKAL DAN IMAN.&lt;br /&gt;Dua buah senjata ini tidak boleh dipisahkan, sejak awal mula intelektual Islam bertarung dengan dirinya sendiri untuk menjaga keseimbangan holistik antara iman dan akal. Jauh sebelum ungkapan Einstein, si ahli fisika teori relatifitas soal akal tanpa iman adalah lumpuh, dan iman tanpa akal adalah buta, tradisi intelektual Islam sudah membentuknya sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pope ingin agar kaum intelektual universitas memikirkan kembali makna 'rasional' yang seperti apa agar tidak membunuh keimanan seperti yang sudah terjadi pada era modern ini, seharusnya dia tidak menggunakan contoh kutipan asumsi pribadi Kaisar Manuel yang mempertanyakan jalan pedang yang ditempuh dalam penyebaran Islam oleh Nabi.&lt;br /&gt;Kelemahan dari premis yang diambil oleh Pope ada dua.&lt;br /&gt;Yang pertama, untuk ucapan ilmiah, seharusnya tidak boleh mengambil ucapan yang bersifat hipotesa atau asumsi yang sepihak. Ucapan Kaisar Manuel yang dikatakan terpelajar itu berdasarkan asumsi sepihak dirinya semata, tanpa ada pembuktian dan penelaahan lebih lanjut. Lagipula, ucapan itu adalah sekian puluh tahun yang lalu diucapkan dan sementara waktu berlalu sudah sekian puluh buku dan tulisan yang menolak pandangan itu baik dari umat Islam sendiri apalagi dari cendekia Barat yang mendalami Islam, seperti Murad Hoffman yang di usia senjanya menulis buku seperti Der Islam als Alternative (Islam:The Alternatif) karena Pope bicara di publik Jerman, sepatutnya ia pun tahu isi buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat telah pun sampai kepada tujuan berkeinginan memahami bagaimana dan kenapa Tuhan berbuat atau berpikir. Sedangkan dalam Islam, sebenarnya tidak ada filsafat secara terbuka tetapi yang ada adalah Hikmat Berpikir dengan tujuan memahami bagaimana dan kenapa Allah selalu berpesan dalam Quran,"Tidakkah kamu berpikir....perhatikanlah tanda-tanda..."&lt;br /&gt;Jadi tujuan hikmat berpikir bukan mempertanyakan Tuhan, tetapi mengenal dan mempelajari tanda-tanda ketuhanan yang tersebar di dunia, bumi , langit, tanah, air, mikro dan makro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam (memahami ALlah S.W.T) tidak bisa dengan ukuran berpikir secara relatif, seperti adanya oposisi biner, makna arbiter, kutub dikotomi dan paradoksal. Sementara Pope mempertanyakan 'rasional' yang seperti apa dan menyuarakan soal keagungan akal budi (Logos), dimana ia ingin agar rasionalitas yang sudah menguasai barat dewasa ini didefinisikan kembali agar menyatu dengan iman kembali. Ini adalah permasalahan Barat dan iman kristiani yang pernah dipisahkan dengan akal.&lt;br /&gt;Tidak demikian dengan Islam, adalah baik sekali kalau memang Pope mau berdialog soal akal dan iman dari sudut pandang Islam.&lt;br /&gt;Karena untuk mencapai kepahaman ttg Tauhid, iman dan akal harus senantiasa menyatu dalam keadaan seimbang dan sadar. Meskipun demikian ketauhidan Allah dengan segal tindak tanduk-Nya tidak dapat di ukur dengan cara menimbang ala akal manusia. Sekali lagi coba perhatikan ungkapa Lao Zhe, pengajar tradisi Tao, bahwa Tao yang bisa diungkapkan bukanlah Tao sejati. Selaras dengan pemikiran itu, tidak ada kemungkinan sedikitpun bagi manusia untuk memahami mengapa dan kenapa Allah bertindak sesuatu. Dengan demikian, mengkategorikan tindakan rasional atau tidak sebagai bertentangan atau tidak dengan hakikat Tuhan, adalah sesuatu yang perlu dihindari. Karena lebih besar mudarat daripada manfaatnya.&lt;br /&gt;Manusia tidak akan pernah bisa mendefinisikan Tuhan, dan segala perbuatan Allah itu ada di luar kategori-kategori yang boleh dipikirkan manusia. Bahkan Ia diluar kategori imanen dan transenden yang disepakati filsafat maupun teologi. Yang dapat dipahami manusia hanyalah sebatas tanda-tanda yang Ia tunjukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mensejajarkan pandangan soal rasional atau tidak bagi pikiran manusia, dengan apakah itu bertentangan atau tidak dengan kodrat-hakikat Allah.&lt;br /&gt;Untuk tujuan mendalami kodrat Allah, ianya berada di wilayah bukan untuk pengetahuan awam. Dalam Islam, pembelajaran perkara-perkara ini adalah bagi umat Islam yang ingin mencapai tahap ma'rifat, dan untuk itu diperlukan berbagai amalan-amalan yang lebih mendalam dan keikhlasan serta kesucian jiwa dan pikir agar tidak tersesat. Karena Allah S.W.T telah memperingatkan bahwa hal-hal demikian yang ghaib, manusia tidak mengetahuinya melainkan sedikit. Dan Pope Benecdictus sebagai seorang beriman (kristiani) dan terpelajar tentunya paham dan mengerti bahwa persoalan ini yang tidak seharusnya di bawa kepada awam.&lt;br /&gt;Insya Allah, Allah S.W.T membuka pintu hati umat manusia yang tersekat jiwanya dan menurunkan hidayah dan perlindungan-Nya kepada umat Islam sepanjang bulan Ramadhan ini dan sesudahnya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115914420448570794?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115914420448570794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115914420448570794' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115914420448570794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115914420448570794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/09/renungan-seorang-umat-yang-belajar_24.html' title='Renungan Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 12'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115846005779256561</id><published>2006-09-16T19:26:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T19:27:38.060-07:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 11</title><content type='html'>&lt;o:p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Umat Islam: Maju kena mundur pun apalagi lebih kena.&lt;/span&gt;    &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Umat Islam terdiri dari berbagai bangsa. Dulu sekali umat islam pernah mempunyai bangsa-bangsa yang dikenal sebagai pemimpin peradaban, kemajuan intelektual dan inovator ilmu pengetahuan manusia. Akan tetapi sekarang, umat islam dikenal sebagai bangsa-bangsa yang sebagian kekayaannya melimpah tetapi tidak menjadi pemimpin dalam perekonomian, mempunyai raja-raja yang berkuasa tetapi tidak muncul sebagai pemimpin berpengaruh, miskin intelektual, sebagian lagi hidup masih dalam garis kemiskinan, konsumtif tetapi tidak produktif, singkat kata umat islam sekarang ini terdiri dari bangsa-bangsa yang kehilangan peranannya dari pentas dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Bangsa-bangsa umat islam dipermainkan dan sibuk untuk saling salah menyalahkan, sibuk untuk menjadi siapa yang lebih pengikut Nabi dari yang lainnya. Saya sebagai bagian terkecil dari umat ini menjadi sangat berduka. Untuk itu saya coba mengurai dalam sebatas kemampuan daya pikir yang Allah berikan pada saya dalam memahami kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam tubuh umat islam sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Akidah dan Syariat Islam&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Islam adalah agama monoteis, tetapi Islam tidak pernah mengajarkan faham fasisme, bahwa segala sesuatunya harus merujuk ke satu pemahaman tunggal, sementara yang lainnya salah dan harus dimusnahkan. Fasis mengajarkan hanya boleh ada satu cita-cita bersama dan cara mencapainya juga harus satu cara bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Dalam Islam, akidah dan syariat menjadi basis dalam bertindak. Artinya tidak ada satu pun tindakan umat islam yang dibolehkan menyimpang dari akidah dan syariat. Akibat efek samping dari penjagaan ini menyebabkan orang-orang yang merasa punya autoriti menggunakan alasan ‘menyimpang dari akidah dan tidak sesuai dengan syariat Islam’ sebagai senjata pamungkas untuk memangkas berbagai macam pemikiran yang lahir dari masa ke masa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Pihak autoriti dengan senjata ‘akidah dan syariat’ ini lama kelamaan menjadi bersifat otoriter. Dalam Quran manusia selalu diajak untuk terus menerus berpikir untuk melawan kelupaannya, akal dan iman adalah senjata umat islam dalam menghadapi perubahan dan tantangan jaman. Penggunaan senjata ‘akidah dan syariat’ sebagai alasan rujukan untuk berbagai penyimpangan pemikiran, dengan sendirinya terlihat bertolak belakang dengan semangat ‘berpikir dan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah S.W.T’.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Akidah dan Syariat adalah gerbang pembatas diri manusia supaya tidak berlebih-lebihan, dan ketika hilang arah dan tujuan, kedua hukum dasar bagi manusia ini boleh menjadi tempat merujuk kembali. Akidah dan syariat adalah batas-batas dimana manusia harus berjaga-jaga di alam pemikirannya supaya tidak kacau dan sesat. Ianya harus mengendap di dalam sanubari yang paling dalam, dan bukan hanya berada diantara akal dan iman, tetapi ada di dalam keduanya sekaligus.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Kekurangan yang terjadi sekarang ini adalah pihak autoriti keagamaan selalu merasa berada di pihak yang berhak dan berkuasa penuh untuk mendeterminasi pihak lain dengan alasan merekalah yang mempelajari agama Islam dengan benar dan buku-buku keagamaan, lebih mengetahui mana yang sesuai dengan akidah syariat dan mana yang tidak. Sebanarnya dari kacamata pembenaran mana dan siapa mereka memandang diri mereka sendiri?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Bagaimana mungkin seorang ulama yang hanya mengkhatamkan kitab-kitab akidah dan syariah tetapi tidak menyentuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung situasi dan kondisi yang terjadi disekitarnya, selain hanya mengambil rujukan dan membandingkannya dengan situasi dan jaman yang tertulis dalam kitab-kitab lampau? Keputusan apa yang bisa diambilnya, sedangkan pikiran dan keputusannya bukan dalam jagaan dan level pesuruh Allah sebagaimana para Nabi?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Sedangkan Nabi pun selalu bermusyawarah dengan kawan-kawan beliau dalam menghadapi setiap persoalan yang baru dijumpainya, mengapa ulama-ulama sekarang merasa punya autoriti untuk menentukan segala-galanya?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Saya sangat salut dan hormat dengan sebahagian ulama-ulama yang menjadikan dirinya contoh dan panutan melalui perbuatan-perbuatan nyata, penulisan-penulisan yang membuka hati dan kata-kata yang logis. Bukan kepada ulama-ulama yang sibuk berdakwah dengan mengambil ayat Quran dan Hadist untuk membenarkan pandangan dan pendapatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Adalah ulama-ulama yang menyentuh langsung jantung persoalan yang terjadi dalam masyarakatlah yang patut kita teladani. Kalau ada masalah pelacuran dan perjudian, maka turunlah para ulama-ulama yang begitu banyak jumlahnya ke tempat-tempat lokalisasi pelacuran dan perjudian, berdakwahlah dengan lembut bukan kekerasan di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, ajaklah mereka kembali ke jalan benar dan carikan solusi yang memungkinkan bagi kesulitan hidup mereka. Meskipun dalam setahun mungkin hanya seorang yang berhasil di bawa keluar dari tempat itu dan kembali ke jalan yang di ridhai Allah, itu adalah hasil yang lebih di harapkan masyarakat daripada setiap hari mendengar khutbah tentang api neraka dan siksa kubur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Kalau ada masalah pencurian misalnya; sentuhlah permasalahan pencurian yang lebih besar seperti korupsi dan penipuan dalam jumlah besar. Mana yang lebih pantas diperingatkan berulang-ulang tentang hukum dipotong tangannya seorang pencuri ayam yang kelaparan dengan seorang koruptor yang kekenyangan? Turunlah wahai para ulama yang saya cintai, jadikanlah nabi sebagai panutan dalam berdakwah seperti yang selalu kalian ceritakan dalam khutbah. Nabi dalam berkhutbah tidak takut cercaan hinaan dan bahkan pukulan siksaan, demi membawa kembali umatnya ke jalan yang benar. Jangan pada satu sisi selalu menekankan orang supaya mengikuti cara hidup nabi, tetapi di sisi lain ketika masalah menghampiri mengatakan kita ini manusia biasa bukan seorang yang seperti nabi, mana tahan….&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Karena itu alasan untuk menuduh seseorang melakukan penyimpangan akidah dan syariat itu sebaiknya dipertimbangkan masak-masak sebelum dilontarkan. Karena akidah dan syariat itu bukan hukum untuk menghukum sembarangan, tetapi ianya harus menjadi hukum yang tumbuh didalam sanubari tiap-tiap individu muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Dalam Islam, setiap insan dilahirkan dalam keadaan suci, bukan berdosa seperti kepahaman umat lain. Karena itu kembalikanlah ia kepada kesucian itu, karena manusia berbuat dosa bukan karena pada dasarnya ia adalah pendosa. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; masalah yang lebih besar yang menyebabkan manusia itu berbuat dosa. Pada fitrahnya manusia adalah suci, bukan fitrahnya manusia sebagai pendosa, karena itu jangan memperlakukan manusia seolah-olah dia itu mahkluk berdosa yang harus disucikan melalui penghukuman berdasarkan akidah dan syariat islam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ijtihad&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Al Quran, sunnah dan hadist Nabi, serta kumpulan kitab-kitab yang pernah ditulis oleh ulama terdahulu telah dibakukan sebagai rujukan dalam mencari berbagai jawaban atas persoalan hidup dalam dunia. Sekilas ia tampak benar, tetapi coba kita telaah dan pahami sedikit lebih jauh.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ramai orang selalu melontarkan kata-kata bersifat apologis seperti ini:&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Sudah ada dalam Quran. Dalam Islam sudah pernah dibicarakan. Kitab-kitab terdahulu lebih benar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Seketika dengan mengatakan ini, kita seolah-olah berhenti untuk bertanya lebih lanjut. Semuanya sudah ada jawabannya. Quran, hadist, sunah dan berbagai kitab ulama terdahulu merupakan jawaban untuk permasalahan yang timbul sesudah jamannya dan sehingga ke masa depan seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Argumen bahwa Quran adalah kitab suci yang tak lekang oleh waktu dan tempat menjadi hujah harga mati dan ditempatkan sebagai alasan utama. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Kebenaran-kebenaran mendasar dan berbagai pertanyaan tentang kehidupan, sememangnya sudah termaktub dalam Quran. Karena itulah ia menjadi basis pandangan hidup umat Islam. Tetapi meperlakukan Quran seperti sebuah buku jawaban atas segala pertanyaan adalah jelas-jelas salah!&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Al-Quran diturunkan Allah kepada Rasul-Nya bukan dalam sehari. Bukan pula diturunkan sebagai buku jawaban atas segala pertanyaan. Quran diturunkan selama waktu yang diperlukan seorang manusia untuk menjadi dewasa, yaitu 22 tahun lebih hampir 23 tahun. Dengan kata lain, Nabi Allah pun memerlukan waktu sekian lama untuk menerima keseluruhan ajaran Islam dan itu pun adalah keseluruhan dari dasar-dasar utama yang terpenting bagi umat manusia. Tidak ada jawaban instan yang diturunkan oleh Allah, melainkan manusia selalu diajak berpikir dan berpikir dan berpikir dengan melihat apa-apa yang sudah Allah berikan di semesta dunia ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ijtihad yang perlu dilakukan umat islam dewasa ini bukanlah ijtihad ala pendiri mazhab lagi, karena jumlah pemikiran dan ahli-ahli pikir tidak sesedikit jaman dahulu. Akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tidak sesulit jaman dahulu. Selain itu jarang sudah ada seseorang bisa menghabiskan waktunya hanya untuk mengerjakan satu hal. Kehidupan sekarang menuntut manusia untuk saling berbagi dan saling mengingatkan, sebab itu Allah memberitahu manusia untuk selalu amar ma’ruf nahi mun’kar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Perdebatan intelektual, pertukaran pikiran dan diskusi-diskusi adalah penting sebagai bagian dari ijtihad di kalangan umat islam. Penafsiran-penafsiran kembali ajaran-ajaran islam adalah penting bagi menghadapi cobaan dan tantangan di masa hadapan. Kalau dahulu Quran lebih sering ditafsirkan oleh seorang demi seorang, saat sekarang ini dengan sudah banyaknya berbagai buku2 tafsir, maka dalammenafsirkan Quran sebagai induk ilmu bagi umat islam, bukan lagi hanya didominasi oleh seorang pakar agama sahaja. Menafsirkan kitab suci umat islam ini bukan hal mudah, karena itu bersatulah para cerdik cendekia, para pakar dari berbagai ilmu pengetahuan teknologi, dan para intelektual dari berbagai latar belakang. Duduklah bersama-sama, tafsirkanlah Quran untuk konteks jaman sekarang dan persiapan masa depan nanti, rujuklah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kembali semua kitab-kitab tafsir terdahulu, lengkapi, sempurnakan, dan teliti kembali penafsiran yang terdahulu. Upaya penafsiran ini bukan berarti lampu hijau agar boleh mengubah-ubah kandungan dari Al Quranul Karim, bukan! Penafsiran kembali Quran secara kontemporer adalah sebuah ijtihad besar bersama yang buakn didasarkan pada kepandaian seorang dua orang, tetapi seluruh umat islam di dunia. Penafsiran kembali ini melengkapi, mengembangkan, menyempurnakan apa-apa sudah pernah ditafsirkan sebelumnya oleh cerdik cendekia dan ulama terdahulu. Syak wak sangka yang menghantui umat islam bila mendengar ada upaya penafsiran Quran secara kontemporer adalah dugaan sebuah ancaman adanya upaya mengotak-atik Islam. Sebuah syak wa sangka yang menjadi fitnah berbahaya, tetapi memang harus dicermati terus. Apakah kita hanya merapatkan badan kita ketika shalat berjemaat, tetapi tidak merapatkan hati kita pula? Apakah kita hanya berbaris bershaf-shaf ketika shalat menghadap Allah tetapi tidak membuat benteng berlapis bershaf-shaf manakala menghadapi musuh manusia yang nyata yaitu Syaintannirrazim?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ijtihad bersama umat islam dalam pemikiran dan tindakan dalam menyelesaikan berbagai masalah dunia adalah sebuah keupayaan membentengi umat islam sendiri dari serangan-serangan pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115846005779256561?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115846005779256561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115846005779256561' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115846005779256561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115846005779256561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/09/renungan-seorang-umat-yang-belajar.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 11'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115825003206347787</id><published>2006-09-14T09:04:00.000-07:00</published><updated>2006-09-14T09:07:12.766-07:00</updated><title type='text'>Bangunkan malamku kepada siang</title><content type='html'>tiupkan ruh bara apiku&lt;br /&gt;bakar habis semua jiwaku&lt;br /&gt;dan terbangkan setiap helai ragaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, bila pagi telah menyingsing&lt;br /&gt;bangunkan malamku kepada siang&lt;br /&gt;biarkan gagak-gagak bawakan selimut tidurku&lt;br /&gt;dan biarlah ia lelap menghabiskan siangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangunkan malamku kepada siang&lt;br /&gt;dan simpankan untukku sisa-sisa bunga mimpi semalam&lt;br /&gt;untuk kulanjutkan esok&lt;br /&gt;dan kurajut  mimpiku bersamamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115825003206347787?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115825003206347787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115825003206347787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115825003206347787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115825003206347787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/09/bangunkan-malamku-kepada-siang.html' title='Bangunkan malamku kepada siang'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115824982495955094</id><published>2006-09-14T08:59:00.000-07:00</published><updated>2006-09-14T09:03:45.066-07:00</updated><title type='text'>Kepada sejuk pagi yang berawan dan hati yang membeku</title><content type='html'>jeri aku mengutuk hari&lt;br /&gt;sahaja kaki mengetuk penat&lt;br /&gt;rasakan tubuh yang mengawang awan&lt;br /&gt;sebentar kudengar hati menyanyi&lt;br /&gt;lantunkan nada-nada miris&lt;br /&gt;sumbang yang sedih&lt;br /&gt;tapi&lt;br /&gt;senyumkan jiwa yang merenung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kusapa pagi&lt;br /&gt;dengan  secangkir bening&lt;br /&gt;teh suam yang hangatkan kuku&lt;br /&gt;ku ajak ia bersenda&lt;br /&gt;lalu mereka bergurau seperti dedaunan&lt;br /&gt;yang digelitik oleh sang bayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingin pagi gemertukkan hatiku&lt;br /&gt;dibuatnya aku beku&lt;br /&gt;dan aku sadari&lt;br /&gt;bagaimana hati permainkan rasa&lt;br /&gt;dan rasa memainkan akal&lt;br /&gt;lalu aku menghampiri&lt;br /&gt;walau tak dijemput&lt;br /&gt;dan aku meninggalkan&lt;br /&gt;tanpa ada yang menghantar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115824982495955094?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115824982495955094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115824982495955094' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115824982495955094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115824982495955094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/09/kepada-sejuk-pagi-yang-berawan-dan.html' title='Kepada sejuk pagi yang berawan dan hati yang membeku'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115824919689399868</id><published>2006-09-14T08:51:00.000-07:00</published><updated>2006-09-14T08:55:41.666-07:00</updated><title type='text'>Adalah Mata</title><content type='html'>Adalah Mata, pancaran sebuah hati&lt;br /&gt;saat kau riang&lt;br /&gt;ia tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Mata, cerminan sebuah jiwa&lt;br /&gt;saat kau dusta&lt;br /&gt;ia terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata adalah Kata-kata&lt;br /&gt;saat hati meredup&lt;br /&gt;dan cermin jiwa meretak&lt;br /&gt;ia berbicara&lt;br /&gt;suarakan derita&lt;br /&gt;dari mereka yang terasing&lt;br /&gt;yang berjuang untuk kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata adalah sebuah kejujuran&lt;br /&gt;yang tak perlukan&lt;br /&gt;Kata-kata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115824919689399868?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115824919689399868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115824919689399868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115824919689399868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115824919689399868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/09/adalah-mata.html' title='Adalah Mata'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115634567857489161</id><published>2006-08-23T08:07:00.000-07:00</published><updated>2006-08-23T08:07:58.703-07:00</updated><title type='text'>MEMBACA KOMIK WAJAH KITA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Fenomena gerakan komik &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; untuk sementara waktu ini sarat diwarnai nuansa instanitas pelakunya, dimana setiap orang berkesempatan bebas mengadu peruntungan membuat komik dan menyebut dirinya seorang komikus tanpa harus melewati proses pembelajaran terlebih dulu. Kalau komikus dunia harus melewati proses magang sebelum berhasil menerbitkan sendiri komiknya, komikus &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; sudah bisa eksis bila sudah pernah melahirkan komik sendiri barang satu atau dua buah. Belum saatnya memperbandingkan kualitas komikus dunia dengan komikus lokal, meski demikian melalui riset kecil-kecilan melalui internet terdapat beberapa komikus lokal yang sudah berkesempatan unjuk gigi menjadi ilustrasi komik di penerbitan komik luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Latar belakang tiap-tiap komikus kadang melahirkan pandangan-pandangan ekstrim masing-masing dalam memandang rimba perkomikkan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, dari pandangan yang materialistik yang berorientasikan pasar, hingga yang idealistik mengekspresikan sisi individualisnya. Inilah tanda keberagaman yang unik dalam tubuh ‘bayi montok’ komik &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Kegiatan &lt;i style=""&gt;mengomik&lt;/i&gt; secara otodidak (self-refenrential) telah membudaya hingga ke kalangan anak-anak pelajar di bangku sekolah menengah. Semangat adalah kata kuncinya, dan bila mempunyai uang saku yang cukup tebal bolehlah mengambil kursus ngomik yang mulai menjamur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Belum adanya aturan-aturan main yang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;baku&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; yang dikhususkan bagi penerbitan komik lokal, dimana ada sebagian penerbitan memperlakukannya sama seperti penerbitan buku-buku lainnya, ada pula yang mencoba membangun kerjasamanya. Pola kerja yang beragam yang masing-masingnya sedang dalam proses pencarian bentuk-bentuk kerjasama yang lebih sesuai dengan keadaan, memberi warna pada penggarapan komik-komik lokal. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; yang bekerja dibawah naungan sebuah penerbitan dengan membawa misi tertentu, ada yang menjalin hubungan dengan organisasi nirlaba, ada yang mengerjakan sendiri, ada yang kelompok, untuk kemudian mengajukannya pada penerbit. Selain itu ada pula yang berada di luar sistem penerbitan umum, dengan membangun jaringan dan pada akhirnya mulai melahirkan komunitasnya tersendiri, lewat cetak maupun internet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebelum terbitnya majalah komik lisensi Wizard yang dianggap baru ini, sepanjang tahun 1998 hingga 2004, pernah bermunculan banyak penerbitan majalah komik lokal, baik melalui jalur produksi mandiri maupun melalui penerbitan resmi. Sebutlah majalah-majalah yang pernah terbit sekejap seperti Koin, Komikland, Wayang Gaul, Tabloid Komikka, Tabloid Komik: SAP Project, MAKO, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Union&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, dan mungkin akan terus muncul silih berganti memenuhi kegiatan pameran dan bazaar komik yang cukup marak belakang hari ini. Beberapa penerbitan kecil, mulai berminat dan merasa tertantang menyediakan kesempatan pada komikus lokal untuk menerbitkan karya-karya mereka. Dapat disebutkan sebagian penerbit itu seperti Dahara Comic, Komunitas Nisita, Riko Amer Production, Gagas Media, Creativ Media, Terrant dan Asy Syaamil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Stagnansi rimba perkomikkan dicairkan melalui terbentuknya komunitas-komunitas komik baru yang diam-diam terus lahir, yang pertama-tama cukup dikenal adalah Kajian Komik Indonesia (KKI) yang dibidani sejak tahun 1993. Ibu Rahayu S. Hidayat, sebagai ketua komunitas ini, melalui percakapan santai lewat saluran telepon lokal yang jernih, mengatakan sangat bergembira melihat perkembangan dunia komik nasional akhir-akhir ini apalagi bila membandingkannya dengan kondisi perkomikkan lokal sepuluh tahun yang lalu saat ide komunitas ini dicetuskan. Ceritanya di awal-awal kegiatan KKI hanyalah mencoba membawakan seminar tentang komik satu-dua kali, kemudian mulai adanya rutinitas pameran-pameran komik lokal, dan akhirnya Depdiknas dan Balai Pustaka saat itu turut ambil bagian dengan diadakannya lomba komik serta Pameran Komik dan Animasi I di tahun 1998. Selanjutnya pertumbuhan menggembirakan dengan banyaknya penyelenggaran acara dan kegiatan sejenis di berbagai kota, dan pada akhirnya para penerbit besar pun turut ambil bagian memberi kesempatan terbit bagi karya komikus tanah air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Salah satu komunitas yang menyusul muncul dan cukup dikenal luas hingga saat ini adalah Masyarakat Komik Indonesia (MKI) yang lahir dipenghujung acara Pekan Komik nasional pertama di tahun 1997. Slogan mereka yang lantang adalah ‘Support Your Local Comic Movement’, ciptaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ardie dari studio komik Karpet Biru. Laksana gayung bersambut bermuncullanlah komunikas-komunitas komik yang berbasiskan kampus-kampus, &lt;i style=""&gt;mailing list groups&lt;/i&gt; dan forum-forum diskusi &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt;. Beberapa &lt;i style=""&gt;mailing list groups&lt;/i&gt; komik yang cukup ramai contohnya MKI dan Icomics, terdapat juga forum diskusi yang menyediakan bagian khusus perbincangan komik, seperti forum.indicomic.com, forum.kafegaul.com, dan forum.freakschool.com yang didalamnya publik komik aktif saling bertukar pikiran dari sekedar ngalor-ngidul antar komikus dan pembaca, hingga perdebatan serius mengenai komik di Indonesia. Tempat-tempat diskusi &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt; ini lebih bertahan lama dibandingkan dengan situs-situs yang khusus mengenai komik, seperti &lt;i style=""&gt;planetmerah.com, kitakita.con, barong-komik,com &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;mikon.diffy.com&lt;/i&gt;, yang sementara ini telah berhenti aktifitasnya. Belakang hari ini muncul &lt;i style=""&gt;komikindonesia.com &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt; indicomic.com&lt;/i&gt; yang oleh pengelolanya ditangani lebih profesional, berhasil menghimpun cukup banyak komikus berpameran komik secara &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt;, disamping upaya menerbitkannya juga secara &lt;i style=""&gt;offline&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dari kegiatan online ini, terpetiklah berita bahwa telah ada pula artis komik Indonesia yang bekerjasama dengan pihak luar negeri dalam menerbitkan komik, diantaranya adalah Rizki sebagai ilustrator komik berjudul Garland of Moonlight, penerbit Shoto Press, dan Erufan sebagai ilustrator dua edisi komik Archeon terbitan Digital Webbing (USA). Disamping itu dikabarkan pula kerjasama seorang komikus wanita dengan samaran Anzu Hizawa dengan penerbit dari Singapura. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kemudian melalui bantuan korespondensi dua komikus wanita di Jakarta dan Bandung, Esvandiari dan Dyotami, yang keduanya rajin mengikuti mailing list dan forum diskusi komik online, didapatlah beberapa pandangan sejauh mana keseriusan dari teman-teman seprofesi mereka dalam memapaki rimba perkomikkan di tanah air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebagian besar komikus muda usia ini adalah wanita, hal ini berarti mendobrak dominasi pria yang biasanya terlihat lebih aktif menekuni komik. Pengakuan sebagian besar komikus yang ada, mengindikasikan bahwa keseriusan menekuni komik mulai muncul sejak tahun 1998. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Mereka sudah berpikir mengenai pentingnya konsep, naskah dan gambar dari komik yang dikerjakan. Banyak poin-poin penting seperti kualitas cerita, &lt;i style=""&gt;storytelling&lt;/i&gt;, ilustrasi, desain karakter, setting, pewarnaan, &lt;i style=""&gt;lay out&lt;/i&gt;, serta maksud dan tujuan dari komik yang sedang diusahakan untuk diterapkan di dalam komik-komik mereka, walaupun menurut mereka akui sendiri masih belum sepenuhnya bisa dikerjakan dengan baik. Proses belajar sembari mempraktekkan inilah yang sedang terjadi, dan ada terbesit harapan bahwa dunia usaha mau berupaya mengembangkan industri komik lokal sebagai bisnis masa depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Diakui Harlia, bahwa kendala membuat komik banyak datang dari diri sendiri. Ada juga Mutaroh, salah seorang komikus komik Stay In, yang mengaku mendapatkan banyak tantangan dan hambatan baik dari luar maupun dalam. Banyak pengerjaan komik lokal masih mengandalkan manual, ketersediaan raster seperti yang terdapat dalam komik Jepang masih minim dan mahal, sedangkan kemampuan untuk memanfaatkan komputer dirasakan belum cukup maksimal. Gambaran bahwa banyak komikus lokal yang menyambi pengerjaan komiknya di luar rutinitas kerja sehari-hari tampak dari cerita orang-orang seperti Ardi Sama yang sehari-hari menjadi IT Consultant di sebuah perusahaan, atau Ahmad Zeni yang karyawan tetap sebuah divisi penerbitan majalah anak-anak. Ardi membayangkan pengembangan komik yang dapat sejalan dengan pengembangan animasi, serta dunia entertainment Indonesia yang nantinya saling berkolaborasi. Dyotami sendiri mempertanyakan masalah konsistensi dalam berkarya disamping menilai positif semangat-semangat baru yang muncul. Dukungan dari orang-orang disekitar merupakan obat semangat yang berarti bagi T. Wolv, komikus Riddle of Gravity. Sebagian rekan-rekan komikus muda lainnya memberikan tanggapan dan pandangan yang kurang lebih sama seperti teman-teman di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Perkembangan lain yang cukup membantu apresiasi terhadap komik adalah diterbitkannya buku Komik Indonesia yang merupakan tesis sosiologi Marcel Boneff dalam bahasa Perancis (1976)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menyusul menerbitkan juga terjemahan buku &lt;i style=""&gt;Understanding Comic: The Invisible Art&lt;/i&gt;, Scott McCLoud, 2001. Selain itu juga maraknya penerbitan buku-buku panduan membuat komik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Yang perlu menjadi perhatian disini adalah sebuah komik bisa eksis bila ada perupa atau artis komik yang tertekad untuk mengerjakannya dan sebuah komik tentu butuh penggemar yang apresiatif agar eksistensinya bergulir. Selain itu penting pula bagi insan perkomikkan nasional untuk saling membangun dan mempersiapkan landasan pijak bagi penjelajah baru yang ingin masuk dan meramaikan rimba belantara perkomikkan Indonesia yang masih lapang dan asri ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sebagian besar orang mensinyalir bahwa generasi komikus senior sudah banyak yang pensiun dari dunia komik, sekian tahun dinantikan, hampir tidak pernah ada lagi muncul karya-karya terbaru dari mereka. Tetapi ternyata tidak sepenuhnya benar, sebagian komikus senior masih aktif sebagai ilustrator macam-macam, dan ternyata Hans Jaladara sedang giat kembali membuat komik Walet Merah, lanjutan dari komiknya Panji Tengkoraknya yang terdahulu. Meski didera oleh berbagai kritikan berkaitan dengan gambar komik khas Hans yang berubah mengikuti arus pasar komik, kita layaknya memberi salut atas semangat dan profesionalitas yang ditunjukkan oleh komikus &lt;i style=""&gt;gaek&lt;/i&gt; yang satu ini, yang mampu secara konsisten menelurkan komiknya bukan hanya satu atau dua jilid tapi sudah tujuh jilid buku komik. Semoga saja komikus ini bisa terus berkarya dengan baik, sehingga nantinya akan kita saksikan pertemuan dua generasi komikus, dan semoga publik pembaca komik di Indonesia bisa lebih peka dan apresiaif terhadap karya komik bangsa sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Selama lima tahun terakhir ini, berbagai upaya intens yang mulai dilakukan oleh penerbit-penerbit komik kecil maupun besar, tampaknya belum mampu membuat mekanisme pasar ‘bergeming’. Pasar sekarang masih dibanjiri oleh produk asing, meski hal itu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau ditolak mentah-mentah, dan juga bukan berarti sesuatu yang &lt;i&gt;taken for granted&lt;/i&gt;, harus ditelan bulat-bulat. Sebaliknya merupakan sebuah tantangan yang harus diubah menjadi peluang secara bersama-sama oleh berbagai pihak yang terkait. Janganlah sampai membiarkan komikus harus mencari suaka karya ke negara lain agar bisa diterbitkan komiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Di saat sekarang ini, terlepas dari masalah pengaruh mempengaruhi, bila membaca ‘wajah’ komik Indonesia yang ada, akan mudah ditemui berbagai cerapan langgam yang dianggap memenuhi standar kualitatif komik yang dinilai bagus. Pada sebagian penerbitan, didapat sebagian besar komik Indonesia yang mengacu pada standar genre manga (Jepang), pada komik Indonesia berwarna terdapat postur berlanggam Amerika, dan eksplorasi beragam langgam dari yang kartun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga semi realis. Belakang hari ini tidak sedikit penerbitan yang mencoba masuk ke kancah rimba perkomikkan Indonesia dengan mengusung nilai standar komiknya masing-masing. Penerbitan ulang yang diberi sentuhan di sana-sini dari karya-karya komik klasik Indonesia pun turut menyemarakkan ‘wajah’ komik ini. Pergerakan komik-komik alternatif yang membawa pandangan baiknya tersendiri pun semakin menambahkan rupa dan warna ‘wajah’ komik Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Harapan dari beragamnya sumber-sumber inspirasi dan standar kebagusan komik-komik yang ada ini adalah munculnya keunikan-keunikan bertutur cerita lewat gambar yang khas pengembangan dari masing-masing individu. Sejauh ini komik lokal masih berjuang mendapatkan bentuk orisinalitas langgam komiknya. Sejauh yang bisa diamati sekarang ini komik Indonesia merupakan &lt;i&gt;mimikri&lt;/i&gt; (mengacu pada konsep dari Franz Fanon) dimana komik Indonesia yang ‘terjajah’ oleh kuatnya dominasi komik terjemahan, dipaksa untuk meninggalkan anggapan tentang jati diri komik lokal yang mulai terbentuk di pertengahan abad ke 20, kemudian mulai belajar mengadaptasi identitas mereka dengan identitas komik terjemahan yang mendominasi pasar abad ini. Bentuk lain pencarian identitas komik Indonesia ini adalah sebuah &lt;i&gt;hibriditas&lt;/i&gt; (mengacu pada konsep Homi Bhabha), yang dengan berdasar pada premis universalisme bahasa komik, dengan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;harafiah lalu diartikan mengawinsilangkan genre-genre yang ada dengan tujuan menghasilkan langgam yang unik dan baru. Sementara itu dibalik wacana keberagaman gaya komik yang dikembangkan terdapat ambivalensi yang puncaknya adalah upaya-upaya kamulfase dalam memasarkan produk komik lokal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;" &gt;Selama ini proses hibridasi komik Indonesia terpatah oleh masa stagnan tahun 80-an hingga 90-an, dimana tidak ada lagi pengikut gaya Ganes Th., tidak ada lagi pengikut gaya Teguh Santosa, terkuburnya akronim Cergam(Cerita ber-Gambar) bagi istilah komik Indonesia. Untuk itu kekhasan masing-masing individu dalam menggali, menemukan, mengekpresikan bahasa komik secara verbal maupun visual niscaya akan menumbuhkan citra dan cita rasa lokal yang khas, dan bisa menjadikan komik Indonesia dicintai publik negerinya sendiri. Amin.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115634567857489161?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115634567857489161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115634567857489161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115634567857489161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115634567857489161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/08/membaca-komik-wajah-kita.html' title='MEMBACA KOMIK WAJAH KITA'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115634495055246367</id><published>2006-08-23T07:55:00.000-07:00</published><updated>2006-08-23T07:55:51.070-07:00</updated><title type='text'>MEMBACA WAJAH KOMIK KITA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-top: 12pt; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bagaimana rupa dari wajah komik kita sekarang ini? Adakah ia mulai berbentuk dan semakin rupawan? Ataukah ia seperti wajah sang gadis yang tersembunyi di balik cadar? Adakah ia masih ragu-ragu atau kurang pede memperlihatkan wajahnya yang mungkin masih penuh jerawat? Membicarakan rupa dari wajah komik &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, boleh dibilang berbicara tentang hal yang paling dilematis di negeri yang masih kesulitan minat baca dan daya beli buku. Meski tak bisa dipungkiri peminat dan pembeli buku komik jumlahnya cukup signifikan, namun hal itu bukan sesuatu yang menggembirakan karena belum dianggap bernilai positif dalam pandangan stereotip awam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-top: 12pt; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Buat yang masih sempat mengecap kedigjayaan komik-komik lokal dibilangan tahun 60-an hingga 80-an, sudah barang tentu menemui banyak perubahan-perubahan yang signifikan dalam mengenali dunia perkomikkan nasional masa kini. Membacakan kisah-kisah komik di masa depan mungkin sudah akan menjadi alternatif pilihan bagi bagi para orangtua, meski sebenarnya kegiatan membaca buku komik biasanya dilakukan dengan sangat intim, antara si anak dan buku komiknya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Keluhan yang tiada habis bak linangan air mata tentang meluasnya dominasi komik-komik terjemahan yang tertancap kian kuat, tanpa diimbali jumlah karya-karya komik anak bangsa di pasaran nasional. Keluhan lain ada di dalam mata masyarakat kita sendiri, yang kadang masih kolot dengan pandangan bahwa komik adalah bacaan yang diperuntukkan bagi anak-anak, pandangan ini sebenarnya sudah jauh ketinggalan zaman. Untuk menepis anggapan itu dibeberkan sedikit fakta berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di negara penghasil komik seperti Perancis, Amerika, dan Jepang yang industri komiknya sudah menjadi penghasil devisa tersendiri bagi negaranya. Penggila acara-acara komik semacam pameran dan bursa yang justru lebih banyak didatangi oleh orang-orang dewasa. Tak ketinggalan komik juga menjadi bahan kajian bagi keilmuan, tak kurang pakar semiotik seperti Umberto Eco pernah mengulas komik &lt;i style=""&gt;Krazy Kat&lt;/i&gt;-nya Herriman, serta E.H. Gombrich seorang sejarawan seni membahas khusus tentang karikatur, saudara dekat komik, pada salah satu bagian di bukunya &lt;i style=""&gt;Art and Illusion&lt;/i&gt;. Genre dan tema komik tumbuh dengan sangat beragam adalah hal yang sudah pernah disinyalir oleh pengamat komik Arswendo Atmowiloto di tahun 1982, katanya, “&lt;i&gt;Komik bila dilihat dari sejarah dan hasilnya, mampu menampung permasalahan sosial, politik, agama, filsafat, sejarah, perjuangan, penerangan dan aspek-aspek lain dalam kebudayaan&lt;/i&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Komik-komik pun sudah dikategorikan secara ketat di negara-negara maju yang disebutkan sebelummnya.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Membanjirnya komik-komik terjemahan dari Jepang, tak luput dari kemudahan penerimaannya di publik komik tanah air. Melirik dari jumlah dan isi komik Jepang yang dipanggil &lt;i style=""&gt;Manga&lt;/i&gt; itu, bisa kita bayangkan bagaimana luasnya penerimaan komik itu sendiri di dalam budaya kontemporer Jepang saat ini. Komik-komik yang diproduksi dengan biaya murah ini dinikmati bak cemilan, dan tak ada bedanya dengan majalah, tabloid dan surat kabar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sementara itu komik-komik tipis penuh warna dan dengan tata artistik yang beraneka rupa dari komik-komik negeri Paman Sam, yang sempat terhenti produksi terjemahannya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kini akan muncul kembali bersama pemain lama seperti Indira dan penerbit baru PMK. Komik ini memperlihatkan kecenderungan yang berbeda, dimana komik mempunyai nilai koleksi tersendiri bagi para penggemarnya. Di daratan Eropa, dengan mengambil contoh industri komiknya Perancis, komik sudah dibiasakan sebagai medium penuangan ide dan pemikiran kritis meski tetaplah menghibur, dengan pencapaian tingkat artistik yang terus-menerus dikembangkan oleh para seniman komiknya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menjadi sumber inspirasi bagi komikus dunia lainnya. Industri komik beberapa negara di Asia yang mulai tumbuh subur seperti Hongkong dan Kore, turut mengambil jatah kue pasar selera publik komik di Indonesia dengan genre komik silatnya serta petualangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Kemajuan komik juga sudah sampai pada posisi dimanfaatkannya komik sebagai media atau alat penyampai pesan yang efektif baik visual juga verbalnya. Dijelaskan oleh Will Eisner, pencetus istilah novel grafis, bahwa, “Buku komik merupakan montase kata dan gambar. Seorang pembaca harus melatih kemampuannya menginterpretasikan hal-hal secara verbal dan visual bersamaan. Resim seni (seperti: perspektif, komposisi, sapuan kuas) dan resim literatur (seperti: tata bahasa, plot, sintaksis) keduanya menjadi saling terataskan. Membaca komik adalah sebentuk upaya melakukan persepsi estatik (keindahan) dan pengejaran intelektual. Saya bandingkan komik sebagai seni merangkai adegan (&lt;i style=""&gt;sequential art&lt;/i&gt;).” Bukti lainnya adalah untuk kesekian kalinya komik pun di beri penghargaan khusus. Joe Sacco, menjadi terkenal sebagai jurnalis komik lewat salah satu karyanya &lt;i style=""&gt;Palestine&lt;/i&gt;, yang diganjar hadiah American Book Award 1996. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Melalui salah satu surat elektroniknya, Uwi Mathovani yang pernah terlihat sebagai editor pada komik Dua Warna karta Alfi Zachkyelle dan komik Alakazam karya Donny Kurniawan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengemukakan pendapat bahwa memang publik umumnya masih menganggap komik sebagai bacaan anak-anak. Kalau ditilik dari jenis cerita dan &lt;i style=""&gt;artwork&lt;/i&gt; dari komik-komik yang beredar dewasa ini, jelas paradigma semacam itu sudah tidak relevan lagi katanya. Sebagian cerita komik bahkan sudah lebih didominasi dengan cerita-cerita yang cocoknya untuk pembaca usia remaja. Contohnya, komik-komik Jepang yang dominasi cerita-cerita remaja, seperti serial cantik dan misteri. Komik silat Hongkong yang dipenuhi cukup banyak adegan perkelahian, sedangkan komik Eropa hampir semua yang diterbitkan disini diperuntukkan pembaca segala usia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bertolak belakang dengan pendapat umum bahwa komik merupakan bacaan bagi anak-anak ini, bukankah di dalam negeri pun sebetulnya sudah dapat kita temui buku-buku komik agama, filsafat, politik dan sejarah serta budaya, seperti serial &lt;i style=""&gt;for beginners&lt;/i&gt; tokoh intelektual terkemuka, seri mengenal asal mula budaya Cina, seri filsuf Tiongkong Klasik, kisah Sam Kok, Jengis Khan, butir-butir mutiara Al-Ghazali dan sekian banyaknya komik-komik kisan para nabi san sahabatnya, serta komik-komik tokoh dunia lainnya. Ini menunjukkan bahwa komik telah diolah menjadi media penyampai pesan yang efektif untuk hal-hal yang serius dan mendidik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Yang ramai dibicarakan belakang hari ini adalah kehadiran jenis penerbitan mandiri yang biasa dipanggil &lt;i style=""&gt;indie&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;independent&lt;/i&gt;) atau &lt;i style=""&gt;underground&lt;/i&gt;, gerakan yang sedang dan terus melakukan &lt;i style=""&gt;counter culture&lt;/i&gt;, suatu gerakan melawan arus pendiktean industri komik &lt;i style=""&gt;mainstream&lt;/i&gt; baik dari segi distribusi maupun ideologi. Karenanya muncullah komik dengan cerita-cerita yang lebih dewasa dan berorientasi individualis yang sudah cukup berkembang, walaupun memang dengan cakupan distribusi yang terbatas di kalangan tertentu saja. Para pelaku komik &lt;i style=""&gt;indie / underground&lt;/i&gt; ini ada yang pernah juga terlibat dalam industri komik mainstream, seperti yagn dialami Beng,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ahmad Zeni, Wisnoe Lee, yang dari makan gaji, lalu pindah jalur independen, dan berkesempatan kembali komiknya diterbitkan resmi. Menurutnya nilai-nilai penting yang diperjuangkan dalam komik adalah nilai edukatif, egaliter dan juga rekreatif. Hal lainnya yang banyak menjadi bahan diskusi di internet,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harapan seperti yang diungkapkan komikus dengan inisial Zeus bahwa kelak komik bisa dipandang sebagai sebuah karya seni oleh awam, dan komik lokal bisa menjadi tuan rumah sendiri yang artinya bisa memberi penghidupan yang layak bagi para pekerja kreatifnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bercerita tentang rimba perkomikkan Indonesia, pastilah membawa kenangan tersendiri bila diperdengarkan kembali kisah-kisah kejayaan komik-komik nasional di masa lalu. Penyebutan “rimba” bagi dunia perkomikan Indonesia, hanyalah sebuah keisengan belaka dalam memandang wajah perkomikkan nasional, dimana perkomikkan di Indonesia bisa dibayangkan seperti sebuah rimba raya yang belum terjelajahi. Mengalami stagnansi selama lebih kurang dua dekade sejak surutnya produksi komik nasional tahun 70-an, kini rimba perkomikkan Indonesia laksana hutan hilang yang ditemukan kembali dan mulai dipapaki oleh para penjelajahnya. Sebuah rimba raya yang masih belum dikenali seutuhnya, diman ada penjelajah yang hanya menelusuri tepian pinggirannya, ada pula yang nekad mencoba menerobos ke dalam kelebatannya, di dalamnya ada yang berani membangun koloni baru, ada yang tak jera walau gagal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun tidak sedikit yang masih memandang angker dari kejauhan saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Macam apa ‘rimba raya’ perkomikan tanah air ini? Kalau kita berjalan-jalan di arena bazaar komik yang semakin hari semakin rajin dilangsungkan di beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Malang, Solo, Yogyakarta, Bandung, dan tentu saja ibukota Jakarta, akan ditemukan hal keunikan dalam setiap pameran komik yang berlangsung tersebut, yaitu jumlah peserta pameran dari komikus-komikus mandiri dan penerbitan arus bawah tanah justru lebih banyak, daripada peserta pameran yang berasal dari penerbitan-penerbitan resmi dan besar. Hal yang sangat kontras berkebalikan kalau perhatian kita alihkan pada rak-rak toko buku yang besar-besar, jarang sekali ditemukan komik-komik seperti yang ada di pameran. Penggerak dan penggiat acara ini datang dari kalangan civitas akademika dari kampus-kampus di kota-kota yang disebut sebelumnya, belakangan pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan mulai melirik kegiatan yang satu ini pula. Belum bisa ditebak ke arah mana ini akan berjalan, apakah ramainya pameran komik lokal ini sebuah simbol penambah semaraknya dunia hiburan dewasa ini, ataukah ia menjadi suatu gerakan menuju kemandirian dan bukan sekedar mencuri perhatian publik sekejap sahaja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sebagian orang bersuara lirih bila diajak berbincang tentang masa baru komik Indonesia. Untuk memberinya semangat, bolehlah dinyatakan di awal milenium baru ini, kelahiran kembali komik Indonesia yang dengan caranya sendiri sebagai sebuah renesans. Telah dimulainya proses kelahiran generasi baru dari komik Indonesia yang benar-benar terputus dari masa lalu dan bayang-bayang gaya komik Indonesia masa silam. ‘Renesans’ komik Indonesia ini dikandung di benak masing-masing, tanpa inang pengasuh, kondisi yang rapuh, terlahir lewat mimpi-mimpi dengan tanda-tanda kelahiran yang berserakan dimana-mana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Diantara tanda-tanda kelahiran awal yang dianggap cukup fenomenal adalah terbitnya edisi penuh warna pertama, yang dicetak dengan gemilang yaitu Caroq, sebuah komik dengan tema heroisme, seruannya yang terkenal, “Kepahlawan sudah mati? Siapa bilang!” Hup! Seketika orang-orang yang diingatkan kembali akan kejayaan komik Indonesia di masa lampau. Kesadaran pentingnya dan sekaligus sulitnya bekerja sama dalam satu naungan studio komik mulai tumbuh, Muncul studio-studio seperti Sraten yang sempat menelorkan Patriot, sebuah komik yang mengenang pahlawan-pahlawan klasik Indonesia seperti Godam, Gundala, Maza, dan Aquanus. DS Studio dengan serial silat Alit Kencana, ada juga Animik World sempat memunculkan Si Jail, studio ini giat bekerjasama dengan berbagai kegiatan dan bidang usaha terkait lainnya. Di samping itu Depdiknas juga sempat melaksanakan beberapa kali lomba komik yang mana komik pemenang di cetak oleh Balai Pustaka. Judul-judulnya itu misalnya Ayam Majapahit oleh Kirikomik, Blandong oleh Ahmad F. Ismail, Kecoa oleh Yudhie dan kawan-kawan, dan yang kesekian kali terakhirnya ialah Tekyan yang berkisah tentang anak-anak jalanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Di lain pihak di Yogyakarta, sebuah kota kecil dengan budaya komik yang unik yang kaya akan aneka rupa komik-komik independen, mandiri dan merdeka. Komik independen dalam asumsinya adalah komik yang merdeka dalam gagasan dan atau mandiri dalam produksi-distribusi, demikian pandangan Beng, perupa komik Kelompok Tehjahe. Pandangan lain yang pernah didikusikan oleh M. Arief Budiman saat acara Pasar Komik, dikatakan adanya komik seni dan komik fungsional, yang disebutkan pertama oleh para perupa komiknya diproklamirkan pembongkaran-pembongkaran aturan-aturan yang biasa terdapat dalam komik umumnya, sebuah pendekatan komik sebagai media ekspresi kreatif yang bebas dalam mengungkapkan aspirasi. Kedua, sebagai komik fungsional, ia dianggap sebagai media perantara untuk menyampaikan ide, ekspresi atau pendapat kepada khalayak ramai tentang situasi sosial, politik, ekonomi atau gerakan kebudayaan. Disinyalir oleh sebagian pengamat komik, sejak tahun 1995, suasana komik &lt;i style=""&gt;underground&lt;/i&gt; di kota Yogya ini sudah terasa, yang mungkin saja bibit-bibitnya sudah tertanam jauh sebelum tahun yang disebutkannya, hal ini bisa dikarenakan kebanyakan perupa komiknya adalah seniman akademis. Salah satu biobit yang cukup dikenali adalah Core Comic, namanya boleh dibilang cukup dikenal luas, pada masa-masa selanjutnya bahkan hingga saat ini banyak terjadi evolusi yang beragam dari kelompok-kelompok pembuat komik independen lainnya di kota ini. Seperti Apotik Komik yang rajin berkeliling menghias tembok kota dengan komiknya yang menghibur sekaligus menyadarkan, Daging Tumbuh berupa galeri kertas yang berisi komik siapa dan apa saja yang dikelola mandiri oleh Eko Nugroho, Komikaze dan situs online-nya yang banyak menjadi situs rujukan tulisan tentang komik, adalah beberapa gelintir populer yang bisa disebutkan. Tema-tema komik yang diusung pun sedikit berbeda dengan selera komik publik umum, lebih bebas menggarap tema-tema yang jarang ditemukan pada produksi komik &lt;i style=""&gt;mainstream,&lt;/i&gt; cerita yang kadang aktual apa adanya, kadang keras, kadang satir yang kasar, dan kadang-kadang mengarah pada nihilisme dan absurditas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu, beberapa penerbitan komik sempat bermunculan mengupas kejadian-kejadian sejak era reformasi, seperti Jakarta 2030, komik-komik tokoh reformasi Amien Rais, Gus Dus, dan Megawati, dan Sukab Intel Melayu. Namun komik-komik jenis ini gaungnya kurang terasa menghentak, kondisi dan situasi yang ada berbeda jauh dari yang bisa diharapkan, dimana sekarang ini perhatian orang-orang pada komik-komik dengan tema seperti itu dengan mudah tergusur oleh gegap-gempitanya beragam komik terjemahan yang menawarkan bermacam variasi tema yang bisa membawa lari diri dari kecamuk realitas yang sedang terjadi disekelilingnya. Kisah-kisah percintaan, petualangan tokoh jagoan, horor, fantasi, sains fiksi dan imajinasi kenyataannya masih jauh lebih menggoda kesadaran publik komik sekarang ini.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115634495055246367?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115634495055246367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115634495055246367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115634495055246367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115634495055246367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/08/membaca-wajah-komik-kita.html' title='MEMBACA WAJAH KOMIK KITA'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115579369365888913</id><published>2006-08-16T22:43:00.000-07:00</published><updated>2007-01-14T00:21:37.488-08:00</updated><title type='text'>Tentang tjergam: Novel grafis asli Indonesia.</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt; …tentang tjergam: sebuah pledoi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Percaya tidak percaya, pledoi ini datang dari sebuah ketidakpedulian, kesuuntukan dan ke-isengan belaka. Dengan keisengan itu sengaja diajukan disini sebuah argumen bahwa:&lt;br /&gt;"TJERGAM = GRAPHIC NOVEL = BANDE DESINEE"&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Komik menurut &lt;span style="font-size:0;"&gt;Thierry Groensteen, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;oleh Claude Beylie (1964) dan &lt;/span&gt;Francis Laccasin (1971) dan koleganya diperkenalkan sebagai `seni ke-sembilan', sesungguhnya ini hanya sebuah simbolisasi penerimaan komik ke dalam wacana senirupa, yaitu senirupa kesembilan, terserah tak menjadi soal siapa atau apa saja seni yang kesatu sampai kedelapan. Urutan bukan menjadi masalahnya, karena komik dikonotasikan sebagai seni kesembilan, itu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Sedikit pengulangan kembali, sebagaimana sudah diketahui (tp belum secara umum), bahwa menurut pengamat budaya, Arswendo Atmowiloto (1980-an di jurnal Kebudayaan), pernah menyebutkan bahwa lahirnya akronim `Tjergam' yang menjadi istilah komik klasik di indonesia berasal dari `Tjerita berGambar', yang konon katanya dikreasikan untuk `menghaluskan' istilah serapan `komik' (comics) dari bahasa asing, yang pada masa itu mempunyai reputasi buruk. Mungkin komikus, eh, cergamis era itu lebih tahu soal kehadiran komik2 yg banyak mengandungi pornografi dan pornoaksi.&lt;br /&gt;Tjergam diusulkan oleh seorang cergamis sendiri, bernama Zam Nuldyn. Mengenai dimana, kapan, dan bagaimana akhirnya istilah cergam bisa meluas dan diterima, masih diperlukan penelitian historis yang lebih mendalam, sehingga kartunis T.Sutanto di pertajam menjadi hanya Cerita Gambar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Mirip, senada dengan kemunculan istilah novel grafis (graphic novel), ada sebuah pendapat mengatakan bahwa `Novel grafis menandakan sebuah gerakan (movement) daripada sebuah bentuk (form), karena itu dalam manifestonya ini, Eddie Campbell (komikus From Hell) menyatakan tujuan gerakan ini adalah mengambil bentuk daripada buku komik, yang menimbulkan perasaan malu-malu (mengaku baca komik bagi orang dewasa kadang menimbulkan perasaan malu), lalu mengangkat martabat komik ke tingkatan yang lebih ambisius dan kaya makna. Reputasi yang kurang baik yang pernah terjadi pada komik di masa lahirnya istilah cergam, mungkin tidak bisa disamakan begitu saja dengan keadaan komik yang menimbulkan perasaan malu di amerika sana, tapi upaya menubuhkan sebuah label atau nama baru untuk komik adalah sebuah kebetulan yang nyaris tidak terlalu berbeda terjadinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Kalaulah ditilik dari format panel maka cergam sangat dekat dengan komik strip, mungkin karena pengaruh komik2 strip eropa, tentunya akibat kolonialisme Belanda, karenanya cergam dekat dengan istilah `bande dessinee'. Dari narasi visualnya, penuturan cergam pun mendekati cara narasi novel grafis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; CERITA BERGAMBAR (ZAM NULDYN) / NOVEL BERGAMBAR (TEGUH SANTOSA)&lt;br /&gt;NOUVELLE MANGA (FREDERIC BOILET)&lt;br /&gt;PICTURE STORIES (RODOLPHE TOPFFER)/ PICTURE NOVELLA (DRAKE WALLER)&lt;br /&gt;PICTORIAL NARRATIVES (LYND WARD)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; ILLUSTORIES (CHARLES BIRO)&lt;br /&gt;PICTO-FICTION (BILL GAINE)&lt;br /&gt;SEQUENTIAL ART (WILL EISNER)&lt;br /&gt;GRAPHIC NOVEL&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Akronim Cergam, menurut Marcell Boneff ialah mengikuti/meniru istilah cerpen (cerita pendek) yang sudah lebih dulu digunakan, dan konotasinya menjadi lebih bagus, meski terlepas dari masalah tepat tidaknya dari segi kebahasaan atau etimologis kata-nya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Cergam sebagaimana komik yang lebih renyah penyebutannya di lidah dan rahang mulut kita sekarang ini, tentu tidak terlepas daripada `gambar' dan `cerita'. Selalunya cerita dikaitkan dengan bentuk `tekstual', karena itu argumen komik adalah gambar yang bercerita tentu benar belaka.&lt;br /&gt;Tetapi menilik kembali pada kelahiran komik, maka adanya teks dan gambar secara bersamaan dinilai oleh Laccasin sebagai sarana pengungkapan yang benar-benar orisinal. Kehadiran teks bukan lagi suatu keharusan karena ada unsur `strip' atau `sekuens' yang boleh dipertimbangkan sebagai jati diri komik lainnya, atau unsur `sekuensial' yang mengikuti dan membentuk narasi cerita.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Jadi, di dalam komik selalu ada unsur narasi atau penuturan, teks cerita hadir di dalam penceritaan gambar-gambar yang berkesinambungan. Cerita tidak harus lagi berupa tekstual berupa tulisan yang bercerita(bertutur).&lt;br /&gt;Karena itu istilah komik klasik indonesia yaitu Cergam, ceritabergambar, cerita tak lagi harus dipingitkan dengan teks tertulis (verbal), tapi didekatkan kepada narasi atau bercerita, dalam pahaman Eisner disebutlah graphic narration (film &amp;amp; komik).&lt;br /&gt;Istilah cergam menurut sebagian orang tidaklah perlu diangkat ungkit kembali, tetapi sebagai sebuah olah kraetifitas di dunia komik indonesia yang pernah tercatat dalam sejarah, ada baiknya tidak dilupakan begitu saja, karena meski hanya sebuah istilah kecil yang tidak begitu berarti, tetapi tetaplah ia merupakan khazanah intelektual yang pernah disumbangkan oleh cergamis atau komikus Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Ada pernyataan menarik dari Prof. Makino dari Dept. Komik Universitas Kyoto Seika, sebagaimana dikutip dalam Martabak Keliling Komik Dunia, berkaitan dengan komik dan animasi jepang,"… yang kami buat adalah gambaran kebiasaan dan budaya kami apa adanya." Ungkapan ini dalam tafsiran saya, menunjukkan bagaimana komik dan animasi jepang membangun dan mencapai orisinalitas seniman2nya dalam berkarya. Dalam ungkapan singkatnya itu, sang professor nampaknya merujuk  komik dan animasi sebagai gambaran mentalitas bangsa jepang sebagai sebuah bentuk kajian sosio-kultural.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dua tafsiran tersebut di atas, orisinalitas atau keaslian dan gambaran mentalitas itulah yang membuat Marceel Boneff tertarik meneliti komik Indonesia selama lebih kurang 7 tahun (terjadi empatpuluhan tahun yg lampau). Sebagaimana ia ungkapkan dalam pendahuluan disertasinya, bahwa ia memilih komik di indonesia sebagai pokok kajian dari sudut sosiologis dan psikologis adalah karena :&lt;br /&gt;1) keasliannya yang begitu penting&lt;br /&gt;2) memahami mentalitas bangsa indonesia&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dahulu komik2 indonesia tidak berhasil menembus toko-toko buku besar, tetapi khazanah yang terlahir cukup produktif dan layak menjadi kajian. Kebalikan yang terjadi sekarang adalah komik2 indonesia cukup berhasil masuk ke toko-toko buku besar, tetapi untuk menjadi sebuah bahan kajian masih perlu diperjuangkan baik dari segi kuantitas apalagi kualitas. Perjalanan memperjuangkan komik baru saja dimulai, masih jauh panggang dari api, api yang ada pun masih tapi dalam sekam yang perlu di kipas-kipas terus.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115579369365888913?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115579369365888913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115579369365888913' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115579369365888913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115579369365888913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/08/tentang-tjergam-novel-grafis-asli.html' title='Tentang tjergam: Novel grafis asli Indonesia.'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115542588496702052</id><published>2006-08-12T14:50:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T16:41:25.403-07:00</updated><title type='text'>Renungan Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 10</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perkuat Barisan: Sebuah Urgensi bagi umat Manusia untuk Menghadapi Konspirasi Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah benar ada konspirasi global? Apa tujuannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya tidak tahu. Saya juga tidak punya jawabannya. Tapi saya hanya merasakan, dan perasaan ini sangatlah subjektif. Tetapi apa salahnya dengan subjektifitas seperti ini? Kalau sekelompok orang boleh secara sepihak mendeterminasi pihak lain, sementara Saya tidak boleh, padahal saya tidak melakukannya untuk melukai atau mencederai orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dunia sudah melihat bagaimana kehancuran kemanusiaan akibat manusia sendiri, tetapi kesalahan yang sama jugalah yang dilakukan. Konflik berkepanjangan di jazirah Arab, peperangan sipil di Afrika, sampai perang ide dan keyakinan dimana-mana dari gossip sampai urusan religius adalah karena kelemahan manusia sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kekuatan yang manusia dapatkan adalah semata-mata karena Allah S.W.T, kalaulah Ia cabut semua kekuatan itu daripada diri manusia,  bahkan seekor nyamuk pun dapat membunuh manusia. Sebagai Sang Maha Pencipta, Allah berikan kuasa istimewa bagi manusia untuk dapat 'mencipta' demi kelangsungan hidupnya. Ketika manusia bersifat tamak dan angkuh dengan ia sadari atau tidak, maka kita membangun dunia tanpa menghiraukan desain dari Allah yang penuh hikmah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hikmah dari alam ciptaan semula Allah, masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Tetapi manusia mengoyak-koyakkannya dengan rasa curiga, rasa dengki, kesombongan, rakus. Manusia yang satu ingin menguasai yang satu, manusia yang satu tak puas hati melihat yang lain, manusia yang satu merasa lebih dari yang lain, manusia yang satu phobia kepada manusia  yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemerintah Israel menyatakan perang dengan jelas, tetapi berlindung di sebalik kata-kata diplomasi. Apapun alasan perang dimana-mana, ianya hanyalah sebuah tindakan penghapusan nyawa manusia. Manusia yang seorang merasa berhak menghakimi kebenaran dan kesalahan manusia yang lain atas dasar objektifitas pandangannya yang nyata sangat subjektif!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terorist! Ya, program mata-mata didalam internet akan segera mendeteksi berapa kali kata2 'Terorist" ini tertulis dalam blog ini. Program mata-mata itu mungkin paham dan mungkin tidak, tapi ia adalah wujud nyata dari ketidakpercayaan yang dibangun diatas nama kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekarang secara subjektif saya sampaikan kerisauan hati saya tentang umat manusia karena saya bagian dari manusia, dan kerisauan hati saya kepada umat islam, karena saya berserah diri menjadi bagian dari umat manusia yang dewasa ini paling banyak ditindas dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ditindas tidak hanya oleh umat manusia lain, tetapi ditindas oleh umat dimana saya berbaris didalamnya. Kekuasaaan yang diberikan Allah, kalau tidak dijalankan dengan ikhlas dan insyaf maka akan berakibat penindasan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Umat Islam adalah umat yang kuat, ia berdiri di bawah satu panji kebenaran yang utuh. Agama Islama adalah agama yang mengajarkan kehidupan dari A sampai Z, dari Alif sampai Ya. Al_Quran, kitab suci umat Islam, bukanlah bacaan yang disegel khusus hanya untuk di baca umat yang menganut Islam sebagai agamanya. Tetapi ia adalah kitab suci seluruh umat manusia, ia terbuka untuk di baca oleh semua manusia, dan barangsiapa  yang telah terbukan pengetahuannya karena mempelajari Quran, tetapi kemudian ragu dan menyembunyikan kebenaran yang ia jumpai itu untuk dirinya sendiri, maka ia telah menjadi manusia yang sejahat-jahatnya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T memberikan senjata kepada manusia untuk berperang melawan kejahatan yang ada pada diri manusia sendiri, yaitu Iman dan Akal. Dua senjata ini adalah nikmat yang tidak Allah berikan kepada mahkluk selain manusia.&lt;br /&gt;Dalam bertindak Islam mengajarkan manusia supaya menimbang besar mana manfaat dan mudarat.&lt;br /&gt;Dalam melakukan kerja dan menghadapai tantangan, Islam ajarkan manusia untuk selalu ikhlas dan tawakal.&lt;br /&gt;Dalam merenungi kehidupan manusia, Islam ajarkan manusia untuk selalu insyaf dan bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat manusia secara fitrahnya adalah umat islam,  itu adalah sebuah tesis.&lt;br /&gt;Konspirasi adalah anti-tesis, dan&lt;br /&gt;Perang dengan alasan apapun adalah sintesanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam adalah umat yang kuat, penindasan dimana-mana yang terjadi, insya Allah tidak akan menyurutkan semangat kemanusiaan islami. Tidak akan berkurang jumlah umat islam selama Allah S.W.T meridhoi Islam sebagai agama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan memohon pada Allah S.W.T, kita perkuat barisan manusia kita untuk melawan konspirasi pemusnahan manusia yang mengglobal. Musuh Islam adalah syaitan yang dikutuk Allah S.W.T, iblis/syaitan tidak berwujud dan berlabel, ia bisa menjadi siapa saja dan dimana saja. Ia tidak mengancam hanya dari luar tapi juga dari dalam. Ia tidak nampak hanya yang secara nyata tetapi juga secara kamulfase. ia tidak muncul hanya saat gelap tapi juga ketika terang. Ia tidak hanya nyata sehingga mudah dikenali, tetapi juga di dalam selimur yang tidak nyata sehingga tidak dapat dikenali. Ia bahkan seringkali adalah diri kita sendiri ketika kita bercermin tetapi lupa pada hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh yang ada diluar dan nampak nyata, mudah dibunuh, tetapi musuh yang ada di dalam dan tidak nyata bukan mudah untuk dibunuh, karena salah bunuh kita sendiri yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh Islam tidak sebodoh itu untuk langsung menghancurkan face to face, musuh-musuh Islam tahu kekuatan umat Islam adalah karena kemanunggalannya, kebersatuannya sesama manusia dan kepada Allah. Karena itu kekuatan itu dipecah-pecah, dan cara memecahnya adalah melalui perpecahan dari dalam.&lt;br /&gt;Dalam hidup manusia tidak pernah ada sejarahnya manusia yang tidak mengalami saat konflik, bahkan dengan batinnya sendiri secara pribadi manusia sering ber-konflik. Karena itu janganlah umat islam karena satu dan lain halnya ketika ber-konflik kemudian menghalalkan darah sesama muslim dengan alasan menyelesaikan konflik-konflik itu. Hal itu melemahkan umat islam sendiri.&lt;br /&gt;Konflik-konflik dalam tubuh umat islam adalah sesuatu yang alamiah, sesuatu yang manusiawi, Allah S.W.T melalui Al_Quran dan Sunah Rasul mengajarkan bagaimana manusia memanajemeni konflik itu. Konflik-konflik itu kalau umat islam sendiri tidak pandai menengahinya, maka dari celah itulah musuh islam masuk, tanpa disadari. Ketika terjadi konflik semua merasa dipihak yang benar, sehingga lupa kebenaran Absolut ada di tangan Allah S.W.T, karena itu ketika konflik internal dalam diri umat islam terjadi, janganlah lupa untuk insyaf dan ikhlas, toleransi adalah bahasa awamnya, dan kembali berpegang teguh bahwa umat islam adalah umat manusia yang diridhoi Allah dan dipersenjatai dengan 'iman dan akal', bukan bom nuklir atau stealh atau senjata otomatik.&lt;br /&gt;Perangilah konflik internal dalam umat islam sebagai perang terhadap diri sendiri, niscaya Allah S.W.T akan menjadi penengahnya. Karena kalaulah iblis/syaitan yang sudah menjadi pengengahnya, maka musuh akan mudah menyerang dari luar. Musuh umat islam adalah konspirasi yang memecah belah kalangan umat islam sendiri, dan saya berdoa dibawah lindungan Allah semoga pemecahan masalah di kalangan umat islam bukanlah dengan menghalalkan darah umat islam satu sama lainnya. amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115542588496702052?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115542588496702052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115542588496702052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115542588496702052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115542588496702052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/08/renungan-seorang-umat-yang-belajar.html' title='Renungan Seorang Umat yang Belajar Menjadi Muslim 10'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115288559061598867</id><published>2006-07-14T06:50:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T07:11:32.743-07:00</updated><title type='text'>ROkawang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/Karna_03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.boomspeed.com/an_calas/Karna_03.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/karna_02.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115288559061598867?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115288559061598867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115288559061598867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288559061598867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288559061598867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/07/rokawang.html' title='ROkawang'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115288493357891645</id><published>2006-07-14T06:45:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T06:48:53.730-07:00</updated><title type='text'>Zuval VS ZUgriV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/karna_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.boomspeed.com/an_calas/karna_02.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115288493357891645?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115288493357891645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115288493357891645' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288493357891645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288493357891645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/07/zuval-vs-zugriv.html' title='Zuval VS ZUgriV'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115288466820415311</id><published>2006-07-14T06:30:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T06:44:28.680-07:00</updated><title type='text'>Fantasy Drawing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/karna_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.boomspeed.com/an_calas/karna_01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115288466820415311?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115288466820415311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115288466820415311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288466820415311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288466820415311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/07/fantasy-drawing.html' title='Fantasy Drawing'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115288355888943707</id><published>2006-07-14T06:13:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T06:26:15.020-07:00</updated><title type='text'>Polish Posters by Pagowski</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/pagowski32.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.boomspeed.com/an_calas/pagowski32.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.boomspeed.com/an_calas/pagowski48.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.boomspeed.com/an_calas/pagowski48.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115288355888943707?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115288355888943707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115288355888943707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288355888943707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115288355888943707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/07/polish-posters-by-pagowski.html' title='Polish Posters by Pagowski'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115272248796390326</id><published>2006-07-12T09:38:00.000-07:00</published><updated>2006-07-12T09:41:28.423-07:00</updated><title type='text'>ISLAM AND ECOLOGY following renungan 09</title><content type='html'>&lt;h1 align="center"&gt;&lt;small&gt;ISLAM AND ECOLOGY&lt;br /&gt;    by Marjorie Hope and James Young&lt;/small&gt;&lt;/h1&gt;     &lt;blockquote&gt;       &lt;p&gt;&lt;em&gt;Seyyed Hossein Nasr sees at the center of Islam a charge to protect the natural       world -- a world that reflects the higher reality of the transcendent God. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/blockquote&gt;     &lt;blockquote&gt;       &lt;p&gt;MARJORIE HOPE and JAMES YOUNG are a husband-and-wife writing team who have traveled in       more than eighty countries. This article forms part of a book-in-progress on the potential       for an effective ecological ethic in several major religions, tentatively entitled &lt;em&gt;The       New Alliance: Faith and Ecology.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;     &lt;/blockquote&gt;     &lt;p&gt;The Qur'an' and the &lt;em&gt;Hadith&lt;/em&gt; are rich in proverbs and precepts that speak of the     Almighty's design for creation and humanity's responsibility for preserving it. For many     Muslims, citing these is enough to prove that Islam has always embraced a complete     environmental ethic. Others are more critical. They readily acknowledge that the     guidelines are all there in Islamic doctrine. &lt;em&gt;Tawhid&lt;/em&gt; (unity), &lt;em&gt;khilafa&lt;/em&gt;     (trusteeship), and &lt;em&gt;akhirah&lt;/em&gt; (accountability, or literally, the hereafter), three     central concepts of Islam, are also the pillars of Islam's environmental ethic. But they     add that Muslims have strayed from this nexus of values and need to     return to it. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Many of the Qur'anic verses cited by Muslims bear a striking resemblance to passages in     the Bible, and portray a similar view of creation. "Praise be to Allah who created     the heavens and the earth and made light and darkness" (Q.6:1). Later, in Q.6:102, we     glimpse the principle of unity: ". . . . There is no God but He, the     Creator of all things." The dignity of all creation is proclaimed: "The seven     heavens and the earth and all therein declare His glory: there is not a thing but     celebrates His praise. . ." (Q. 17:44). &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;To humankind is given the role of &lt;em&gt;khalifa&lt;/em&gt; (trustee): "Behold, the Lord     said to the angels: 'I will create a vicegerent on earth. . . .' "     (Q.2:30). But it is a role that each person must perform wisely and responsibly, fully     aware of human accountability to the Almighty. "Do no mischief on the earth after it     hath been set in order, but call on him with fear and longing in your hearts: for the     Mercy of God is always near to those who do good" (Q.7:56). In other parts of the     Qur'an we read that God rejoices in creation; all nature declares God's bounteousness; the     variety in creation points to the unity in the divine plan; and God gave humankind     spiritual insight so that it should understand nature. Moreover, the principle of balance     is fundamental to that plan: "And the earth We have spread out like a carpet; set     thereon mountains firm and immobile; and produced therein all kinds of things in due     balance" (Q.15:19). &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Although many Muslims with whom we have talked are familiar with these broad Qur'anic     principles, few see any need to move an ecological ethic to the center of their awareness.     True, some Muslims have become heads of national and international environmental     organizations, but the average citizen is only vaguely aware of the extent of the crisis;     most political and educational leaders perceive only a few of the problems, and those in     isolation. Moreover, many advance the common argument that "when we catch up with the     technological superiority of the West, &lt;em&gt;then&lt;/em&gt; we can begin to focus on this     issue." Not a few Muslims see environmentalism as still another form of Western     control, intended to keep Islam from developing and Muslims from realizing their economic     potential. Hence it is hardly surprising that, generally speaking, there is little     discussion about actually applying Islamic principles to environmental practice. A few     scholars and grassroots leaders, however, have begun to grapple with the question. &lt;/p&gt; selengkapnya ada di http://www.crosscurrents.org/islamecology.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115272248796390326?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115272248796390326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115272248796390326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115272248796390326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115272248796390326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/07/islam-and-ecology-following-renungan.html' title='ISLAM AND ECOLOGY following renungan 09'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115097343283538656</id><published>2006-06-22T03:46:00.000-07:00</published><updated>2006-06-22T03:50:32.850-07:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 09</title><content type='html'>Tadi sore saya mendengar berita mengenai pengkauan pemerintahn akan adanya kerusakan dan ketidakseimbangan lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya banjir badang di Sinjai – Sulawesi. Diakui perusakan ini telah terjadi selam 30 tahun, sebenarnya siapa yang tidak tahu, ataukah selama ini pura-pura tidak tahu. Indonesia adalah negeri yang tanda-tanda kebesaran Allah terbentang begitu luas, di udara, di air, di darat bahkan di dalam tanah.&lt;br /&gt;Entah mengapa saya teringat akan sila pertama Pancasila, mungkin karena bisingnya issu yang di tulis koran-koran oleh para pakar ideologi dan politik. Bagi saya sederhana saja, sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa bukan sekedar pengakuan terhadap agama-agama tertentu saja. Pengakuan seperti  itu buat di formalitas saja, tetapi adakah pengakuan itu masuk ke dalam sanubari manusianya, manusia Indonesia yang beriman.&lt;br /&gt;Iman saja tak cukup untuk menghadapi hidup zaman sekarang, demikian kata orang-orang yang skeptis dan suka mengambil kesempatan. Berbagai akal bulus digunakan untuk mengibuli, tetapi bisakah menipu Tuhan? Dalam Quran disuratkan bahwa ketika manusia mencoba menipu Allah, padahal manusia tidak mungkin bisa, dan manusia hanya menipu dirinya sendiri. Lalu, apa hubungannya dengan hutan dan tanda-tanda kekuasaan Allah S.W.T?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang umat belajar menjadi muslim, saya tentu saja mencoba menilainya dari sudut pandang islami. Nilai-nilai islam mengajarkan, dan berulang kali disebutkan dalam Quran agar manusia memperhatikan tanda-tanda alam sebagai bukti kekuasaan Allah S.W.T. Mungkin dahulu kala, manusia-manusia yang menetap di tanah air Indonesia tidak mengenal sebutan Allah, tetapi tidak berarti mereka tidak mengenal tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Disinilah bukti universalitas ajaran islam, dengan mengajarkan dan mengingatkan manusia terus-menerus untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi. Artinya meski penghuni tanah air Indonesia dulunya bukan beragama yang namanya Islam, tetapi mereka telah mengamalkan perintah Allah dalam memperhatikan tanda-tanda kekuasaanNya. Format ajaran Islam terbentuk di negeri Arab, negeri yang kondisi dan situasi alamnya berbeda jauh dengan hutan tropik dan khatulistiwa serta lautannya. Perbedaan ini memberikan hikmah bahwa ajaran islam tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Karena itu apabila Islam datang ke tanah air Indonesia, pembawa ajaran agama yang mulia ini harus bekerja keras menafsiorkan kembali pengimplementasian ajaran islami dengan kebudayaan dan tradisi yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ianya tidak berarti menghapuskan dan mematikan tradisi dan budaya berdasarkan takaran hala haram dan kafir batil. Ada makna-makna tersembunyi dan pesan-pesan atau nasihat yang dikumpulkan dan diturunkan secara turun-temurun kepada manusia yang hidup dan tinggal di negeri tanah air Indonesia. Kesimbangan alam dapat dijaga karena selama sebelum modernisasi, tradisi dan budaya yang ada memainkan peran dalam menjaga alam. Zaman dahulu mereka tidak mengenal kata ekosistem, cagar alam dan sebagainya, tetapi dalam tradisi danbudaya mereka terdapat kearifan dalam menjaga hutan, menjaga tanah dan menjaga udara. Dalam tradisi dan budaya mereka sudah ada pembelajaran untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kemana semua ulama, syaikh, habib, kyai dan pemuka agama ketika tanda-tanda alam kekuasaan Allah ini dirusak oleh manusia? Mereka nyaring mengumandangkan issu tentang memberi kesempatan pada syariat dan akidah islami untuk diterapkan pada kehidupan manusia, tetapi masalah-masalah konkrit yang melanda dengan jelas dihadapan tidak ada yang berani memperjuangkannya. Apakah karena tradisi dan budaya yang arif dalam menjaga alam ini tidak tertulis langsung melalui hadist Nabi atau mazhab-mazhab para imam, makanya tidak perlu dipahami makna tersiratnya? Akhlak manusia seperti apa yang akan ditumbuhkan kalau tanda-tanda kekuasaan Allah berupa alam yang luas dan kekayaannya tidak turut dijaga oleh para ahli ilmu agama ini?&lt;br /&gt;Apakah menjaga dan membela alam bukan termasuk perintah Allah S.W.T yang termaktub dalam Quran? Ingatlah Islam bukan ajaran yang memusat pada manusia, tetapi kepada Allah S.W.T. Karena itu sedikit banyak ia berseberangan dengan humanisme, tetapi bukan berarti Islam tidak mempedulikan kemanusiaan. Dalam syariat dan akidah peran manusia sangat ditekankan, tetapi tujuannya bukan semata-mata untuk manusia, tujuan mengjarkan manusia yang beriman dan bertakwa adalah untuk menyembah Allah S.W.T, dan itu artinya manusia Islam harus menjaga keberadaan tanda-tanda kekuasaan Allah, kalau tidak, akibatnya azab dan sengsaralah yang akan menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tak bisa menjaga bintang-bintang di langit, tetapi kita bisa menjaga eksositem agar kunang-kunang di malam hari tidak punah. Kita bisa menjaga hutan kita, laut kita, sumber tambang kita. Menjaga bukan berarti mempagari dengan bentneg kokoh agar tak ada sesiapapun dapat melangkah, menjaga adalah seperti yang Allah anjurkan dalam perintahnya bahwa manusia dipersilahkan memanfaatkan semua rezeki dan anugerah yang disediakan di alam akan tetapi jangan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam banyak menginspirasi manusia, dia mengajarkan banyak hal termasuk mengajar manusia kurang ajar, pemerintah kurang ajar, masyarakat kurang ajar yang merusak alam melalui bencana akibat perbuatan manusia sendiri. Mengakui kesalahan tidak menjaga hutan itu satu hal yang baik, tetapi kebaikan itu hanya akan sia-sia belaka kalau tidak ada perbaikan atau disini mengaku bersalah di lain tempat terus berbuat, terus memberi izin membalak pohon, terus membiarkan ekspor kayu ilegal. Padahal hutan yang indah selain hanya menjadi pajangan dapat pula dimanfaatkan untuk menjadi wisata ekologi, ECOTOURISM, yang masih sangat minim dilakukan padahal Indonesia punya begitu luas hutan (kalau tidak digundulin terus-menerus).Penggundulan hutan untuk diambil kayunya bukan hanya membunuh kayu tetapi binatang dan tumbuhan lainnya. Kalau itu semua sudah tidak ada, Indonesia benar-benar hanya akan tinggal tanah dan air, dan mungkin tidak lama lagi untuk membangun rumah kita perlu mengimpor kayu dari luar negeri dengan harga mahal. Dan jangan katakan kalau itu terjadi, kaum pembela agama Islam yang sibuk mengurus masalah syariat dan akidah dapat lepas dari tanggung jawabnya sebagai pengamal ajaran islam yang dipanuti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115097343283538656?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115097343283538656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115097343283538656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115097343283538656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115097343283538656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/06/renungan-seorang-umat-yang-belajar.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 09'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115055885384033666</id><published>2006-06-17T08:39:00.000-07:00</published><updated>2006-06-17T08:40:53.843-07:00</updated><title type='text'>SATRIA BRAHMACARYA (ringkasan buku kesatu)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[(Ujian 1)]: Buku kesatu&lt;br /&gt;Kisah akan dimulai dengan kilas balik terjadinya pembunuhan tanpa sengaja terhadap Dewi Amba yang cantik oleh pendekar Bhisma yang paro baya dan gagah perawakannya. Dalam desakan Amba, tanpa sengaja, panah yang dimaksudkan oleh Bhisma sekedar untuk menakut-nakuti justru tergelincir dan menghunjam ke dalam dada Ambda hingga tembus ke belakang punggungnya. Dalam pangkuan Bhisma, Amba mengucapkan salam perpisahan yang ia sertai sebuah supata bahwa ia menangguhkan diri untuk ke akherat untuk menunggu Bhisma dan kelak akan tiba waktunya ia menjemput sang ksatria untuk bersama-sama masuk ke nirwana. Bhisma tak mampu berucap sepatah kata pun, dalam penyesalannya, ia terkenang pada Ayahnya dan semua kilas balik perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt; Dewi Amba dalah tipikal wanita yang menyukai lelaki yang kuat dan gagah, berbeda sifat dengna kedua adiknya yang masih muda. Amba adalah wanita dewasa yang pemilih. Cintanya semula bagi Prabu Salya berbalik manakala ia melihat sosok jiwa dari Resi Bhisma. Prabu Salva mempertaruhkan jiwa dalam perebutan dirinya dan adik-adiknya karena keinginan pribadi semata, sedangkan bagi Bhisma pertaruhan jiwa ini adalah demi keberlangsungan hidup kerajaan dan pemerintahan negeri Hastina yang dipimpin oleh adik sepupunya. Bhisma berhasil megnalahkan Salva, Amba berterus terang bahwa ia dengan Salva telah mengikat janji, namun Salva yang sudha kalah menolak Amba karena itu berarti sebuah penghinaan yang tidak bisa ia terima dari Bhisma. Amba yang merasa terbuang lalu menetapkan pilihan jiwanya yang memang telah berubah haluan kepada Bhisma, sayang pilihannya itu bukan seseorang yang bisa ia tmabtkan hati dan hidup bersama. Sesuatuyang berakibat fatal di kemudian waktunya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115055885384033666?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115055885384033666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115055885384033666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115055885384033666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115055885384033666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/06/satria-brahmacarya-ringkasan-buku.html' title='SATRIA BRAHMACARYA (ringkasan buku kesatu)'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-115055850123845741</id><published>2006-06-17T08:32:00.000-07:00</published><updated>2006-06-17T08:35:01.253-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;SATRIA BRAHMACARYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH LEGENDA TENTANG MANUSIA SEKUAT DEWA YANG PERNAH ADA DI MAYAPADA (BUMI MANUSIA).&lt;br /&gt;YANG TAK KENAL RASA TAKUT,&lt;br /&gt;YANG TEGAR DALAM KESETIAAN,&lt;br /&gt;YANG IKRARKAN SELURUH JIWA RAGA,&lt;br /&gt;DEMI CINTA PADA BUNDA PERTIWI,&lt;br /&gt;DAN PENGHORMATAN PADA SANG AYAHANDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IALAH KEKASIH PARA DEWA YANG DAHSYAT GUNCANGKAN DUNIA&lt;br /&gt;DAN GETARKAN NIRWANA,&lt;br /&gt;MENJAGA LAKSANA BANTENG WASPADA&lt;br /&gt;KEHIDUPAN DI NEGERINYA TERCINTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IALAH KSATRIA SUCI NAN GAGAH PERKASA,&lt;br /&gt;TETES DARAH TERAKHIR WANGSA BHARATA.&lt;br /&gt;YANG JIWANYA KOKOH&lt;br /&gt;DAN BERKUASA ATAS WAKTU KEMATIANNYA SENDIRI&lt;br /&gt;TIADA SIAPA BISA MERENGGUTNYA.&lt;br /&gt;KELAK, HANYA SUPATA SEORANG PUTRI MENJADI TANDA&lt;br /&gt;BAGINYA ‘TUK SUDAHI BAKTI HIDUPNYA PADA PERTIWI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA WAKTULAH&lt;br /&gt;AKAN IA BERIKAN SEGALA&lt;br /&gt;TANYA DAN JAWAB&lt;br /&gt;DI SEBUAH PADANG LAGA YANG LUAS&lt;br /&gt;TEMPAT TANAH BERTUMPAHKAN DARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIMANA CINTA,&lt;br /&gt;KESETIAAN, DAN&lt;br /&gt;KETEGUHAN HATI&lt;br /&gt;PARA SATRIA DIUJI DAN DIPERTARUHKAN&lt;br /&gt;SEMUA KEMULIAAN DAN KEAGUNGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BHISAMA DEVABHARATA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Abstraksi:&lt;br /&gt;Cerita diambil dari sudut pandang penceritaan Adipati Karna. Dalam cerita ini Resi Bhisma dan Adipati Karna selalu terlihat berseteru karena perbedaan dalam prinsip keksatrian, namun di balik itu mereka saling menghormati, terutama Karna kepada Bhisma. Bhisma bersumpah setia pada Hastina negerinya, Karna bersumpah setia pada sang Raja yang suatu ketika t’lah memuliakan dan mengangkat derajat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah setia Bhisma seumur hidup diuji terus-menerus, bahkan ketika ia telah memasuki usia senja. Ia tetap memegang janji setia pada negerinya hingga akhir hayat dengan menjadi Senapati Panglima Perang yang maju pertama menghadang musuh di perlaya dunia, Bharatayuda.&lt;br /&gt; [Cerita dibuka dengan adegan seorang tua (Bhisma) yang tergolek lemah ditopang oleh sesosok tubuh wanita (ambda) yang menyandarkan diri di tepi sebuah bongkahan batu besar. Mereka berada di tempat yang cukup tinggi dan terbuka untuk bisa melihat padang Kurusetra dimana perang Bharatayuda tengah berkecamuk dengan dahsyat. Lukisan ini merupakan simbolik dari tubuh Bhisma yang sebenarnya dihunjam habis setiap inchi-nya oleh panah-panah Srikandi dalam wujud Dewi Amba, sang Putri yang memberi supata di masa silam. Supata ini adalah pertanda bagi Bhisma untuk mengetahui detik masanya ia memilih waktu kematian untuk menyudahi kewajiban menjaga negerinya di dunia. Dan Ia memilih kematiannya seusai menyaksikan perang Bharatayuda berakhir dan menyempatkan nafas terakhirnya untuk memberi wejangan kepada semua turunan wangsa Bharata.]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-115055850123845741?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/115055850123845741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=115055850123845741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115055850123845741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/115055850123845741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/06/satria-brahmacarya-sebuah-legenda.html' title=''/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-114997918086286040</id><published>2006-06-10T15:37:00.000-07:00</published><updated>2006-06-10T15:39:40.883-07:00</updated><title type='text'>Seorang umat yang belajar menjadi muslim 08</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seorang umat yang belajar menjadi muslim 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik, antara memainkan dan mendengarkan sesuatu yang diharamkan. Benarkah musik diharamkan oleh Islam? Apkah Islam mengharamkan ekspresi diri melalui bentuk kesenian? Ataukah larangan-larangan yang ada merupakan suatu peringatan untuk manusia senantiasa berjaga-jaga dan waspada selalu, apabila terlibat atau berkecimpung ke dunia pengekspresian diri karena kecenderungannya menjadi bentuk hiburan yang melalaikan diri seseorang dari mengingat Allah S.W.T ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“daripada ‘abdul rahman bin ghunm, katanya abu ‘amir’ atau abu malik al-asy’ari menceritakan kepada saya, beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:&lt;br /&gt;SUNGGUH AKAN TERJADI SATU KAUM DARI UMATKU YANG MENGHALALKAN ZINA, KAIN SUTERA, ARAK DAN ALAT-ALAT PERMAINAN MUSIK.” (riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DARIPADA IMRAN BIN HUSAIN DIRIWAYATKAN BAHWA IA BERKATA Rasulullah s.a.w bersabda:&lt;br /&gt;UMATKU SUATU SAAT AKAN TERTIMPA FITNAH, PENGUBAHAN BENTUK SEBAGIAN MEREKA, DAN PEMBENAMAN TEMPAT TINGGAL MEREKA. SEBAGIAN SAHABAT BERTANYA: “WAHAI RASULULLAH! BILAKAH ITU AKAN TERJADI?” BELIAU MENJAWAB: “APABILA ALAT-ALAT MUSIK DAN PARA PENYANYI TELAH MEMASYARAKAT DAN BANYAK ORANG MEMINUM KHAMAR.” (riwayat At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadist menunjukkan bagaimana Rasulullah s.a.w memberi gambaran keadaan ketika terjadi fitnah dan celaka terhadap umat manusia umumnya, dan umat islam khususnya. Tampak dengan tegas peringatan keras yang berkenaan dengan musik, ,baik memainkan atau mendengarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan musik saat ini sudah sangat meluas, yang terbesar tentunya terjadi di dunia hiburan, boleh dikatakan nyaris tiada acara hiburan tanpa di iringi musik, program-program di televisi, majlis perkawinan, acara ulang tahun, perayaan hari penting atau hari besar. Selain itu musik juga memenuhi ruang-ruang publik seperti ruang tunggu dokter, toko-toko buku, mal dan swalayan. Pendek kata musik telah menjadi bagian dari budaya populer manusia secara umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penelitian telah menunjukkan bagaimana pengaruh musik yang positif maupun negatif dapat terjadi demikian dalam pada diri manusia, sehingga wajarlah Rasulullah s.a.w telah memberi peringatan sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan saintis banyak meneliti dan mengambil manfaat dari pengaruh musik secara emosional dan kejiwaan pada diri manusia. Pemahaman tentang musik kontemporer tidak saja terbatas hanya musik sebagai hiburan saja, semakin orang menyadari pengaruh musik yang bermuara dari suara-suara yang ada disekelilingnya. Suara sungai mengalir, angin bertiup, daun bergemerisik, hujan merintik, binatang-binatang berbunyi, semuanya terdengar bagai sebuah simfoni yang barngkali secara sunatullah suara-suara alam itu adalah suatu dzikir alam raya kepada sang Khaliq-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengna majunya teknologi, manusia telah merekam dan meniru suara-suara alat musik yang asli, kemudian lebih jauh lagi manusia mengkreasikan bunyi-bunyi sendiri secara elektronis, dan pada akhirnya suara-suara alami pun menjadi inspirasi dan bagian dari komposisi musik kontemporer. Musik dapat dimainkan dan komposisi dapat dihasilkan tanpa harus menyentuh langsung alat-alat musiknya. Semuanya dapat di program melalui software komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan musik melahirkan pemikiran bahwa musik tidak lagi harus berupa suatu komposisi lengkap dengn bermacam-macam alat musik yang dimainkan. Sebuah suara yang di’sampling’ kemudian di program dapat menjadi musik tersendiri. Pendek kata, musik adalah suara, dan suara itu adalah musik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam psikologi, banyak penelitian membuktikan pentingnya memnafaatkan jenis-jenis musik terntentu pada kondisi dan tempat tertentu bagi perkembangan jiwa manusia atau bahkan sebagai terapi penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, suara yang indah adalah suatu hal yang penting. Sejak lahir manusia sudah disadarkan oleh suara,  yaitu suara adzan ketika seorang bayi manusia lahir ke dunia fana ini. Kemudian setiap kali panggilan untuk mengingat Allah S.W.T adalah melalui kumandang adzan. Adalah suatu ciri khas dalam Islam ketika seorang ummatnya melagukan bacaan kitab suci Al-Quran. Disini terlihat bagaimana dalam Islam ada petunjuk mengenai suara atau bunyi yang murni sebagai unsur terapi spiritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik, terlepas dari lirik aau syair lagunya, kini banyak dijadikan alat terapi kejiwaan. Kajian tentang itu salahnya adalah memanfaatkan musik sejak bayi dalam kandungan sehingga ia lahir dan membesar. Rasulullah menganjurkan kita membaca Al Quran dengan seindah-indahnya suara. Tersirat di dalamnya banyak manfaat dari membaca Al Quran. Kalau musik dapat memberi manfaat yang banyak, bagaimana dengan bacaan Al Quran yang senantiasa diperdengarkan selalu sehari-hari?&lt;br /&gt;Ini tentu bisa menjadi suatu penelitian yang mempertebal keimanan ummat islam dan tentunya dapat menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Pembuktian penelitian semacam ini tentunya sesuai dengan dogmatisme ajaran islam sekaligus keilmiahannya secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist-hadist yang dinilai (atau ditafsirkan) memberi larangan atau mengharamkan musik ada banyak. Penulis bukanlah seorang pakar hadist, tetapi dalam hal ini ada sebuah kesimpulan yang menarik timbul daripada membaca-baca buku-buku tentang halal atau haramnya musik. Merujuk kepada empat buah buku berkenaan dengan itu, penulis hendak menyampaikan pendapat ringan yang terlepas dari hukum halal haramnya musik itu sendiri.&lt;br /&gt;Pertama, alat musik (atau kegiatan bermusik) sering disebutkan bersamaan dengan beberapa objek lain; seperti: kain sutera (ada yang menafsirkannya sebagai pakaian mahal), tarian (adanya penari-penari), khamar (arak atau minuman yang memabukkan) dan pesta pora (kegiatan merayakan sesuatu secara berlebihan). Dari semua objek ini, khamar mendapat perhatian khusus dalam hal penurunan ayat Quran yang melarang keras minuman keras, Orang bertengkar, berkelahi sehingga saling bunuh disebabkan minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kesemua hadist yang memuat larangan musik menunjukkan pertanda-pertanda bagaimana musik itu berada dan keberadaannya. Misalnya msuik yang dimainkan saat orang berpesta pora dan bermabuk-mabukan atau musik yang membuat orang larut berlebihan kedalam perasaan sehingga lupa diri (lalai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kebanyakan alat musik yang didefinisikan dalam hadist-hadist tersebut adalah petik (bersenar), pukul (berkulit), dan tiup (berongga). Bebrapa alat musik jaman dahulu, diketahui banyak digunakan untuk tujuan spiritual, sehingga musik dapat membantu seseorang mencapai keadaan ‘trance’, hal ini dapat terjadi karena memang secara pembuktian ilmiah musik dengna suara tertentu dan nada tertentu dan pola tertentu dapat membawa pikirna dan jiwa manusia memasuki tahap ‘bawah sadar’. Hal ini senada dengan peringatan Rasulullah s.a.w mengenai musik yang dapat melalaikan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, musik, memainkannya atau  mendengarkannya tidaklah serta merta membuat alat-alat musik menjadi haram dengan sendirinya sebagaimana minuman keras (khamar). Perbuatan memainkan musik juga bukan serta merta menjadi haram sebagaimana perbuatan zina. Mendengarkan musik juga tidak serta merta sama dengan mendengarkan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadist-hadist yang mengizinkan adanya musik, Rasulullah menunjukkan batasan-batasan dan tujuan-tujuan musik yang dibenarkan. Musik tidak dianjurkan untuk menimbulkan perayaan sesuatu hal misalnya perkawinan menjadi acara hingar bingar dan pesta pora. Musik hanya untuk sekedar memeriahkan suasana kegembiraan saja. Dan satu hal yang pasti, tidak ada anjuran rasulullah berdakwah menggunakan atau melalui musik, selain daripada membaca Al Quran dengan suara yang dikeraskan lagi merdu. Mengenai suara yang dikeraskan, kita semestinya diingatkan kembali bahwa suara yang terlampau keras akan kehilangan kemerduannya, secara ilmiah gendang telinga manusia mempunyai keterbatasan dalam menerima gelombang suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun msuik dalah kegiatan duniawi dan kreasi manusia, karena itu ada batas-batas yang sebaiknya tidak dicampur dengan kegiatan ibadah fardhu, karena memang itu bukan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara akal dan iman, tidaklah masuk akal dan bertentangan dengan nurani keimanan apabila seseorang membaca Al Quran sembari membunyikan audio musik sekecil apapun dengan alasan untuk konsentrasi. Karena terdapat penelitian yang membuktikan musik memang memberi inspirasi berkarya atau bekerja, tetapi tidak untuk membantu konsentrasi. Konsentrasi membaca Al Quran ada dalam bacaan itu sendiri, musik, apalagi yang berlagu tentunya membuyarkan konsentrasi itu. Kekuatiran lainnya adalah seseorang shalat diselingi suara musik dengan sengaja, ini pun tidak pada tempatnya karena dalam shalat kita harus mendengar apa yang di lafazkan. Insya Allah, akal dan iman yang waras dan benar tidak mengizinkan hal-hal tersebut di atas terjadi. Dan saya berprasangka baik bahwa umat islam belum menyimpang sejauh itu memadukan musik dengan ibadah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-114997918086286040?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/114997918086286040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=114997918086286040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/114997918086286040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/114997918086286040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2006/06/seorang-umat-yang-belajar-menjadi.html' title='Seorang umat yang belajar menjadi muslim 08'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-111253375273795947</id><published>2005-04-03T06:07:00.000-07:00</published><updated>2005-08-20T22:50:38.093-07:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi Muslim 07</title><content type='html'>i lied if I said that i can see people's mind through their psychologic. The truth is once upon a time, when i lived at a place surrounded by many of my friends' friends, me and a few of my friends tried to listen and help each others problems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i observed and come to concluded that many of our live's problem is caused by our own perception, our limitation to see a bigger picture. and i realize that everyone is specialized created to be born in the world.&lt;br /&gt;within my journey through many reading and understanding on religions and beliefs of the world (there're still lots of them out there), i truly belief that is islam was given to human as a way to trace back their 'shiratal mustaqim'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;islam's massages had been given from the begining of the world creation, it can be traced and found about the truth of islam inside many ancients' religions and beliefs. if you said that islam is a culture, yes it is, any beliefs could changes people and create different culture, but is not that islam was create within the culture. islam came up with new thinking and understanding to see the world as a holistic, it doesn't see only the earth and ocean, but it looked at the human as microcosmos and the god as macrocosmos. it completing and unveiling what all other adherents of religions and beliefs had tried to reveal in centuries. Islam creates culture, if you wish to said it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;that's why i see no barrier within others' beliefs, and i reject all the thought about secularism. All the science and knowledge is only come from Allah, and what happened to world is also only within His permission, nothing else. &lt;br /&gt;But why not we blame everything to god? Isn't it all happened because of Him?&lt;br /&gt;These are a few questions that human mind tried to blame god to what happen in the world. Its all about causes  and effects. We fail because we tried to act and think why god doing this and those. We fail when we put the word 'permission' as the reason and we forgot that we as human has being given the responsibilies as 'khalifah' to be the leader of the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;all the religions and beliefs in the world can be trace back to their inner truth by completing the really basics of islamic elemental and principal of life. 'rukun islam' or the five elements of islam and 'rukun iman' or the six principals of believing. The oscilation between the five elements and the six principals are seamlessly like physical and spiritual fulfillment. There is no different between transcendent and immanent in islam action. Islam take all the form and content as one, not as one part to another. Islam is an inner culture, a culture that taught humanity struggled to surrender. Surrender their life's to Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If one was amazed by a form of islamic culture, one should look into its content. Islam is not a 'brand', its not a name to its adherent or follower, it is not just a form. Islam is also the content. If we saw some other people doing exactly islamic way of life, but they're not having 'islam branded', it was like blind people that reaching the right way to the light. Contrary, there're lots of people islam branded but didn't do islamic way of life. it was like the people with eyes open but fail to reach the light. The 'shiratal mustaqim' is not a form of road sign, its in the content of islam path way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this sense, the inner sense of mind and thought, we can't see islam only on their uniform. we can't assess someone only by their appearance. Mind and thought can be manipulate, but 'nurani' the inner heart that have a contact to spiritual world cannot lies. so, islamc way of life is not all about the uniform that followed those beliefs. one can learn from others in doing good or bad things. the measurement of good and bad things to do can be found in kalamullah, the holy bible Quran, it is not just about the law. there are complete explanation of the boundaries that Allah had given to human through many centuries. if one tried to break the barrier, there are warning also explained in that holy book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;god give human total freedom to be a khalifah on the earth. Allah had gave the permission, so, let us be wise to use the freedom. perhaps our living world become more and more complex, but the very fundament of human lifes still the same. The philosophical questioning about life is never change, but the answer generated changes constantly. But one thing for sure, the life of prophet Muhammad SAW is also the very nature of human being. If one belief in '2 kalimah syahadah' the declaration of a muslim, one can rely on him and his approach to everyday life. if one don't belief in the declaration, but found it interesting, one can also learn the way of prophet Muhammad treat his own life ( in which muslim believed that he was directed and protected by Allah SWT).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-111253375273795947?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/111253375273795947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/111253375273795947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/04/renungan-seorang-umat-yang-belajar.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi Muslim 07'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110655969944498637</id><published>2005-01-24T01:38:00.000-08:00</published><updated>2005-01-24T01:41:39.446-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar jadi muslim 06</title><content type='html'>Ingatan adalah bentuk ciptaan yang paling canggih. Memory demikian sebutan yang menjadi populer karena manusia telah mampu pula membuat ’ingatan’ buatan seperti pada mesin komputer. Manusia mudah lupa dan selalu dalam keadaan lupa, demikian diingatkan oleh Allah, karena itulah Quran dituturkan sedikit demi sedikit agar manusia memahaminya sedikit demi sedikit. Shalat pun di kerjakan di setiap pergantian waktu, shalat disebut tiang agama, karena dengan itu manusia membangun tiang kehidupannya, karena dengan itu manusia senantiasa mengingat pemberi kehidupan yaitu Allah S.W.T. Hidup ini adalah sebuah perjalanan mengingat sebelum tiba waktu kematian.&lt;br /&gt;Manusia modern mencatatkan penemuan dan pengetahuan ke dalam media tradisional, seperti buku hingga media baru seperti buku elektronik (e-books). Semua itu dilakukan agar manusia tidak lupa, dan ilmu pun berkembang. Islam mempunyai Quran yang bermula dari tuturan wahyu Allah kepada Rasulullah yang diteruskan kepada pengikut-pengikut pertama dan para Sahabat Nabi membukukannya dalam bentuk yang memudahkan untuk dipelajari seluruh umat manusia. Kisah lahirnya sebuah agama atau religi  dengan proses datang dari langit diterima oleh seorang manusia terpilih kemudian dituliskan dalam bentuk kitab-kitab oleh pengikutnya, dapat kita temui di semua agama-agama besar dunia. Islam adalah agama penutup, ini bukan saja diakui oleh umat islam, tapi boleh diyakini oleh semua umat manusia. Yang membuat Islam sama sekali tidak sama dengan semua agama lain yang mempunyai pola kisah kelahiran yang sama adalah Islam datang bukan sebagai sebuah agama baru, tetapi Islam adalah keyakinan yang memang sudah ada pada ruh setiap manusia. Kisah para nabi utama dalam Quran mengisyaratkan bahwa Tiada Allah Selain Allah bukanlah rekaan mengada-ada dari pemikiran jenius manusia. Dekatnya Allah ibarat dekatnya nadi kepada manusia. Islam adalah tidak sama dengan agama-agama lain karena Islam lahir di jaman dimana manusia telah mengenal bahasa dan tulisan dan kemudian mendorong pencatatan kembali semuanya agar tidak terlupakan. Islam adalah keyakinan umat manusia yang tercatat dalam sejarah manusia yang boleh dibuktikan keasliannya hingga akhir jaman.&lt;br /&gt;Adalah tugas intelektual muslim untuk terus menerus meneliti sejarah Islam agar tetap terjaga. Allah mengijinkan malikatNya untuk bertanya, Allah pun memberi tantangan kepada siapapun yang mampu menandingi keindahan sempurna Quran, karena itu mempertanyakan kemurnian ajaran-ajaran Islam dan bagaimana ajaran-ajaran Islam mampu terus memberikan panduan dan bimbingan kepada umat manusia di setiap jaman adalah tugas bersama kaum muslim.&lt;br /&gt;Penulis membaca sedikit banyak tentang berbagai perdebatan di kalangan ulama tentang perkara ijtihad dari jaman para imammah hingga yang kontemporer sekarang. Ada yang berpendapat Islam itu banyak sekali tafsirannya, ada juga yang berkomentar Islam itu hanya mengomentari kejadian yang sudah berlangsung padahal mereka tidak terlibat apapun di dalamnya selain hanya pengamat dari jauh. Sedikit banyak ini adalah bentuk kritik stereotipe yang boleh menggoyahkan keyakinan umat terhadap Islam. Secara sederhana penulis tidak akan berpendapat bahwa perdebatan dan perbedaan pendapat atau komentar-komentar itu sebagai sebuah krisis atau perselisihan, tetapi sebuah bukti bahwa Islam masih aktif dalam pengembangan pemikiran kontemporer. Islam itu hanya satu dan ajarannya tidaklah berubah-ubah mengikuti kehendak jaman, apa yang diajarkan dalam Islam merupakan hal-hal yang menyentuh hakikat hidup dan kehidupan manusia. Penafsiran yang dilakukan ahli-ahli agama bukan penafsiran atas ajaran Islam, tetapi penafsiran terhadap kehidupan manusia dengan berbagai dilematisnya. Bedanya dengan pemikiran intelektual non-muslim adalah peletakan dasar ilmiahnya. Ahli agama Islam dan intelektualnya semua diperintahkan oleh Allah untuk selalu bermuara kembali pada Quran dan Sunnah, tidak semata pada akal dan nurani.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi masalah kontemporer di masa mendatang, sudah biasanya bila ahli agama atau ulama disertai daya intelektualitas yang tinggi dengan penguasaan bidang-bidang yang khusus. Penguasaan terhadap syarat-syarat untuk menjadi seorang mujtahid sudah menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan untuk jaman ini. Penelitian mendalam terhadap hadist-hadist agar terungkap dengan jelas mana yang shahih dan tidak sudah seharusnya menjadi kajian terus-menerus sehingga seorang yang hendak melakukan ijtihad tidak kesulitan lagi dengan masalah keshahihan sebuah hadist. Dengan demikian bagi awam akan tersedia mujtahid yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapinya. Untuk bidang seni dan kebudayaan ada ahli-ahli agama yang mendalami bidang studi kebudayaan dan menjadi pakarnya. Untuk bidang biologi dan kedokteran ada seorang ahli-ahli agama yang mendalami bidang studi biologi dan kedokteran. Untuk bidang teknologi ada juga ahli-ahli agama yang memahami teknologi itu sendiri. Semua ini agar jangan sampai orang-orang melihat Islam hanya sebagai kumpulan pengamat dari jauh yang hanya bisa melarang atau membolehkan sahaja.&lt;br /&gt;Jaman sekarang mungkin saja muncul seorang mujtahid sejati yang menguasai secara general semua pengetahuan agama dan dunia, tetapi bukan hal yang mudah untuk menembus rintangan informasi. Tetapi pepatah mengatakan ’bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’. Sejak mulanya Allah sudah mengingatkan bahwa semua muslim adalah bersaudara, perbedaan pemikiran bukan alasan untuk menolak persaudaraan.&lt;br /&gt;Pandangan penulis disinipun bila mengandung perbedaan pemikiran janganlah sampai disalahpahami sebagai hendak menggampangkan ijtihad. Karena penulis menulis renungan, bukan ijtihad. Renungan ini terinspirasikan oleh kajian-kajian tentang diperlukannya ijtihad di jaman sekarang dan mendatang nanti. Penulis sadar untuk memenuhi syarat pertama saja rasanya tidak memungkinkan, karena syarat utama itu adalah memahami Qur’anul Karim. Memahami Quran bermakna menguasai yang paling utama dan besar dalam keseluruhan ajaran Islam, sedangkan penulis hanyalah seorang umat yang belajar untuk menjadi muslim.&lt;br /&gt;Karena itu melalui renungan ini penulis yang sangat merindu ini berdoa agar semakin banyak dilahirkannya pengkajian studi kontemporer yang islami, bukan islami dalam pengertian sekedar ditulis oleh intelektual muslim atau ulama islam, atau juga bukan karena sesuai dengan dalil-dalil atau fatwa, juga bukan hanya kajian-kajian bidang keagamaan secara kontemporer, tetapi kajian di segala bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia masa lampau, sekarang dan di masa yang akan datang dari sudut pandang islami yang boleh dinikmati buah pemikirannya oleh semua umat manusia tanpa kecuali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110655969944498637?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110655969944498637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110655969944498637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110655969944498637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110655969944498637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang-belajar_24.html' title='Renungan seorang umat yang belajar jadi muslim 06'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110584767563012993</id><published>2005-01-15T19:53:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T19:54:35.630-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 05</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(00000)&lt;br /&gt;Penulis menyukai filsafat, anthropologi, seni, budaya, sosial, psikologi dan sedikit politik. Tapi yang paling membahagiakan adalah ketika menemukan semua benang merah dari pengetahuan yang penulis sukai itu tidak bertentangan dengan kebenaran yang dibawakan oleh Islam. Mulanya banyak sekali pertentangan yang dijumpai ketika mempelajarinya, namun setelah penulis serius mengetahui lebih dalam sedikit, terlihatlah hal-hal tak terduga yang menambah keyakinan penulis bahwa ajaran Islam sangat tidak mungkin menarik diri dari pergulatan dunia, tidak mungkin terseret arus duniawi, dan sangat tidak mungkin bermusuhan atau memusuhi ilmu pengetahuan dunia. Bagaimana dengan akhirat? Adalah tidak mungkin pula kemunduran peran uamt Islam dalam duniawi menunjukkan pencapaian kehidupan akhirat yang lebih baik, karena Allah sudah berikan bukti nyata dengan kesuksesan Islam di tangan Rasulullah dan para Sahabat, dimana Islam memberikan sumbangan peradaban nyata bagi dunia yang hingga sekarang masih menjadi sumber inspirasi manusia, sementara itu secara akhlak dan pencapaian untuk akhirat juga yang terbaik.&lt;br /&gt;Ketika arti ’kemajuan’ dipertanyakan, yaitu ketika modernisme dipertanyakan karena ternyata modernisme mengakibatkan ’kemajuan’ yang semu, maka disitulah ajaran Islam telah menunjukkan arti ’maju’ yang sebenarnya. Islam menganjurkan dengan sangat supaya manusia bekerja seolah-olah akan hidup selamanya dan beribadah seolah-olah akan mati esok hari. Inilah yang penulis rasakan sebagai anjuran untuk ’maju’ yang sebenarnya. Disitu penulis menemukan pemahaman yang sangat pribadi bahwa ’tawakal’ adalah kunci menuju ’kemajuan’.&lt;br /&gt;Sebelum filsafat menjadi sebuah ilmu yang digandrungi, Islam telah memulai Ushul Fiqh sebagai dasar pikir. Sebelum hermeneutika dianggap penting, Islam telah mengembangkan ilmu Tafsir. Sebelum interpretasi menjadi hal yang dianggap individual, Islam telah menganjurkan umatnya untuk ber-ijtihad. Sebelum dekonstruksi menjadi populer, Islam telah membiasakan manusia dengan membaca Quran yang tidak beturutan secara harfiah. Sebelum seni abstrak dipahami, seni islam telah mengarahkan umatnya untuk mempelajari kesempurnaan abstrak geometris. Sebelum kontrak sosial menjadi dasar hubungan negara dan rakyat modern dibangun, ajaran islam sudah menjadikannya sebuah kewajiban sebagaimana ditunjukkan oleh khalifah Umar r.a. Sebelum demokrasi menjadi kembang politik dunia, dan musyawarah hanya bersifat semu, Rasulullah telah menunjukkan ’demokrasi’ yang sesungguhnya. Berikutnya dilanjutkan oleh para Sahabat sebagai Khalifah sebelum akhirnya beralih menjadi ’kerajaan’. Sistem ke-Khalifah-an ini adalah sejatinya bentuk yang kita kenal sekarang sebagai ’demokrasi’. Islam sudah membuat perincian pengaturan zakat yang secara sederhana sangat demokratis, dimana yang kaya memberi kepada si miskin, yang berpunya membagikan kepada yang kekurangan, semua wajib memberi, dan semua berhak menerima, sehingga yang paling miskin dan paling tidak berpunya sajalah yang punya hak menerima tapi tidak wajib memberi. Ajaran Islam bersifat makro hingga mikro.&lt;br /&gt;Manusia mudah lupa, karena itu dalam Quran berkali-kali diingatkan kembali. Manusia suka mengabaikan hal-hal kecil, karena itu Sunatullah memperhatikan hal-hal yang kecil itu.Demikian juga penulis ini yang mudah lupa dan suka mengabaikan, karena itu dengan niat dan ijtihad menulis ini, insyaAllah, membantu penulis untuk mengingatkan dirinya sendiri juga dari kesesatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110584767563012993?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110584767563012993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110584767563012993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584767563012993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584767563012993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang_110584767563012993.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 05'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110584737788541599</id><published>2005-01-15T19:48:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T19:49:37.886-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 04</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(0000)&lt;br /&gt;Dengan berkat yang diberikan pada manusia, dan begitu besarnya perhatian Allah kepada manusia, perhatian yang membuat para malaikat bertanya-tanya dan membuat iri hati Syaitan, maka Islam adalah keyakinan yang bertumpu kepada manusia dan tanggung jawabnya. Melalui Quran dan sunntullah, Allah tunjukkan bagaimana manusia seharusnya menjadi khalifah di muka bumi. Kalau pada masa renesans italia, humanisme sebagai aliran kemanusiaan yang pada akhirnya berujung pada eksploitasi alam oleh manusia, maka Islam telah mempunyai petunjuk untuk bagaimana menjadi khalifah yang benar, sebagaimana Nabi Muhammad dan para Sahabatnya tunjukkan bagaimana menjadi humanis sejati. Humanisme masa sekarang ini terus mengalami pembetulan sana sini, para ahli filosofi terus menggali, mempelajari ulang, dan memahami kembali semua pengetahuan yang sudah pernah dimiliki manusia sejauh ini. Dalam Islam, semua dasar-dasar pengetahuan itu serta batas-batasnya telah disyiratkan dalam Quran dan sunatullah, hal itu dapat kita temui kembali ada didalam peradaban-peradaban Islam. Pengetahuan Barat sifatnya rasionalis yang cenderung ketat berdefinisi, sehingga menghasilkan banyak thesis-thesis. Sedangkan pengetahuan Timur banyak bersifat mitis dan cenderung mengabaikan logika, sehingga bersifat anti-thesis. Islam bukan berada di tengah-tengah kedua pengetahuan manusia semacam itu, seolah-olah adalah sintesa keduanya, karena Islam mengandung ajaran yang paling rasional tapi bukan berarti mengagungkan akal semata karena didukung oleh keimanan, tapi juga bukan keyakinan mitis yang tidak logis. Namun Islam adalah negasi kedua pengetahuan itu, Barat maupun Timur, istilah yang sebenarnya buatan manusia sendiri juga.&lt;br /&gt;Dunia ilmu pengetahuan yang sudah sedemikian maju dan bercampur-aduknya justru semakin menunjukkan betapa penting arti sebuah panduan yang jelas kebenarannya dan dijamin oleh Allah keshahihannya hingga akhir jaman. Dengan berpegang pada dasar-dasar Quran dan sunatullah, tak ada yang perlu ditakutkan bila kita mempelajari ilmu-ilmu manapun dan apapun. Semua ilmu itu milik Allah semata yang batas-batas kemampuan manusia untuk meraih dan mengetahui kedalamannya sudah diperingatkan oleh Allah melalui ajaran-ajarannya. Seseorang wajib saling mengingatkan bila ada batas-batas yang sudah mulai melampaui, tapi seseorang itu tidak boleh bertindak berlebihan seolah-olah ia pun sudah mengetahui apa yang terjadi bila batasan itu di lampaui. Ibaratnya ada sebuah telaga yang indah dan manusia pun berebutan hendak mencapai tengahnya dengan berenang, semuanya berpacu sehingga lupa bahwa ada tanda batas yang sudah dipasang supaya tidak dilewati. Kecuali satu orang yang memperhatikannya, dan ia melihat adanya batas-batas yang sudah dipasang, maka adalah kewajiban dia untuk memperingatkan yang lainnya semampu dia. Namun dalam melarang itu, dia tidak boleh menambah-nambah cerita tentang tanda-tanda batas itu. Sebagai perumpamaan itulah, bahwa yang mengetahui apa yang ada dibalik larangan itu hanya Allah semata yang mengetahuinya, dan Allah memberi larangan itu karena alasan-alasan yang hanya Allah semata mengetahuinya. Manusia hanya mampu membaca tanda-tanda yang Allah izinkan untuk dapat melihatnya.&lt;br /&gt;Banyak yang merasa sudah dapat melihat tanda-tanda akhir jaman berdasarkan apa yang diisyaratkan Quran dan Sunatullah, dikuatkan pula dengan hadist-hadist yang dinilai tinggi keshahihannya. Dengan itu lalu manusia mulai menerka-nerka, memprediksi, dan meramal tentang waktu kiamat yang sudah semakin dekat. Sesungguhnya dekat ataupun jauh masa datangnya kiamat, hanya Allah S.W.T semata yang mengetahui. Lalu manusia disibukkan untuk mencari tahu seberapa dekat kiamat itu akan terjadi, seberapa banyak tanda-tanda yang sudah muncul, sehingga terlupakan apa sesungguhnya yang Allah peringatkan dengan memberitahu soal tanda-tanda akhir jaman itu. Ketika ada tanda-tanda perpecahan umat manusia, manusia bukannya belajar untuk makin bersatu, tetapi justru makin berpecah-belah. Sebuah ironi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110584737788541599?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110584737788541599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110584737788541599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584737788541599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584737788541599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang_110584737788541599.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 04'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110584722948864838</id><published>2005-01-15T19:46:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T19:47:09.490-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 03</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(000)&lt;br /&gt;Manusia dalam perjalanan kehidupan dan keilmuannya suatu saat dapat ’tersesat’. Ketersesatan ini sulitnya tidak bisa diketahui begitu saja oleh kita yang sedang menjalaninya. Pengetahuan manusia serba terbatas, kita mengetahui batasan ilmu sejauh yg sudah dicapai umat manusia. Karena itulah manusia butuh ’iman’, karena keimanan membantu kesadaran dalam tiap langkah hidup dan pencarian ilmu manusia. Manusia suka mengatakan ilmu punya keterbatasan bila berhadapan dengan kebesaran Allah, padahal bukankah manusia yang terbatas ilmunya. Kita tak bisa mengetahui batas ilmu itu ada dimana, tapi Allah mengetahuinya karena ilmu itu milik-Nya. Perkembangan ilmu yang ada sekarang ini adalah berkat ridha Allah semata, semua ilmu di dunia yang boleh dicapai teknologi maupun pemikiran manusia adalah kehendak Allah semata. Penciptaan mahkluk hidup dengan kloning justru menunjukkan bagaimana kecanggihan penciptaan manusia, para peneliti dan penemu teknik kloning yang masih primitif itu, secara sadar tidak sadar telah membuka satu lagi pintu kebesaran ilmu yang dimiliki Allah. Dan pengetahuan manusia akan ilmu itu sangatlah kecil, Allah bila menghendaki percobaan kloning gagal, maka gagalah. Tapi karena cinta-Nya pada manusia, Allah telah memberikan peringatannya tentang batas-batas pengetahuan yang Ia izinkan. Ada pengetahuan yang memang sedianya Allah katakan tiada manusia mengetahui melainkan sedikit.&lt;br /&gt;Manusia tidak tahu akan batas kekuatannya, tapi Allah mengetahui, karena itu Ia memberitahukan batas-batas itu. Tanpa harus manusia sibuk saling melarang atau ketakutan, maka Allah sudah membuat batasan yang tidak mungkin di lalui manusia manapun. Adakah pengetahuan dan teknologi manusia yang sudah bisa sedikit menguak rahasia perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad? Tidak ada. Karena itu adalah tugas manusia yang telah diberikan Allah untuk saling memperingatkan, dengan lembut, bila tak jua berhasil dengan kekerasan, tapi kekerasan berarti merusakkan apa-apa yg sudah sediakala Allah berikan pada manusia, seperti melakukan peperangan yang merusak alam dan mematikan manusia. Selain daripada itu Allah telah berikan panduan kepada manusia untuk mempertimbangkan baik dan buruk dengan mengukur besar mana manfaat dan mudarat.&lt;br /&gt;Dengan ukuran manfaat dan mudarat ini, Allah telah mengajarkan pada manusia untuk menggunakan logikanya sendiri. Berulang kali disebutkan dalam Quran bahwa Islam adalah untuk umat yang menggunakan akalnya. Islam adalah keyakinan manusia yang paling rasional, sangat sederhana dan ’biasa’. Islam tidak mengajarkan manusia untuk mengagung-agungkan mukjizat yang aneh-aneh supaya manusia yakin pada manusia. Mukjizat Quran yang menembus segala jaman dan telah dijamin untuk selamat hingga akhir jaman, dan mukjizat perjalanan malam Isra’ Mi’raj Rasulullah yang menunjukkan ’kecanggihan’ teknologi Allah. Dua mukjizat ini sudah memenuhi keperluan manusia untuk sadar betapa pentingnya belajar dengan adanya perintah membaca tertulis dalam Quran, dan pentingnya mengembangkan teknologi untuk menerapkan apa yang dipelajari.Allah melalui Quran dan sunnah Rasulullah telah memberikan semua kunci-kunci ilmu pengetahuan kepada manusia. Kalau dahulu Nabi Adam memperoleh langsung semua pegetahuan itu untuk dirinya, maka Nabi Muhammad memperoleh ilmu dari Allah untuk dibagikan sebagai berkat seluruh umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110584722948864838?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110584722948864838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110584722948864838' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584722948864838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584722948864838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang_110584722948864838.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 03'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110584714530373419</id><published>2005-01-15T19:44:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T19:45:45.303-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 02</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(00)&lt;br /&gt;Ajaran islam adalah untuk kepentingan seluruh semesta baik makrokosmos maupun mikrokosmos, karena dalam Quran selalu disampaikan peringatan,”Wahai, Umat manusia....”, dan juga bukan ajaran untuk keegoisan manusia saja, tetapi juga untuk seluruh alam raya karena Allah adalah Tuhan Seru Sekalian Alam.&lt;br /&gt;Mengapa ajaran islam dan bukan ajaran kebenaran yang lain-lain? Kita mengenal ajaran yang bersifat welas asih, kita mengenal ajaran memandang manusia dan alam adalah satu kesatuan, kita mengenal ajaran yang mensakralkan dan juga memanusiawikan Tuhan. Ajaran islam bukan tidak mengenali semua ajaran-ajaran kebenaran hidup yang pernah ada di muka bumi, karena sebagai penutup Allah telah meridhai manusia dengan ajaran islam.&lt;br /&gt;Dalam pandangan penulis, islam adalah ajaran yang paling manusiawi. Allah mengajarkannya dengan sabar kepada manusia melalui Rasulullah. Diajarkan pada usia yang dalam psikologis manusia berada pada puncak kematangannya, Nabi Muhammad tidak secara ajaib menjadi nabi di usia muda, walaupun itu biasa saja terjadi kalau memang atas kehendak Allah. Allah memberi kesempatan pada Nabi Muhammad untuk menjadi manusia sepenuhnya sendiri dahulu yang menggunakan ’akal’ dan ’budi’ nya dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;Allah pun tidak memilih manusia yang berada dalam kehidupan yang bergelimpangan ataupun yang termiskin di dunia. Allah memilih seorang manusia yang berkualitas bukan pada fisik maupun materi-nya. Perjalanan hidup beliau menjadi Rasulullah adalah perjalanan hidup sebagaimana manusia biasa, yang kemudian ia dipilih oleh Allah untuk menjadi contoh bagi manusia lainnya.&lt;br /&gt;Islam tidak diturunkan melalui pengajaran dalam waktu singkat dan dengan hanya merenung atau menulis di suatu tempat. Islam diajarkan oleh Allah melalui kehidupan manusia yang dicerminkan oleh Rasulullah, bukan saja dari kata-kata tapi juga perilaku sehari-hari beliau, ajaran yang bersentuhan langsung dengan perikehidupan manusia. Secara sederhana, islam adalah ajaran untuk menjalani hidup sehari-hari menjadi semakin baik dari hari ke hari hingga tiba saat sakratulmaut.&lt;br /&gt;Islam adalah ajaran kebenaran yang menyentuh hingga bahagian dasariah manusia. Misalnya saja, penulis pada dasarnya adalah seorang yang skeptik, meragukan segala sesuatu, tetapi dengan pasti islam menyatakan bahwa tidak ada keraguan didalamnya, sebagaimana yang tersurat dalam Quran. Ketentraman hati datang kemudian bukan karena islam mengajarkan absolutisme dan melarang mempertanyakan sesuatu. Karena yang absolut itu hanya Allah S.W.T semata, dan Quran sebagai kalamNya adalah pegangan dasar kehidupan yang perlu diragukan karena manusia siapapun dia diperkenankan oleh Allah untuk mempelajari islam. Islam adalah ajaran terbuka, yang dengan segala keterbukaannya mempersilakan manusia untuk menguji kebenaran Quran dan mempertanyakan kembali ajaran islam. Allah memberi tantangan terbuka kepada barangsiapa yang mampu untuk menandingi satu kalimat saja dari Quran Kalam Allah. Tantangan ini memenuhi tantangan setiap jaman, dari dahulu hingga sekarang, dimana segala argumen tentang kebenaran sesuatu selalu mendapatkan tantangan balik, maka Allah yang maha mengetahui cabaran manusia ini telah mengisyaratkankan bahwa tiada keraguan didalam Quran-Nya.&lt;br /&gt;Islam adalah ajaran dengan iman yang menyentuh akal sehat, sekaligus akal sehat yang menyentuh iman. Tiada ilmu tanpa iman dan tiada pula iman tanpa ilmu. Kemanapun ilmu berkembang biak, sampai dimanapun ia tersesat, selama manusia masih menggunakan ’akal’ dan ’nurani’ yang Allah berikan, ilmu-ilmu manusia itu akan kembali pada ujung pangkal kebenaran. Ilmu-ilmu datang dari Allah, dan segala sesuatu yang datang daripada-Nya akan kembali pada-Nya. Sejauh manapun manusia membawanya tersesat, dengan keimanan dan ridha Allah, manusia akan dapat membawa dirinya kembali lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110584714530373419?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110584714530373419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110584714530373419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584714530373419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584714530373419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang-belajar_15.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim 02'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110584696651551477</id><published>2005-01-15T19:35:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T19:42:46.516-08:00</updated><title type='text'>Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirahmannirahim.&lt;br /&gt;Asalamualaikum wrb.&lt;br /&gt;Pertama-tama saya keataskan salawat pada Rasul Allah Nabi Muhammad S.A.W, serta Salam untuk para Sahabat-nya.&lt;br /&gt;Keinginan menulis renungan ini sudah lama ada di ufuk pikiran, namun banyak faktor yang lebih seringnya membuat penulis ’urung’ daripada faktor yang mendorong untuk mengungkapkannya.&lt;br /&gt;Menulis ini semata-mata penulis lakukan sebagai sebuah ibadah (kerja) sederhana, ianya ibarat sebutir zarrah diantara luasnya semesta ciptaan Allah S.W.T.&lt;br /&gt;Lagipun, menulis itu seperti mengawasi diri sendiri.&lt;br /&gt;Jikalau ditanyakan merujuk kepada apa penulisan ini, maka jawaban yang untuk masa ini yang dapat penulis beri adalah:&lt;br /&gt;-         Niat (karena Allah)&lt;br /&gt;-         Ijtihad (karena Allah)&lt;br /&gt;Sebenarnya tanpa menulisnya pun (dalam media digital ini) Allah pun sesungguhnya sudah mengetahuinya, demikin keyakinan penulis karena berpikir dalam merenungi hidup dan kehidupan adalah kerja yang sangat intim antara seorang (manusia) dengan (Allah).&lt;br /&gt;Dahulu semasa kecil, penulis suka mempertanyakan segala sesuatu kepada guru mengaji. Tentang hubungan manusia, menanyakan perkara asal usul, sifat-sifat, cara pikir, cara bertindak, dan sebagainya. Rasa-rasanya hampir semua dijawab dengan memuaskan oleh pak guru dengan mengambil contoh dari kisah nabi, kisah sahabat, riwayat rasul, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Setelah dewasa, penulis memahami bahwa apa-apa yang menjadi pertanyaan semasa kecil adalah hal lumrah yang biasa ditemui dalam perkembangan psikologi. Dari berbagai pertanyaan yang pernah diajukan, kini penulis temukan keterangan lebih lanjutnya dalam berbagai perkembangan ilmu pengetahuan manusia seperti anthropologi, ilmu sosial, seni dan budaya, sains dan teknologi.&lt;br /&gt;Allah memberi manusia ’akal’ dan menyertainya dengan ’nurani’ atau budi, dan Ia mengetahui bahwa manusia akan mencari tahu dengan sendirinya. Manusia akan belajar memahami lebih lanjut apa-apa yang sudah Allah berikan, tapi Ia juga mengetahui bahwa manusia akan dapat berlebihan sehingga dapat menyusahkan diri sendiri. Seperti yang dapat kita perhatikan dalam cara hidup sekarang ini, yang banyak dengan sesuatu yang melampaui ’hyper’ maka bukan berarti serta merta kehidupan sekarang ini adalah musuh dari keimanan, karena tiada mungkin sesuatu apapun terbentuk dan terjadi tanpa seizin Allah.&lt;br /&gt;Dari kecil hingga dewasa ini, penulis merasa tiada pernah menjadi sepenuhnya, karena itulah renungan ini penulis katakan sebagai ’renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim’.&lt;br /&gt;Islam diartikan berserah diri, umat islam diartikan sebagai umat yang berserah diri. Sulitnya, berserah diri terlanjur berdekatan dengan kata-kata ’menyerahkan diri’ dalam konteks hubungan manusia dengan manusia. Untuk itu ’berserah diri’ harus dijauhkan dahulu dari maknawi hubungan manusia dengan manusia, tetapi didekatkan kepada maknawi hubungan manusia dengan Khaliqnya.&lt;br /&gt;Berserah diri adalah sebuah upaya yang terus menerus berlangsung sepanjang hidup manusia, baik dalam senang maupun susah. Kesempurnaan berserah diri diuji untuk terakhir kalinya manakala Malaikat Izrail sudah datang menjemput.&lt;br /&gt;Secara mikro, umat islam berarti merujuk kepada umat yang menjalankan rukun islam dan rukun iman. Secara makro, umat islam merujuk kepada sesiapa saja yang ’menyerahkan diri’ kepada Khaliq-nya. Ini sebuah renungan sederhana dan barangkali rapuh dari penulis sendiri.Ajaran Islam bukan hanya untuk kepentingan umat islam mikro saja, yaitu misalnya para penganut agama islam seperti penulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110584696651551477?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110584696651551477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110584696651551477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584696651551477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110584696651551477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2005/01/renungan-seorang-umat-yang-belajar.html' title='Renungan seorang umat yang belajar menjadi muslim'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110431006915699233</id><published>2004-12-29T01:45:00.000-08:00</published><updated>2004-12-29T00:55:51.106-08:00</updated><title type='text'>Osamu Tezuka and The Heart of Manga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada awalnya di Jepang, komik secara umum di kenal dalam dua bentuk, yaitu ‘manga’ dan ‘gekiga’. Manga sebagai model komik yang mendapat pengaruh dari masuknya kartun-kartun eropa dan amerika generasi awal, yang muncul terlebih dahulu menjadi sedemikian populernya sehingga menjadi role model dalam membuat komik. Kemapanan ini menimbulkan pergerakan dari pinggiran, anak-anak muda banyak yang menginginkan perubahan dan mencari bentuk-bentuk baru. Muncullah ‘gekiga’ yang secara harfiah bertolak belakang dengan ‘manga’ secara umum pada masa itu. Gekiga mengambil sudut pandang realisme-sosial yang menggunakan pendekatan yang lebih dramatis dan moody, tetapi biasanya penuh aksi laga yang menyangkut kondisi masyarakat pinggiran yang keras. Begitulah sekilas tentang ‘manga’ dan ‘gekiga’ sebagai rival yang saling menyeimbangkan, sebelum akhirnya muncul sebuah nama yang secara tak langsung menyatukan kualitas kedua bentuk komik Jepang tersebut, yaitu Osamu Tezuka, sang ‘Manga no Kamisama’ atau ‘God of Manga’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang ambil peduli tentang bagaimana istilah ‘manga’ bisa cukup luas untuk menyebutkan segala format dan genre komik Jepang. Tak banyak pula pembaca yang sebagian masa mudanya dipengaruhi bacaan manga, mengenal nama Rakuten Kitazawa, pendiri Manga Kourakukai atau Asosiasi Profesional Manga di tahun 1918. Dia termasuk orang yang membuat nama ‘manga’ menjadi pakem sebutan bagi kartun dan komik di Jepang lewat penerbitan Jiji Manga, dimana ia bekerja. Penyebutan istilah ‘manga’ sendiri akan membawa kita mundur ke abad 17-18 silam, dimana seorang artis master Ukiyo-e berpengaruh di Jepang tahun 1815, bernama Katsushika Hokusai merujuknya sebagai sebuah bentuk seni dari gambar-gambarnya. Manga atau Man Hua dalam kanji diartikan sebagai gambar asal, karikatur atau gambar lelucon. Pada masa-masa sebelumnya, gambar-gambar biasanya terkait dengan tujuan spiritual, religi, moral atau kesenian, sedangkan pada saat Hokusai membuat gambar-gambar sketsa yang kemudian dianggap ‘aneh’ dan sesuka hati dalam menangkap gerak-gerik manusia atau apa saja di dekatnya, ia memberi judul ‘Manga Hokusai’ pada kumpulan gambarnya itu . Secara harafiah, arti dari manga sama saja dengan gambar kartun, begitulah kelak bentuk generasi awal manga. Namun sekali lagi akibat kehadiran tokoh bernama Tezuka di pertengahan abad ke 20, yang kemudian memicu perubahan dan perluasan makna dari kata yang sederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari kerja keras Tezuka kalau boleh disetarakan dengan peran yang dilakoni oleh tokoh-tokoh seperti Walt Disney, Herge, Will Eisner dan Jack Kirby, yang kalaupun disatukan bahkan masih terasa belum mencukupi. Apakah hal itu tidak terlihat berlebihan? Mungkin iya, tapi bila kita harus menunjukkan satu persatu peran yang ia mainkan sendirian dalam merubah ‘wajah’ manga, dan juga bagaimana ia mengawali kesuksesan animasi Jepang di pentas dunia, maka apresiasi itu rasanya cukup wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari 40 tahun, Tezuka berjuang mengangkat ‘manga’ dari hanya sekedar bacaan anak-anak ke level yang lebih berarti dan sesuai sebagai bacaan yang berkembang untuk segala usia. Tercatat tak kurang dari 600 judul dengan 150.000 total halaman telah ia hasilkan sepanjang karir hidupnya. Selama itu pula ia mengedepankan berbagai upaya-upaya mencari dan mentransformasikan manga ke dalam beragam genre dan subjek cerita, dengan memperhatikan nuansa karakterisasi, tata letak yang kinetis, dan berani memasukkan unsur-unsur pemikiran yang konfrontatif semacam hal mengenai kebutuhan dasar manusia dalam mempertanyakan arti dari jati diri, kehilangan, kematian dan ketidak-adilan sosial. Bahkan juga tema-tema seksualitas dan kloning sudah ia sisipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tezuka kecil berada di lingkungan keluarga yang cukup terbuka dalam menerima modernisasi budaya barat. Selama masa mudanya, ia mengaku hampir setiap hari kerjanya banyak menonton film. Diantaranya yang sering berulang kali ditonton dan dibaca olehnya adalah film dan buku-buku keluaran dari Walt Disney, Fleicher Brothers atau komedian Charlie Chaplin. Pengaruh film-film Jerman, Perancis, Inggris dan Amerika semasa perang dan sesudahnya juga termasuk bagian dari kehidupan yang kelak membentuk jiwa seorang Tezuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa sesudah Jepang kalah perang di PD II, adalah masa-masa yang tersulit, walaupun begitu Tezuka berhasil menggolkan proposal manga-nya yang berjudul Shin Takarajima, atau New Treasure Island, dan berhasil terbit di tahun 1947, meski di potong sana sini hingga menjadi 60 halaman saja, tak sampai seperempat dari rancangan aslinya. Dan dengan itu, di sinilah kisah eksperimen awal dari manga modern dimulai. Jepang yang kala itu masih terisolir akibat kalah perang, kurang mengetahui tentang teknik sinematografis yang sedang berkembang di dunia, Tezuka-lah salah satunya yang membawa masuk ke Jepang teknik sinematografis ini lewat komik-komik rancangannya. Sedikit demi sedikit Tezuka memberikan kejutan dalam karya-karyanya, seperti teknik zooming, panning, garis gerakan yang ekspresif, distorsi, penggarapan detil-detil seperti tetesan keringat, bunyi efek dan kaya akan penggunaan simbol-simbol untuk menguatkan perasaan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini salah satu implikasi yang disebabkan oleh manga dan anime pada budaya global adalah budaya ‘kawai’ atau ‘cute culture’, sesuatu yang juga telah diusung oleh Tezuka. Hal itu terlihat ketika bergulat dengan pengadaptasian tema-tema serius seperti Faust-nya Goethe, Crime and Punishment-nya Dostoevsky, dan juga membuat manga renungan hidup seperti Buddha, Tezuka tetap mempertahankan unsur ‘cute’ dalam pengkarakterannya, suatu bentuk perasaan yang siapa saja pernah alami sebagai kanak-kanak, namun tak ia lepaskan begitu saja.&lt;br /&gt;Dalam membuat manga, Tezuka kerapkali bertindak seolah-olah seorang sutradara yang sedang mengarahkan karakter-karakter dalam manganya, karena kebetulan dunia film adalah obsesi lain keinginannya. Dengan dukungan finansial dari kesuksesan manga-manganya, maka lahirlah produksi animasi ‘Tetsuwan Atom’ atau ‘Astro Boy’. Kesuksesan secara nasional dan internasionalnya membentuk sebuah citra relasi simbiosis antara manga dan anime(animasi jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antipatinya pada sikap militerisme selama masa perang yang dilakukan Jepang, ia wakilkan lewat medium manga tempat dimana ia mempertanyakan dan memperingatkan kembali bahaya akibat fanatisme, sikap tak acuh dan menganggap remeh perikehidupan, dan dampak-dampak teknologi maju yang kurang diteliti akibatnya. Sesungguhnya hal yang ia coba sampaikan hanyalah sebuah pesan sederhana berupa ajakan: “Cintailah semua mahkluk ciptaan yang ada! Mari mecintai semua benda yang bernyawa!” Perasaan sedih atas tindak diluar perkemanusiaan yang terjadi, dan juga krisis identitas bangsa Jepang akibat kalah perang, menggiringnya membuat parabel mengenai sosok robot anak kecil, seekor singa putih, seorang putri menyamar menjadi pria, dan burung keabadian sebagai gema tanpa batas waktu dirinya. Karya-karyanya ini juga memberikan bukti pada keyakinannya bahwa komik adalah bahasa dunia yang bisa melintas batas dan generasi. Komik adalah jembatan antar berbagai budaya. Hal yang senada dengan ini, ungkapan tentang komik adalah perekat budaya kosmopolit, juga pernah disinyalir oleh Goethe, sastrawan dan filsuf dari Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manga bukanlah komik yang dibayangkan seperti komik Amerika atau kartun Eropa. Bangsa Jepang terbukti mampu menyerap konsep budaya asing, kemudian mengadaptasi dan membuat improvisasi sendiri, sehingga menghasilkan inovasi dan menyebar-luas ke pentas dunia. Semasa restorasi Meiji, Jepang banyak belajar dari Barat terutama sistem kapitalisme Amerika. Manga yang ada sekarang ini telah merubah dasar-dasar dari komik Barat, seperti bagaimana hubungan antar gambar, bingkai (frame), kata-kata, dan mem-fusi-kannya dengan selera atau kecintaan tradisi terhadap seni populer milik mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kandungan dan harapan positif dari manga, terdapat pula penilaian kritis terhadap mereka, seperti yang pernah terungkapkan oleh seorang sastrawan Jepang yang menolak hadiah Nobel, bernama Yukio Mishima menyatakan bahwa,” ….gegika itu sepuluh kali lebih ganas, kuat, berkuasa dan brutal.” Mengingat karakter novel-novel Mishima yang ‘keras’ seperti Kuil Kencana, salah satu karyanya yang di terjemahkan oleh Ajip Rosidi, yang juga mengandung hal-hal menyeramkan seperti yang ia sebutkan itu, maka ancaman dari manga tampaknya sangat serius. Dan pada kenyataannya semenjak kehadiran manga, video games, komputer, saluran televisi, jenis bacaan-bacaan sastrawi yang sejak tahun 20-an sangat laris menjadi kehilangan profitnya. Hampir lebih dari seperempat produksi buku di Jepang adalah manga dan hal yang terkait dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia 40, Tezuka turut prihatin dengan perkembangan komersialisasi manga, yang mana ia pertanyakan sendiri,”Katanya manga sedang berada dalam jaman keemasannya. Akan tetapi, seberapa banyakah karya-karya berkualitas mumpuni yang sebenarnya beredar? Bukankah kenyataannya banyak mangaka bekerja nyaris mati ketika didesak memasukkan karya, diperhambakan dan bekerjasama dengan persyaratan keji komersialisme?” Untuk menjawab itu, dan agar ia bisa membuat karya yang sangat ia idam-idamkan, dimana dia bisa bebas mengekspresikan perhatian moralnya, Tezuka tidak punya pilihan selain menerbitkan sendiri sebuah majalah manga bernama COM (1967-72). Disini diperlihatkan pula keterbukaan Tezuka terhadap pengaruh gekiga dan ia tunjukkan sejauh mana ‘real story manga’ yang bisa ia capai.&lt;br /&gt;Kesuksesan dan keunikan manga tidak muncul dengan sendirinya, pada masa-masa pembelajaran Jepang ke Barat (Eropa dan Amerika), banyak inspirasi estetik komik yang diadaptasi atau diadopsi ke dalam manga. Pada awalnya pun manga diproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, hingga saat ini pun jumlah konsumsi manga di dalam negeri pun masih lebih tinggi daripada yang beredar di luar. Generasi muda di Jepang sendiri saat ini tidak hanya menggemari manga, karena ada video games dan berbagai hiburan lainnya, masing-masing punya komunitasnya sendiri-sendiri, bahkan juga komunitas sastranya. Apa yang dicita-citakan oleh Osamu Tezuka agar komik tidak hanya dibaca oleh anak-anak mungkin sudah tercapai, tetapi kandungan dan pesan kemanusiaan yang membuat ia dihormati bagai ‘kamisama’ atau dewa komik Jepang, tampaknya merupakan perjuangan yang tak kunjung usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dapatkah kita ‘menaruh hati’ pada manga, tanpa peduli dengan pesan dan harapan serta perjuangan yang diimbuhkan oleh sang ‘God of Manga’ pada setiap karya-karyanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110431006915699233?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110431006915699233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110431006915699233' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431006915699233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431006915699233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/osamu-tezuka-and-heart-of-manga.html' title='Osamu Tezuka and The Heart of Manga'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110430956971119142</id><published>2004-12-29T01:36:00.000-08:00</published><updated>2004-12-29T00:53:29.943-08:00</updated><title type='text'>The Myth behind Indonesia's Cigarette Brands</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;I. Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia was born, grown and developed in the land where the people still adhere to hereditary values and norms of ancient wisdom. Many of them offer this tradition through their family from generation to generation until now. Even in today’s modern life, there are many practically things rooted or dependent on believing in myths, divine words, and a sacred force.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has also happened to brands and logos. The owner or the businessman is always confused between business and beliefs, while deciding on a product name or a brand. This phenomenon has also impacted a very popular and broadly consumed product by millions of people in Indonesia, clove cigarettes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a closer look, many brands and logos of cigarettes, especially clove cigarettes, refer to norms or beliefs. Therefore, we see a brand without rational thought. A brand or logo related to illogical reason may seem ridiculous for people who work in the graphic design fields. Because designing a visual identity for a brand is supposed to be very logical and be supported by strong and clear reasons. Believe it or not, a lot of Indonesia’s clove cigarettes brands are created upon mythical reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Admitted or not by the owner of the brand, they are really true believers of invisible forces. They believe these forces will bring luck and prosperity to their product life cycles and advantages for growth in the future. At this point, this role of belief in invisible forces plays a crucial decision. The look of a brand is not just combining the graphic elements, but it must be connected to the myth of invisible forces. It is aimed to give good fortune and deliver profit to those who apply it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nowadays, there are people, alone or in a group, which still practice this mythical belief in doing their business plans. This following paragraph will discuss the myth behind clove cigarettes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. History of Indonesia’s clove cigarettes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia’s historical clove cigarette story has come along with the part of Indonesia’s tradition culture. People who love to smoke clove cigarettes are coming from all area of society. It has gained popularity from priyayi (upper class) to rahayat jelata (homeless people), they are all smoke clove cigarettes. It can be seen from the total production of clove cigarettes, which is six times greater than white cigarettes. It is easy for people to start a conversation with a stranger by offering them a cigarette. Even though that person, who we offer a cigarette, does not smoke, naturally, a nice conversation will begin. However, it is not so polite to ask somebody for a cigarette, which is usual for people in France to ask somebody cigarettes. “Can I have a light?” (Boleh minta apinya?) is an ordinary question, which Indonesians ask for a light to smoke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia’s archipelago is one of the most rich and beautiful lands of the world. Many western and north invaders love to conquer these remarkable islands to get their spices and agricultural stocks. Indonesians’ likes spicy and tasty foods; they like to add more flavors. Indonesians’ foods have many combined spices and mixed techniques. This people’s nature brings the local genius to come up with the idea to create clove cigarettes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once upon a time, Kudus people invented clove cigarettes. History said that the inventors of clove cigarettes are Haji Jamahri, the native people of Kudus in the early of 1880. Jamahri, as told by Amen Budiman and Onghokham, was a citizen of Kudus Town who had asthma for a long time. He cured this long time illness while he treated himself with handmade cigarettes. He sliced cloves into small pieces, mixed it with cut tobacco, and then put the materials inside a suitable dried corn leaf; at last, he covered it up by spinning (rolling) the leaf. Now, the clove cigarette is ready. When he lit the cigarette, a funny crackling sound came out. It sounded like, “Kretek! Kretek! Kretek!” That is why they called it rokok kretek (kretek cigarette). Jamahri is believed to have died around 1890, and the industry of clove cigarettes in Kudus born between 1870-1880. However, no one knows when he was born, where he lived, who was his wife, even less his lines of heredity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In contrast, it is different from the well-known Niti Semito called “Raja Kretek”(King of Clove Cigarettes). This so called “Raja Kretek” had obvious life records and a business growth background, natives and the Dutch invaders knew him well at that time. By early 1863, Niti Semito was born as the youngest boy of two Haji Soelaemans’ sons, a Lurah (chief of village) Janggalan, at district of Kudus Town. His father was head of Janggalan Village. Niti Semito has wandered to Mojokerto (East Java) and became a cloth businessman. After a while he returned to his hometown, Kudus, in here he was selling Batik cloth and clothes, which he bought from Solo. After marrying Nasilah in 1894 year, he produced his own Batik and at the same time, he opened a warung (traditional booth selling daily needs). In 1906, Niti Semito started to sell his own produced cigarettes, which were made from slices of cloves, cut tobaccos, and maize’s from dried corn leaves. Finally, in the year 1914, Niti Semito decided to put his concentration into clove cigarettes business, because the continual cigarette production was rising, and it needed serious handling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some predictions say that the growth of the clove cigarettes industry in Indonesia was mushrooming in the year of 1870 or 1880. The shape of cigarettes from that time was different with today cigarettes form. Kretek with klobot (dried corn leaf) was the most cigarettes consumed by people; among of them there were famous brand as Kooa and Muzuho. Nowadays, the famous clove cigarettes companies are Mari Kangen in Solo, and followed by Sampoerna Cigarette Company in Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even though everything was simple at that time, the man behind the cigarette production expressed himself freely. They were simple by itself but dared to show off themselves obviously in the packaging by putting their name or photograph on it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Four Major Brands of Clove Cigarettes.&lt;br /&gt;There are four important players in the clove cigarettes industry in Indonesia, who create the taste of Indonesia’s smoking habits. The brands are Sampoerna, Bentoel, Djarum, and Gudang Garam. Every brand has a story behind the creation of their name and logogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.1. Sampoerna&lt;br /&gt;The story of Sampoerna began in 1912 year, where the young Seeng Tee started his cigarettes business in a small factory somewhere outside Surabaya, East Java. Then rapidly he developed and decided to continue to improve sales revenue from cigarettes and its commodities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, Seeng Tee sold cigarettes without any additives, but he offered many natural taste variations, it had a flavor like chocolate, vanilla, nutmeg or clove, which was mixed with tobacco. Then he started to realize that certain flavors and combinations of ingredients were more acceptable than others were. Because of it, he tried to create a tasteful clove cigarette that gave an expression which reflected the personality of the cigarette smokers. He sold it in packaging and it became a hit at that time. That was the birth of all clove cigarette brands in Indonesia, Dji Sam Soe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Applying Feng Shui, a Chinese science of luck, he gave the name of Dji Sam Soe. It uses visual elements of nine stars. Nine philosophically means perfection. It has some positive meanings, such as hope, creativity from the past, also brotherhood and religion. Dji Sam Soe is two-three-four, added and the sum is nine. Nine is a representation of gold elements, a connotation to wealthiness. The package uses yellow color that represents land ground element, and it is a match for the gold element.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besides Dji Sam Soe, Sampoerna also introduced a brand called A-Mild, one of the exponents of ‘healthy’ cigarettes that claimed it had low tar and low nicotine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.2. Bentoel.&lt;br /&gt;As a man who grew up in Bojonegoro, East Java, Ong Hok Liong first knew the business of clove cigarettes when he became an assistant to his father’s tobacco trading company. Even though he was smart enough at buying and selling tobacco, he still had problems with the loss and profit in sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ong Hok Liong tried to distribute his product by selling it door to door by employing many salesmen to do it. His company grew bigger and took over a tobacco factory in Blitar. In order to ensure that he did not make a wrong turn and fail, he went to Kawi Mountain to be enlightened by meditated near the tomb of an ascetic named Mbah Djugo. At one night he had a dream about meeting with a bentoel vendor. Bentoel is the root of the cassava plant, and then the graveyard guardian told him it meant he should used the bentoel as his business sign or logo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nowadays, Bentoel is a major player in the cigarettes industry. Bentoel is famous in Asia, like in Malaysia. If Sampoerna introduced A-Mild, Bentoel introduced StarMild as its rival. Because of following the trend in modern designs, Bentoel eliminated their ‘bentoel’ picture from the new product packaging. Unfortunately, the graphic income of this company is showing degradation. Eliminate your lucky sign which mean you eliminate your profit too. Believe it or not?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.3. Djarum.&lt;br /&gt;Djarum is one of the most famous clove cigarettes industries in Indonesia and well known in other countries. Its originally name was Djarum Gramophone, and shortened by Oei Wie Gwan. It is located in Kudus, the kretek birthplace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oei Wie Gwan became more aware about his product sign. Using his Feng shui knowledge, the Djarum (the object logo) was pointing to seven o’clock and five minute. Seven means intellectuality and five means growth, then if we reverse this number to five-seven, it means progressive. He comes up with this idea because an unexplained supernatural experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djarum found the right formula in combining cloves and tobacco, which is why they claimed to offer a new clove cigarette taste, and they proved it well. The manufacture of kretek is an incredibly complex process. Besides contains with tobacco, kretek possesses two other crucial ingredients - cloves and a mysterious 'sauce'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A single brand of kretek may include over thirty different tobacco varieties, while employing more than one hundred different flavors in its sauce. These mysterious sauces are the important things; they make a different taste among other brands. The sauce recipe is a top secret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.4. Gudang Garam&lt;br /&gt;The youngest but the strongest cigarette brand is Gudang Garam. A brand which has stood for fifty years founded by Tjoa Ing Hwie. He worked with his uncle to combine tobacco with some sauces in a factory named Cap 93. Once upon a time, it was a very successful brand in East Java. As an intelligent and hard worker, he gained the position as company director in short time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After years, he decided to leave the company and started his own company. He dreamt about salt warehouses, which exactly across the factory of Cap 93. Sarman, who accompany him while he left the company, told him to use the picture and name Gudang Garam on his newly developed product packaging. Tjoa Ing Hwie agreed with this idea, and asked Sarman to design the logo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besides becoming the largest cigarette factory in Indonesia, Gudang Garam also the tenth largest clove cigarette producer in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Uniqueness of Indonesia’s Cigarettes Brands.&lt;br /&gt;A Belief cannot be separated from people’s culture. No matter how modern life is affected, this belief still exists in their lifes. Because of it, in order to design a brand or logo, this philosophical belief plays an important part in making a decision. This combination of modern thinking in design and the philosophy of myth can make a unique design.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This tradition has become an unwritten rule, whether people realize it or not, they make in belief’s the base of their life vision. Even though they live in a modern social life, wear jeans, play playstations and eat burger, but this people has not separated from their old culture beliefs, like choosing a good day for married, choose a house with a good land contour, or designing a logo with many considerations and calculations about good or bad luck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That is why Indonesia has many smokers, because they believe that smoking is not harmful to their health. As the legend of the inventors of clove cigarettes had told us. People have gotten into habit of smoking as their life’s ritual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110430956971119142?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110430956971119142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110430956971119142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110430956971119142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110430956971119142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/myth-behind-indonesias-cigarette.html' title='The Myth behind Indonesia&apos;s Cigarette Brands'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110431261382025683</id><published>2004-12-29T01:27:00.000-08:00</published><updated>2004-12-29T01:30:13.820-08:00</updated><title type='text'>Tentang Komik dan Candi?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Persoalan [komik + budaya], sebenarnya (bukan tidak) sederhana.&lt;br /&gt;Kalau mau bicara komiknya, apakah kita menganggap titik tolaknya adalah komik itu sebuah hasil kerja berbudaya (kebudayaan) atau bukan?&lt;br /&gt;Kalau, jawabannya iya.  Artinya berangkat dari titik tolak bahwasannnya [komik = budaya], bolehlah kita bercerita panjang lebar tentang  manusia-nya maupun idenya, baik langsung maupun tidak berkaitan dengan komik,  baik yang disebabkan maupun diakibatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun bicara [budaya], titik tolak arti [budaya] seperti apa yang kita ambil?&lt;br /&gt;[budaya] masa lampau? Semacam peninggalan [budaya]?&lt;br /&gt;[budaya] masa kini? Semacam [budaya] kosmopolitan? Megapolitan?&lt;br /&gt;Atau [budaya] masa depan?&lt;br /&gt;Semacam strategi mencapai bentuk [budaya] tertentu di waktu yang akan datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, konsep ber[budaya] seperti apa yang hendak kita pakai sebagai titik tolak pembicaraan [komik + budaya] ?&lt;br /&gt;Apakah konsep ber[budaya] yang hanya sebatas 'artefak peninggalan pra-sejarah? Sejarah?'&lt;br /&gt;Atau konsep ber[budaya] yang timbul karena asimilasi, adaptasi, dominasi, sinkretisme?&lt;br /&gt;Atau konsep ber[budaya] kontemporer - multikultural - pencampuran [budaya]?&lt;br /&gt;Atau penggalian keaslian - originated culture - [budaya], ini pun maksudnya hendak menciptakan [budaya] baru sendiri atau menggali asal usul sebuah [budaya] dan memurnikannya dari pengaruh-pengaruh [budaya] luar yang menempel darinya, menjadi kaum puritanian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sederhanya saja dengan melihat [budaya] sebagai 'emblem', spt dekorasi, ukiran, tarian, gambar-gambar peninggalan masa lalu kerajaan, prasasti, keraton, jejak di goa prasejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambil contoh Candi Prambanan,  ada hal yang menarik untuk diamati.&lt;br /&gt;Jelas, buku komik yang dicetak di atas kertas berbeda medium dengan candi yang diukir di atas batu.&lt;br /&gt;Andaikan diminta mengukir komik di atas sebuah tembok batu yang luas, misalnya di pintu masuk taman sebuah hotel, apakah dengan serta merta digambarkanlah komik itu sebagaimana menggambarkannya di atas kertas? Tentu tidak, akan ada pertimbangan mengenai media dan alat-alat yang berbeda utk mengukir dan menggambar komik di atas batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga sebaliknya, mengambil inspirasi dari ukiran Candi Prambanan, juga tidak berarti serta-merta menggunakan kertas 'memfotokopi' ukiran dari dinding candi. Kira-kira apa yang dipikirkan oleh seniman pengukir candi ketika dahulu itu bila ia diminta memindahkan kisah di dinding candi itu ke dalam kertas atau perkamen misalnya?&lt;br /&gt;Semuanya tidak akan terlepas dari pertimbangan tujuan dari pembuatan di medium yang berbeda itu sendiri.&lt;br /&gt;Kita yang hidup di jaman modern ini, apakah dapat melihat keunikan dari ukiran kisah candi-candi yang bisa dipetik pelajarannya? Keunikan gaya bercerita spt apa yang ada di sana?&lt;br /&gt;Apakah kita pernah merenungi dan membiarkan diri larut ke dalam kisah pada dinding-dinding candi tersebut, karena dahulu kala kisah pada dinding candi merupakan sebuah medium meditasi bagi para peziarah ataupun mereka yang hendak melakukan sembahyang.&lt;br /&gt;Selama ini mungkin kita mengadopsi storytelling ala manga ataupun komik amrik atau mungkin hongkong, mungkinkah kita meluangkan waktu melakukan refleksi terhadap teknik 'storytelling' yang ada di balik ukiran2 di atas batu cadas candi itu?&lt;br /&gt;Kalau selama ini kita mengadopsi teknik gambar, simplifikasi,  distorsi, eksagerasi dari komik, maukah kita barang sejenak menelusuri jalan pikir dari pembuat kisah candi itu dalam 'menyederhanakan' bentuk-bentuk natural ketika harus di ukirkan di atas batu cadas yang keras, yang tidak memungkinkan kedetailan spt di kertas,  tapi juga jangan sampai tidak dimengerti aundiens-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah lantas kita mereduksi arti [komik + budaya], hanya sebatas persoalan memindahkan cerita candi ke atas kertas?&lt;br /&gt;Dan bukan persoalan memindahkan nilai-nilai yang ada di cerita candi ke dalam bentuk komik melalui penafsiran kontemporer masa kini?Dari sudut pandang nilai ekonomi jika saja ada yang berniat dan berhasil memindahkannya ke dalam bentuk komik, dan menjualnya khusus untuk wisatawan mancanegara barangkali akan sangat menguntungkan. Akan menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan, karena di candi prambanan terdapat souvenir unik berupa buku cerita komik tentang kisah-kisah terukir di candi yang dibuat oleh komikus-komikus indonesia dengan beragam penafsiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110431261382025683?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110431261382025683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110431261382025683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431261382025683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431261382025683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/tentang-komik-dan-candi.html' title='Tentang Komik dan Candi?'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110430934845537344</id><published>2004-12-29T01:25:00.000-08:00</published><updated>2004-12-29T00:35:48.456-08:00</updated><title type='text'>Visual Semiotics in Graphic Design</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Creativity in graphic design is about the quality of clearness when communicating a massage with visible sign. In simple words, graphic design is about how to combine text and image, thus both elements collectively influence ideas to make a creative design. In addition, graphic designs is also an activity of combining pictures, illustrations, photographs, typography, and then print for purposes of promotion, information, or instruction. People can easily see things created with graphic design, such as ads, billboards and signboards. When a visible sign attracts their eye, they will try to interpret the whole design, and therein a visual interaction occurs in people’s minds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semiotics is a study of communication through signs; it is about interpreting signs. Signs split into two parts but as a whole, it is the relationship of Signifiers and Signified. The signifier is what the physical material of the signs is about, such as words, colours, gestures, images and any other artefacts, on the other hand, signified is the component of mental conception. Signifiers are meaningless by themselves, until someone makes a connection to the Signified as objects, ideas, or concepts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, when we say a word ‘chair’, people in ‘bahasa’ interpret it as ‘kursi’, a seat with four legs. The word ‘chair’ alone means nothing, unless ‘bahasa’ users have perceived that ‘chair’ is ‘kursi’. Therefore, the spoken or written word of ‘chair’ is called signifier, the physical manifestation of what a ‘chair’ means in our mind’s conception. The signified is the idea about what is ‘chair’ or ‘kursi’, which is defined as a thing with four legs beneath a sitting pad. It doesn’t matter what is the exact shape of the ‘chair’, as long as bahasa users could perceived it as ‘kursi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These semiotics approaches to graphic designing can be said to be visual semiotics. In other words, it can be ultimately said that in graphic design, a signifier is their visual appearance, therein a signified is their related visual conception. The audience shows this visual semiotics through the whole design interpretation. A design cannot stand by itself. Further, it occurs when the audience looks at a design but does not have any reference to be connected as its context. In this case, that context is something which might be a conception to help them to understand the design purposes.&lt;br /&gt;Visual semiotics in graphic design has three basic terms. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;First, it has semantics, which is design tendencies or meaning, in which all the design elements are interacted. It emphasizes the grammatics of design, such as hierarchy, harmony, rhythm, and movement, dominancy. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Next, it has syntactics, which is how design elements interact each other creating a possible meaning. It emphasizes as vocabulary of design, such as point, line, space, tone, texture. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Moreover, it has pragmatics, which is how people perceive the effects of the design. It is how a design is seen, read and understood by the audience. It emphasizes speech of a design, such as dynamic, speed, strength, stable.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;This visual semiotics works is described in three parts. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;First, it is iconic, in which we saw a seamless design and its object is easily recognized, such as a kid draw an aeroplane that refer to the real plane. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Then, it is indexical, the design has a direct link with an object, such as a road signs with a man-crossing the street, which means drive carefully because there is a pedestrian (zebra) crossing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Last, it is symbolic, which means design and its meaning has no necessary connection, yet there could be a metaphoric relation or it refers to a convention, such as red cross picture on white background is a signpost for a nearby hospital.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110430934845537344?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110430934845537344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110430934845537344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110430934845537344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110430934845537344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/visual-semiotics-in-graphic-design.html' title='Visual Semiotics in Graphic Design'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110431170516866074</id><published>2004-12-29T01:11:00.000-08:00</published><updated>2004-12-29T01:15:05.170-08:00</updated><title type='text'>Desain Amerika</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pelestarian tradisi dan dorongan modernisasi seringkali menjadi konflik dan timbul rasa mendua (ambiguity). Sebagai sebuah negara yang sebelumnya cukup lama hidup dalam masa agraris, kemajuan dan perubahan industrial tentu tidak berubah total begitu saja. Pelestarian tradisi dalam desain Amerika terlihat bahwa ada etika desain yang hakiki dan merdeka, lebih dari sekedar transplantasi atau adaptasi pengaruh Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan industrialisasi, usaha menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan atau untuk kehidupan masa depan yang modern, menjadikan desain yang dihasilkan itu terdorong oleh karena usaha modernisasi. Namun kecenderungan untuk mempertahankan nilai tradisi dari masa lalu, membentuk desain Amerika yang mencerminkan masyarakat asal dari bentuk-bentuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisasi mendorong ke arah perubahan baru ke masa depan, sementara itu bentuk-bentuk tradisi lama tidak ingin ditinggalkan begitu saja. Konflik yang terjadi seolah yang satu menghambat yang lainnya, dimana keinginan maju ke masa depan, tetapi tidak mau melupakan masa lalu, hal itulah yang membentuk desain Amerika memiliki cirinya tersendiri. Timbul prinsip bahwa masa kini harus diungkapkan lewat atau melalui pancaran masa lampau, demikian hal yang menjadi tema-tema dalam desain Amerika hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 1900-15, gaya sejarah (Historical Style) dari Inggris dan inovasi abad ke 19 dari Eropa mempengaruhi desain Amerika. Namun banyak desainer Amerika menolak kecenderungan gaya Eropa yang radikal. Sementara desain Indian mulai mendapat perhatian dan tempat tersendiri. Pencanangan kejujuran pada bahan, kesederhanaan desain dan integrasi visual arsitektur dengan tata ruang dan perabotannya, tampak bahwa pada masa kini modernisasi yang dibayangi pelestarian tradisi sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul diakhir tahun sembilan belasan dan awal tahun duapuluhan, muncul ungkapan populer CHARM, ROMANCE and ATMOSPHERE. Diterapkan dengan penuh kehati-hatian bagi desain zaman tradisionalis,  desainer dan arsitek menyelubungi segala sesuatu yang modern dengan citra yang sesuai dengan sejarah Eropa dan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain mobil, televisi, perangkat audio, perabotan, rumah, taman, masing-masing memiliki citra tersendiri. Perlambangan masa depan muncul lewat bentuk desain mobil, televisi, perangkat audio, sedangkan citra masa lampau terlihat pada perabotan, perumahan, taman dan peralatan dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia hari esok, merupakan jargon yang menunjukkan optimisme bangsa Amerika dalam menghadapi penderitaan masa Malaise(kebangkrutan nasional) hingga berakhirnya PD II. Melalui perindustrian yang diyakini akan menunjukkan jalan keluar dari kelesuan ekonomi, keanggunan mahal Art Deco yang tampil diakhir 1920-an diubah menjadi model ramping (streamline) oleh para desainer Amerika. Pada waktu yang berdekatan, sekelompok desainer lain lebih tertarik pada desain seni patung dan perabotan daripada alat-alat industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mereka muncul mode biomorfis yang mengoreksi sentimentalis dan fanatisme buta mengenai estetika mesin,  dan kritiknya pada teknologi sebagai metafora masa depan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perkembangan dan kemajuan industri serta penemuan dan inovasi bahan-bahan baru dan teknologi baru mencetuskan evolusi dalam desain diberbagai bidang. Disusul lagi kemampuan produksi massal yang diyakini sebagai bagian integral dari desain yang sukses. Perkembangan selanjutnya, terdapat pengaruh kuat dari organic style hingga terus berubah sampai pada desain Amerika masa sekarang ini yang tak lepas dari sifat fungsionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian tradisi dan modernisasi di Amerika tampak dalam kenyataan hidup sehari-hari. Seperti:&lt;br /&gt;-         Orang Amerika selalu berkeinginan memiliki rumah yang bertaman luas dengan model rumah dan perabotan dari masa-masa Barat yang masih dipengaruhi gaya Eropa. Seperti yg dapat kita lihat pada film ttg ‘istri-istri yg di rubah sedemikian rupa layaknya robot di film The Stanford Wife yg diperankan oleh Nicole Kidman’. Atau dapat dilihat pada Superman, yg bapak-ibunya berlatar belakang petani di sebuah desa kecil, Smallville.&lt;br /&gt;-         Iklan-iklan yang menjual tradisi masa lampau namun menjadi bagian dari budaya modern global seperti rokok Marlboro dan celana jeans Levis. Keduanya mewakili produk masa Wild Wild West dalam kehidupan modern Amerika.&lt;br /&gt;-         Kuri Charles Eames yang ringkas diilhami olehmesin industri dan tempat duduk traktor,  hingga saat ini berkembang terus menjadi model-model yang sederhana, hemat biaya, massal dan mudah diangkut-pindahkan(stacking).&lt;br /&gt;-         Penyatuan seni dan desain, tampak nyata dalam desain periklanan, fotografi, ilustrasi buku dna majalah. Paul Rand sebagai tokoh futuris menampilkan desain tipografi yang mendobrak gaya lama. Raymond Loewy pada rancangan desain rokok LuckyStrike melakukan perampingan desan pada logo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110431170516866074?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110431170516866074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110431170516866074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431170516866074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110431170516866074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/desain-amerika.html' title='Desain Amerika'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9700002.post-110352560084242082</id><published>2004-12-19T22:51:00.000-08:00</published><updated>2004-12-19T22:53:20.843-08:00</updated><title type='text'>In the Begining....</title><content type='html'>in the begining there's no thing..... so _ _ _ _ _ created sumthin'.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9700002-110352560084242082?l=k4rna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://k4rna.blogspot.com/feeds/110352560084242082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9700002&amp;postID=110352560084242082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110352560084242082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9700002/posts/default/110352560084242082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://k4rna.blogspot.com/2004/12/in-begining.html' title='In the Begining....'/><author><name>Namaku Karna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01507938852553056064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger/1665/718/1600/251754/MyFace01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
